Cerita Megawati Datang Lebih Awal daripada Pimpinan MPR di Acara UKP-PIP - Kompas.com

Cerita Megawati Datang Lebih Awal daripada Pimpinan MPR di Acara UKP-PIP

Kompas.com - 14/03/2018, 11:06 WIB
Ketua Dewan Pengarah UKP-PIP Megawati Soekarnoputri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (14/3/2018)Kompas.com/Rakhmat Nur Hakim Ketua Dewan Pengarah UKP-PIP Megawati Soekarnoputri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (14/3/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menceritakan soal keinginan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri yang ingin datang lebih awal ke acara MPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (14/3/2018).

Megawati hendak hadir dalam acara silaturahim Dewan Pengarah Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) dengan Pimpinan MPR RI.

Hasto mengungkapkan, Megawati ingin sekali hadir paling awal lantaran mantan Wakil Presiden Try Sutrisno selalu datang lebih dulu dalam setiap rapat Dewan Pengarah UKP-PIP.

Megawati selaku Ketua Dewan Pengarah UKP-PIP tak mau kalah disiplin soal waktu kehadiran dibandingkan Try.

"Pak Try Sutrisno dalam beberapa kali rapat datang lebih dulu dari pada saya. Kali ini saya akan datang lebih dahulu mengalahkan Pak Try," kata Hasto menirukan ucapan Megawati di Kompleks Parlemen, Rabu (14/3/2018).

Alhasil, Megawati tak hanya datang lebih dulu dari Try, namun juga paling awal. Sementara itu, para tuan rumah, yakni Pimpinan MPR belum tiba saat Megawati datang.

Hasto mengatakan, apa yang dilakukan Megawati layak diapresiasi karena merupakan bagian dari teladan yang baik. Hal itu, kata dia, merupakan bentuk pembumian nilai-nilai Pancasila.

Ia menambahkan, disiplin waktu juga menjadi kunci kesuksesan negara-negara maju seperti Jepang dan Singapura.

“Salah satu persoalan kita adalah tidak tertib hukum. Kita tidak berdisiplin di dalam menerapkan tata aturan untuk tertib masyarakat dan tertib pemerintahan," tutur Hasto.

Adapun pertemuan Dewan Pengarah UKP-PIP dengan Pimpinan MPR membahas penyempurnaan draf naskah Garis Besar Haluan Pembinaan Ideologi Pancasila.

"Ada masukan kita membicarakan UUD 1945. Sebagian publik meminta kembali ke naskah UUD 1945 asli, sebagian lagi menginginkan tetap," kata Ketua MPR Zulkifli Hasan saat membuka pertemuan.


Komentar
Close Ads X