Kemlu: Tak Ada WNI Jadi Korban Ledakan di Stasiun Bawah Tanah London

Kompas.com - 15/09/2017, 19:47 WIB
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir usai memberikan keterangan pers di kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Kamis (2/2/2017). KOMPAS.com/Kristian ErdiantoJuru bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir usai memberikan keterangan pers di kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Kamis (2/2/2017).
|
EditorSabrina Asril

JAKARTA, KOMPAS.com - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Armanatha Nasir memastikan, tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban dalam ledakan di London, Inggris.

"Sampai saat ini tidak ada informasi WNI jadi korban dalam aksi teror di London," ujar Armanatha melalui pesan singkat, Jumat (15/9/2017).

Meski demikian, Kementerian Luar Negeri dan KBRI di London terus mengikuti perkembangan aksi teror di London yang tercatat mengakibatkan korban luka sebanyak 18 orang tersebut.

KBRI London membuka hotline di +44207881221235 bagi masyarakat yang ingin memastikan apakah sanak saudara di sana baik-baik saja.

(Baca: Ledakan di Stasiun Kereta Bawah Tanah Kota London)

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 18 orang dilarikan ke rumah sakit usai ledakan di stasiun bawah tanah Parsons Green, London Barat, Inggris, Jumat pagi.

Komando kontra-terorisme Scotland Yard SO 15 telah mengambil alih kendali dalam hal penyelidikan dan berusaha mengungkap motif di balik serangan tersebut.

The Guardian memberitakan, seorang sumber menyebutkan bahwa Polisi transportasi Inggris (BTP) telah mengumumkan peristiwa ini sebagai sebuah "insiden besar".

Kompas TV Sebuah ledakan terjadi di dalam salah satu kereta bawah tanah di London, Inggris.

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menkes Wacanakan Sertifikat Vaksinasi untuk Syarat Bepergian, Epidemiolog: Itu Berbahaya Sekali

Menkes Wacanakan Sertifikat Vaksinasi untuk Syarat Bepergian, Epidemiolog: Itu Berbahaya Sekali

Nasional
Antisipasi Gempa Susulan, Mensos Risma Minta Warga Hindari Tepi Pantai di Sulbar

Antisipasi Gempa Susulan, Mensos Risma Minta Warga Hindari Tepi Pantai di Sulbar

Nasional
Pulihkan Industri Pariwisata, Wapres: Pemerintah Siapkan Basis Data Terpadu bagi UMKM

Pulihkan Industri Pariwisata, Wapres: Pemerintah Siapkan Basis Data Terpadu bagi UMKM

Nasional
UPDATE: Bertambah 15 di Jerman, Total 2.813 WNI Terpapar Covid-19 di Luar Negeri

UPDATE: Bertambah 15 di Jerman, Total 2.813 WNI Terpapar Covid-19 di Luar Negeri

Nasional
Kirim Bantuan Logistik untuk Korban Banjir, TNI AU Terbangkan Pesawat ke Kalsel

Kirim Bantuan Logistik untuk Korban Banjir, TNI AU Terbangkan Pesawat ke Kalsel

Nasional
Gempa Susulan Bermagnitudo 5,0 Guncang Majene, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Susulan Bermagnitudo 5,0 Guncang Majene, Tak Berpotensi Tsunami

Nasional
Calon Tunggal Kapolri Komjen Listyo: Antara Tantangan, Respons Positif KPK, dan Dukungan Rekan Sejawat

Calon Tunggal Kapolri Komjen Listyo: Antara Tantangan, Respons Positif KPK, dan Dukungan Rekan Sejawat

Nasional
Sepekan Ini, Kasus Harian Covid-19 di Indonesia Catat Rekor 3 Hari Berturut-turut

Sepekan Ini, Kasus Harian Covid-19 di Indonesia Catat Rekor 3 Hari Berturut-turut

Nasional
Menkes Wacanakan Penerima Vaksin Covid-19 Dapat Sertifikat, Bisa Jadi Syarat Bepergian

Menkes Wacanakan Penerima Vaksin Covid-19 Dapat Sertifikat, Bisa Jadi Syarat Bepergian

Nasional
Analisis dan Catatan BMKG soal Gempa Majene, Rentetan Sejarah, hingga Potensi Gempa Susulan

Analisis dan Catatan BMKG soal Gempa Majene, Rentetan Sejarah, hingga Potensi Gempa Susulan

Nasional
Jokowi: Saya Akan Terus Pantau Perkembangan Bencana di Tanah Air

Jokowi: Saya Akan Terus Pantau Perkembangan Bencana di Tanah Air

Nasional
UPDATE: Hingga Sabtu Dini Hari, 189 Orang Dirawat Akibat Gempa Mamuju, 637 Orang Luka Ringan di Majene

UPDATE: Hingga Sabtu Dini Hari, 189 Orang Dirawat Akibat Gempa Mamuju, 637 Orang Luka Ringan di Majene

Nasional
Saat Kedekatan Komjen Listyo dan Presiden Jokowi Disorot...

Saat Kedekatan Komjen Listyo dan Presiden Jokowi Disorot...

Nasional
UPDATE: Hingga Pukul 20.00 WIB, 42 Orang Meninggal Akibat Gempa Mamuju dan Majene

UPDATE: Hingga Pukul 20.00 WIB, 42 Orang Meninggal Akibat Gempa Mamuju dan Majene

Nasional
Polri Kirim Pesawat hingga Personel untuk Bantu Penanganan Gempa di Sulawesi Barat

Polri Kirim Pesawat hingga Personel untuk Bantu Penanganan Gempa di Sulawesi Barat

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X