Kompas.com - 08/12/2017, 19:24 WIB
|
EditorDiamanty Meiliana

JAKARTA, KOMPAS.com - Jenderal TNI Gatot Nurmantyo berpamitan sehubungan dengan akan berakhirnya masa jabatan sebagai Panglima TNI. Permohonan pamit itu ia ungkapkan saat memberikan pengarahan kepada 561 prajurit Pasukan Khas (Paskhas) TNI AU di Mako Kopaskhas, Margahayu Bandung, Jawa Barat, Jumat (8/12/2017).

"Saya mohon pamit, sebagai manusia, saya mohon maaf apabila selama memimpin ada salah dan khilaf. Yakinlah bahwa semua itu dilakukan karena rasa cinta dan kebanggaan saya kepada prajurit TNI yang sangat luar biasa,” ucap Gatot seperti dikutip dari keterangan pers Puspen TNI, Jumat (8/12/2017).

Dalam kesempatan itu Gatot mengingatkan, jelang tahun politik anggota TNI harus tetap menjaga kepercayaan rakyat dengan bersikap tetap netral.

Ia menegaskan bahwa prajurit tidak boleh tergoda dengan ajakan untuk mendukung atau terlibat dalam politik praktis. 

"Ingat, bagi TNI dalam menghadapi situasi ini pilihan hanya satu yaitu netral, yang merupakan kekuatan dasar sebagai penengah manakala ada konflik antar kelompok,” tuturnya.

(Baca juga : Tiga Bulan Tanpa Jabatan di TNI, Gatot Tak Berniat Pensiun Dini)

 

Lebih lanjut Gatot menuturkan bahwa untuk bersikap netral, seorang prajurit harus tetap menjunjung tinggi Sapta Marga, Sumpah Prajurit, loyalitas, setia menjaga kehormatan dan harga diri TNI. 

“Jangan pernah terbeli oleh kepentingan apapun, ingat kepentingan kalian hanya menjaga tegak kokohnya Negara Kesatuan Republik Indonesia dan menempatkan kepentingan rakyat di atas segala-galanya,” kata Gatot.

Diketahui Gatot resmi mengakhiri jabatannya sebagai Panglima TNI setelah Presiden Joko Widodo melantik Marsekal TNI Hadi Tjahjanto di Istana Negara Jakarta, Jumat (8/12/2017).

Pria kelahiran Tegal, Jawa Tengah, 13 Maret 1960 itu akan memasuki msa pensiun pada awal Maret 2018.

Gatot tercatat pernah menjabat sebagai Kepala Staf TNI AD (KSAD) tahun 2014, pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Gatot kemudian diusulkan oleh Presiden Joko Widodo ke DPR pada 9 Juni 2015 menggantikan Jenderal Moeldoko yang pensiun pada Agustus 2015. Setelah itu, 8 Juli 2015, Presiden Jokowi melantik Gatot menjadi Panglima TNI.

Kompas TV Selangkah lagi, Indonesia akan memiliki Panglima TNI baru.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.