Polri dan BNN Diharapkan Lebih Bersinergi Tangani Peredaran Narkotika

Kompas.com - 24/02/2018, 11:38 WIB
Anggota Kompolnas Andrea Pulungan di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (24/2/2018).KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN Anggota Kompolnas Andrea Pulungan di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (24/2/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com -Komisioner Komisi Kepolisian Nasional ( Kompolnas) Andrea Pulungan berharap Polri dan Badan Narkotika Nasional ( BNN) lebih bersinergi dalam menangani peredaran narkotika. Sinergi keduanya dinilai lebih bermanfaat ketimbang melakukan penegakan hukum secara sendiri-sendiri.

"Masalah yang dihadapi ini kejahatan yang terorganisasi. Kami menilai perlu ada kerja sama yang lebih baik lagi," ujar Andrea dalam diskusi Perspektif Indonesia di Menteng, Jakarta, Sabtu (24/2/2018).

Menurut Andrea, sesuai amanat undang-undang, BNN seharusnya menjadi sektor pemimpin dalam pemberantasan narkotika. Dengan demikian, Polri, Direktorat Jenderal Bea Cukai dan instansi lain perlu berkoordinasi dengan BNN sebelum melakukan kegiatan penindakan.

Hal itu juga mencegah terjadinya tumpang tindih dalam penanganan narkotika. Menurut Andrea, selama ini persoalan birokrasi masih menjadi kendala dalam kerja sama antarlembaga.

Baca juga: BNN: 113 Kawasan di Jakarta Rawan Narkoba, Termasuk Diskotek

Padahal, menurut Andrea, jika sinergi kedua lembaga dapat dilakukan dengan baik, upaya penindakan akan lebih efektif.

"Sudah jelas presiden perintahkan BNN sebagai ujung tombak. Instansi lainnya harus mengakui bahwa BNN menjadi garda terdepan dalam pemberantasan narkoba," kata Andrea.



Terkini Lainnya

Pengamat: Ketidaktaatan Tim Hukum 02 Terhadap Hukum Acara Berujung pada Penyimpangan MK

Pengamat: Ketidaktaatan Tim Hukum 02 Terhadap Hukum Acara Berujung pada Penyimpangan MK

Nasional
LPSK Terbentur Aturan Permintaan Perlindungan Saksi, Ini Saran Pakar Hukum

LPSK Terbentur Aturan Permintaan Perlindungan Saksi, Ini Saran Pakar Hukum

Nasional
Survei SMRC, Kondisi Penegakan Hukum Sebelum dan Sesudah Kerusuhan 22 Mei Dinilai Baik

Survei SMRC, Kondisi Penegakan Hukum Sebelum dan Sesudah Kerusuhan 22 Mei Dinilai Baik

Nasional
Dugaan Kecurangan TSM dalam Pilpres, Pengamat Sebut Seharusnya Prabowo-Sandi Diperiksa Juga

Dugaan Kecurangan TSM dalam Pilpres, Pengamat Sebut Seharusnya Prabowo-Sandi Diperiksa Juga

Nasional
Tren Takut Bicara Politik dan Penangkapan Semena-mena Meningkat Pasca Kerusuhan 22 Mei

Tren Takut Bicara Politik dan Penangkapan Semena-mena Meningkat Pasca Kerusuhan 22 Mei

Nasional
Minim Jelaskan Hasil Hitung Suara Versi Prabowo-Sandi, Tim Hukum 02 Dikritik

Minim Jelaskan Hasil Hitung Suara Versi Prabowo-Sandi, Tim Hukum 02 Dikritik

Nasional
Survei SMRC: Pasca Kerusuhan 21-22 Mei, Penilaian Soeharto Demokratis Meningkat

Survei SMRC: Pasca Kerusuhan 21-22 Mei, Penilaian Soeharto Demokratis Meningkat

Nasional
Jabatan Ma'ruf Amin di Bank Syariah Dinilai Tak Timbulkan Konflik Kepentingan

Jabatan Ma'ruf Amin di Bank Syariah Dinilai Tak Timbulkan Konflik Kepentingan

Nasional
Survei SMRC: Soeharto Dinilai Diktator, SBY dan Jokowi Dinilai Demokratis

Survei SMRC: Soeharto Dinilai Diktator, SBY dan Jokowi Dinilai Demokratis

Nasional
Survei SMRC: 69 Persen Publik Nilai Pilpres 2019 Berlangsung Jurdil

Survei SMRC: 69 Persen Publik Nilai Pilpres 2019 Berlangsung Jurdil

Nasional
Survei SMRC: Mayoritas Publik Nilai Demokrasi Semakin Baik Selama 20 Tahun Terakhir

Survei SMRC: Mayoritas Publik Nilai Demokrasi Semakin Baik Selama 20 Tahun Terakhir

Nasional
Pakar: Petitum Gugatan Prabowo-Sandi Seakan Bukan Dibuat Orang Hukum

Pakar: Petitum Gugatan Prabowo-Sandi Seakan Bukan Dibuat Orang Hukum

Nasional
TKN: Tim Hukum 02 Bangun Narasi Saksinya Terancam

TKN: Tim Hukum 02 Bangun Narasi Saksinya Terancam

Nasional
Menurut KPK, Kasus Pelesiran Novanto Beresiko bagi Kredibilitas Kemenkumham

Menurut KPK, Kasus Pelesiran Novanto Beresiko bagi Kredibilitas Kemenkumham

Nasional
Tim 02 Minta Perlindungan Saksi, TKN Singgung Kasus yang Pernah Jerat Bambang Widjojanto

Tim 02 Minta Perlindungan Saksi, TKN Singgung Kasus yang Pernah Jerat Bambang Widjojanto

Nasional

Close Ads X