Heru Winarko, Kepala BNN Baru yang Akan Gantikan Budi Waseso

Kompas.com - 01/03/2018, 08:31 WIB
Kepala Polda Lampung Brigjen Pol Heru Winarko memperlihatkan kendaraan yang digunakan pelaku untuk merampok nasabah bank, Rabu (12/12/2012). Kaca mobil itu berlubang terkena peluru polisi.

Kompas/Yulvianus HarjonoKepala Polda Lampung Brigjen Pol Heru Winarko memperlihatkan kendaraan yang digunakan pelaku untuk merampok nasabah bank, Rabu (12/12/2012). Kaca mobil itu berlubang terkena peluru polisi.
Penulis Ihsanuddin
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo pada Kamis (1/2/2018) pagi ini akan melantik Kepala Badan Nasional Narkoba (BNN) baru untuk menggantikan Komjen Budi Waseso yang memasuki masa pensiun.

Berdasarkan jadwal resmi Presiden, pelantikan akan dilakukan pukul 09.00 WIB di Istana Negara, Jakarta.

Informasi yang dihimpun Kompas.com menyebutkan sosok yang dipilih Jokowi untuk memimpin BNN adalah Deputi Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Heru Winarko. Sebelum menjadi Deputi Penindakan KPK, Heru menjabat Kapolda Lampung. 

Nama Heru otomatis menyingkirkan dua nama perwira tinggi Polri lainnya yang digadang-gadang menjadi pengganti Buwas, yakni Kepala Bareskrim Komjen (Pol) Ari Dono dan Deputi Pemberantasan BNN Irjen (Pol) Arman Depari.

Baca juga : Akan Pensiun pada Maret 2018, Buwas Surati Jokowi soal Kriteria Kepala BNN

Sebelum membuat putusan, Jokowi sudah mendapatkan masukan dari Kapolri terkait 3 Jenderal polisi yang layak mengisi posisi Kepala BNN.

"Dari Kapolri mengusulkan nama-nama, kalau enggak salah ada tiga nama," kata Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi Johan Budi di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (28/2/2018).

Namun, Johan belum mau menyebutkan siapa saja tiga nama itu. Johan meminta wartawan dan publik bersabar menunggu keputusan resmi dari Jokowi.

"Tentu Presiden punya ukuran-ukuran untuk memilih Kepala BNN. Ukuran-ukuran itu bisa didapat dari banyak masukan, diantaranya dari Kapolri. Kriteria yang paling baik lah, yang profesional, integritasnya tinggi, bagus, berani," kata Johan.

Kompas TV Budi Waseso diangkat menjadi Kepala BNN pada September 2015, menggantikan Komjen Anang Iskandar.


sebelum membuat putusan, Jokowi sudah mendapatkan masukan dari Kapolri terkait 3 Jenderal polisi yang layak mengisi posisi Kepala BNN. "Dari Kapolri mengusulkan nama-nama, kalau enggak salah ada tiga nama," kata Johan. Namun, Johan belum mau menyebutkan siapa saja tiga nama itu. Johan meminta wartawan dan publik bersabar menunggu keputusan resmi dari Jokowi.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Hari Ini, Jokowi Putuskan Kepala BNN Pengganti Buwas", http://nasional.kompas.com/read/2018/02/28/13300601/hari-ini-jokowi-putuskan-kepala-bnn-pengganti-buwas.
Penulis : Ihsanuddin
Editor : Diamanty Meiliana

sebelum membuat putusan, Jokowi sudah mendapatkan masukan dari Kapolri terkait 3 Jenderal polisi yang layak mengisi posisi Kepala BNN. "Dari Kapolri mengusulkan nama-nama, kalau enggak salah ada tiga nama," kata Johan. Namun, Johan belum mau menyebutkan siapa saja tiga nama itu. Johan meminta wartawan dan publik bersabar menunggu keputusan resmi dari Jokowi.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Hari Ini, Jokowi Putuskan Kepala BNN Pengganti Buwas", http://nasional.kompas.com/read/2018/02/28/13300601/hari-ini-jokowi-putuskan-kepala-bnn-pengganti-buwas.
Penulis : Ihsanuddin
Editor : Diamanty Meiliana



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Herd Immunity Diyakini Bisa Dicapai dalam 5-6 Bulan, jika...

Herd Immunity Diyakini Bisa Dicapai dalam 5-6 Bulan, jika...

Nasional
Wapres: Regulasi KASN Perlu Dikuatkan untuk Wujudkan 'Merit System'

Wapres: Regulasi KASN Perlu Dikuatkan untuk Wujudkan "Merit System"

Nasional
Eks KSAD Wismoyo Arismunandar Dimakamkan Satu Komplek dengan Soeharto di Astana Giribangun

Eks KSAD Wismoyo Arismunandar Dimakamkan Satu Komplek dengan Soeharto di Astana Giribangun

Nasional
Kemenkes Izinkan Seluruh RS Buka Pelayanan untuk Pasien Covid-19

Kemenkes Izinkan Seluruh RS Buka Pelayanan untuk Pasien Covid-19

Nasional
Jokowi Minta BKKBN Sosialisasikan Pentingnya Ketahahanan Keluarga

Jokowi Minta BKKBN Sosialisasikan Pentingnya Ketahahanan Keluarga

Nasional
Mendagri Harap Kerja Sama Indonesia-UNICEF Jadi Daya Ungkit Capai RPJMN

Mendagri Harap Kerja Sama Indonesia-UNICEF Jadi Daya Ungkit Capai RPJMN

Nasional
KPK Lelang Dua Bidang Tanah di Siak Hasil Rampasan Terpidana Korupsi

KPK Lelang Dua Bidang Tanah di Siak Hasil Rampasan Terpidana Korupsi

Nasional
Senandungkan Lagu Indonesia Pusaka, Sutopo Menunggu Peminjam Buku di Becak Pustakanya...

Senandungkan Lagu Indonesia Pusaka, Sutopo Menunggu Peminjam Buku di Becak Pustakanya...

Nasional
KPK Panggil Tersangka Kasus E-KTP Husni Fahmi

KPK Panggil Tersangka Kasus E-KTP Husni Fahmi

Nasional
Jokowi Minta BKKBN Sampaikan Informasi dengan Metode Kekinian

Jokowi Minta BKKBN Sampaikan Informasi dengan Metode Kekinian

Nasional
Wapres: 524 Instansi Pemerintah Perlu Tingkatkan Kemampuan Sistem Merit ASN

Wapres: 524 Instansi Pemerintah Perlu Tingkatkan Kemampuan Sistem Merit ASN

Nasional
KPK Dalami Aliran Dana ke Kemensesneg dari PT DI Terkait Pengadaan Pesawat

KPK Dalami Aliran Dana ke Kemensesneg dari PT DI Terkait Pengadaan Pesawat

Nasional
Seorang Pegawai KPK Meninggal Dunia akibat Covid-19

Seorang Pegawai KPK Meninggal Dunia akibat Covid-19

Nasional
Pimpinan LPSK: Tindakan dan Ujaran Rasialisme Ingkari Sejarah Bangsa Indonesia

Pimpinan LPSK: Tindakan dan Ujaran Rasialisme Ingkari Sejarah Bangsa Indonesia

Nasional
Jokowi Optimistis Angka Stunting Bisa Turun Jadi 14 Persen Tahun 2024

Jokowi Optimistis Angka Stunting Bisa Turun Jadi 14 Persen Tahun 2024

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X