Hubungan Indonesia-Arab Saudi Dinilai Hanya Baik di Tataran Elite

Kompas.com - 19/03/2018, 18:44 WIB
Presiden Indonesia Joko Widodo (tengah kanan) dan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud (tengah kiri) berpose bersama sejumlah tokoh Muslim di depan Istana Kepresidenan, Jalan Medan Merdeka Utara, Kamis (2/3/2017). AFP PHOTO / POOL / ADEK BERRYPresiden Indonesia Joko Widodo (tengah kanan) dan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud (tengah kiri) berpose bersama sejumlah tokoh Muslim di depan Istana Kepresidenan, Jalan Medan Merdeka Utara, Kamis (2/3/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Eksekusi mati TKI bernama Muhammad Zaini Misrin oleh pemerintah Arab Saudi menunjukkan pertemuan bilateral Presiden Joko Widodo dengan Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz Al-Saud beberapa waku lalu tidak memperhatikan perlindungan terhadap buruh migran.

"Selama ini, kami selalu khawatir hubungan diplomatik itu hanya baik di tingkat elitenya saja ya. Jangan-jangan tidak menyentuh persoalan warga negara yang sesungguhnya, salah satunya soal perlindungan warga negaranya masing-masing di negara lain," ujar Ketua Pusat Studi Migrasi Migrant Care Anis Hidayah di kantornya, bilangan Cempaka Putih, Jakarta Timur, Senin (19/3/2018).

(Baca juga: Arab Saudi Eksekusi Mati Seorang TKI Tanpa Pemberitahuan Resmi)

"Terbukti benar, dari kunjungan Raja Salman ke Indonesia, pemerintah Indonesia dan Saudi hanya menyepakati 11 kerjasama dan itu minus tentang perlindungan pekerja migran. Hanya soal peningkatan pariwisata, ekonomi, infrastruktur dan lain-lain," lanjut dia.

Anis mengaku, topik itu sebenarnya sempat keluar dari mulut Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di sela kunjungan Raja Salman ke Indonesia itu. Namun, hal itu hanya sebatas wacana di media massa tanpa ada kerjasama kongkret yang disepakati kedua negara.

Dengan demikian, hubungan Indonesia dengan Saudi sebenarnya menunjukkan hal yang kontras.

"Apa yang nampak di permukaan, bagaimana hubungan kedua negara ini terbangun sangat baik, hubungan Presiden kita dengan Raja Saudi, menjadi kontras dengan apa yang terjadi dengan rakyat kita, warga negara kita di sana," ujar Anis.

(Baca juga: TKI Dieksekusi Mati Setelah 13 Tahun Ditahan di Arab Saudi)

Oleh sebab itu, aktivis buruh migran dan HAM terus mendesak pemerintahan Jokowi untuk terus mengupayakan kerjasama perlindungan buruh migran di Saudi.

"Kami berharap, mudah-mudahan persoalan ini disampaikan terus oleh Presiden Jokowi kepada Raja Salman secara langsung dengan terbuka. Saya kira selama ini pemerintah kita kurang aware, bagaimana kasus-kasus warga negara kita di sana banyak kelemahannya dan mengakibatkan hal yang fatal bagi dia," lanjut Anis.

Diketahui, informasi eksekusi mati Misrin yang dilaksanakan Minggu (18/3/2018) itu dibenarkan pihak Kementerian Luar Negeri, Senin siang.

(Baca juga: Pasca-Eksekusi Mati TKI, Indonesia Ditantang Pulangkan Dubes Arab Saudi)

"Iya (eksekusi telah dilakukan tanpa pemberitahuan resmi),"kata Direktur Perlindungan WNI dan Bantuan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri Lalu Muhammad Iqbal melalui pesan singkat.

Iqbal sendiri telah berkomunikasi dengan keluarga Misrin di Bangkalan, Madura, Jawa Timur soal eksekusi mati itu.

Misrin sebelumnya dituduh membunuh majikannya di Kota Mekkah, 2004 silam. Presiden Jokowi sempat meminta bantuan Raja Salman untuk meninjau kembali kasus pidana yang menjerat WNI tersebut.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Temui Sri Mulyani, Mendagri Minta Anggaran Pelaksanaan Pilkada 2020 Direvisi

Temui Sri Mulyani, Mendagri Minta Anggaran Pelaksanaan Pilkada 2020 Direvisi

Nasional
KPU: Pelaksanaan Pilkada 2020 Harus Sesuai Protokol Kesehatan

KPU: Pelaksanaan Pilkada 2020 Harus Sesuai Protokol Kesehatan

Nasional
Era 'New Normal', Personel TNI-Polri Akan Berjaga di Mal hingga Tempat Wisata

Era "New Normal", Personel TNI-Polri Akan Berjaga di Mal hingga Tempat Wisata

Nasional
Pemerintah Jamin TNI-Polri Utamakan Pendekatan Persuasif dalam Era 'New Normal'

Pemerintah Jamin TNI-Polri Utamakan Pendekatan Persuasif dalam Era "New Normal"

Nasional
Polisi Sita 698 Kendaraan Travel Gelap yang Melanggar Larangan Mudik

Polisi Sita 698 Kendaraan Travel Gelap yang Melanggar Larangan Mudik

Nasional
KPK Berkomitmen Tingkatkan Pencapaian Strategi Nasional Pencegahan Korupsi

KPK Berkomitmen Tingkatkan Pencapaian Strategi Nasional Pencegahan Korupsi

Nasional
Ini Penyebab Kasus Harian Covid-19 di Jawa Timur Meningkat

Ini Penyebab Kasus Harian Covid-19 di Jawa Timur Meningkat

Nasional
Semangat Pelaksanaan Pilkada tak Diiringi Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19

Semangat Pelaksanaan Pilkada tak Diiringi Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19

Nasional
Masyarakat Perlu Dilibatkan secara Luas dalam Stranas Pencegahan Korupsi

Masyarakat Perlu Dilibatkan secara Luas dalam Stranas Pencegahan Korupsi

Nasional
Rabu Pekan Depan, Lima Tersangka Kasus Jiwasraya Jalani Sidang Perdana

Rabu Pekan Depan, Lima Tersangka Kasus Jiwasraya Jalani Sidang Perdana

Nasional
PDI-P Tetap Lakukan Persiapan Pilkada, Optimistis Covid-19 Dapat Diatasi

PDI-P Tetap Lakukan Persiapan Pilkada, Optimistis Covid-19 Dapat Diatasi

Nasional
Panglima TNI Pimpin Sertijab Pangkohanudnas dan Penyerahan Jabatan Pangkogabwilhan

Panglima TNI Pimpin Sertijab Pangkohanudnas dan Penyerahan Jabatan Pangkogabwilhan

Nasional
Pemerintah: Pola Hidup Bersih dan Sehat Penting dalam Kehidupan Normal yang Baru

Pemerintah: Pola Hidup Bersih dan Sehat Penting dalam Kehidupan Normal yang Baru

Nasional
Pimpinan DPR: Protokol “New Normal” Diprioritaskan Sesuai Protokol Covid-19

Pimpinan DPR: Protokol “New Normal” Diprioritaskan Sesuai Protokol Covid-19

Nasional
Pemerintah: Insentif Tenaga Medis Sudah Disalurkan Sejak 22 Mei

Pemerintah: Insentif Tenaga Medis Sudah Disalurkan Sejak 22 Mei

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X