Kompas.com - 04/07/2017, 09:52 WIB
Umat muslim menunaikan Shalat Idul Fitri 1438 Hijriah di Pelabuhan Sunda Kelapa, Minggu (25/6/2017). Pemerintah menetapkan 1 Syawal 1438 Hijriah atau Idul Fitri jatuh pada hari ini. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOUmat muslim menunaikan Shalat Idul Fitri 1438 Hijriah di Pelabuhan Sunda Kelapa, Minggu (25/6/2017). Pemerintah menetapkan 1 Syawal 1438 Hijriah atau Idul Fitri jatuh pada hari ini.
|
EditorSandro Gatra

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Riset Setara Institute Ismail Hasani menilai, momen Idul Fitri tepat untuk dijadikan perenungan kembali akan fitrah bangsa Indonesia.

Hal itu berguna untuk menghilangkan ketegangan akibat perbedaan dalam hal apapun, termasuk afiliasi politik.

Menurut dia, fitrah berarti sesuatu yang otentik dan genuine. Ia mengatakan, otentisitas dari bangsa Indonesia ialah kemajemukannya.

Sehingga, jika dikontekstualisasikan dengan Idul Fitri kali ini, masyarakat Indonesia yang sempat bermusuhan pada Pilkada DKI Jakarta sebelumnya, harus kembali pada fitrahnya yang majemuk.

"Karena itu kalau semangat Idul Fitri ini kita gunakan untuk mendorong banyak orang, untuk kembali kepada yang fitrah, maka fitrah Republik Indonesia adalah plural. Fakta Republik Indonesja adalah majemuk," kata Ismail dalam acara Satu Meja di Kompas TV, Senin (3/7/2017) malam.

Ia menambahkan, semestinya ibadah puasa selama bulan Ramadhan juga bisa menguatkan kesadaran akan kemajemukan di Indonesia.

"Karena itu salah satu nilai guna puasa dan Idul Fitri dari umat Muslim, saya kira adalah bagaimana kembali mengokohkan kemajemukan itu," lanjut dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

SAFEnet Sebut Kondisi Kebebasan Berekspresi di Indonesia Memburuk pada 2020

SAFEnet Sebut Kondisi Kebebasan Berekspresi di Indonesia Memburuk pada 2020

Nasional
Polri Tangkap Lagi Satu Terduga Teroris Terkait Bom Bunuh Diri di Makassar

Polri Tangkap Lagi Satu Terduga Teroris Terkait Bom Bunuh Diri di Makassar

Nasional
Ramadhan Masih di Tengah Pandemi, Zulkifli Hasan Minta Pemerintah Kendalikan Harga Pangan

Ramadhan Masih di Tengah Pandemi, Zulkifli Hasan Minta Pemerintah Kendalikan Harga Pangan

Nasional
Perludem: Masa Jabatan Presiden 3 Periode Inkonstitusional

Perludem: Masa Jabatan Presiden 3 Periode Inkonstitusional

Nasional
Wacana Perpanjangan Masa Jabatan Presiden Dinilai Bertentangan dengan Semangat Reformasi

Wacana Perpanjangan Masa Jabatan Presiden Dinilai Bertentangan dengan Semangat Reformasi

Nasional
Aplikasi Perpanjang SIM dari Rumah Diapresiasi, Kompolnas: Menekan Potensi Pungli

Aplikasi Perpanjang SIM dari Rumah Diapresiasi, Kompolnas: Menekan Potensi Pungli

Nasional
UPDATE: Sebaran 5.656 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi Jawa Barat 1.568

UPDATE: Sebaran 5.656 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi Jawa Barat 1.568

Nasional
Pimpinan Komisi IX Sebut Tak Ada Kesepakatan Kolektif Ikuti Uji Klinis Vaksin Nusantara

Pimpinan Komisi IX Sebut Tak Ada Kesepakatan Kolektif Ikuti Uji Klinis Vaksin Nusantara

Nasional
UPDATE 14 April: 74.158 Spesimen Covid-19 Diperiksa Dalam Sehari

UPDATE 14 April: 74.158 Spesimen Covid-19 Diperiksa Dalam Sehari

Nasional
UPDATE 14 April: Suspek Covid-19 Ada 58.580 Orang

UPDATE 14 April: Suspek Covid-19 Ada 58.580 Orang

Nasional
UPDATE 14 April: Ada 108.384 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 14 April: Ada 108.384 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
Soal Vaksin Nusantara, Satgas Covid-19: Harus Ikuti Kaidah Ilmiah dan Standar WHO

Soal Vaksin Nusantara, Satgas Covid-19: Harus Ikuti Kaidah Ilmiah dan Standar WHO

Nasional
Ditawari Terawan, Gatot Nurmantyo Jadi Relawan Vaksin Nusantara

Ditawari Terawan, Gatot Nurmantyo Jadi Relawan Vaksin Nusantara

Nasional
Mengaku Sempat Diminta Gabung Kabinet Jokowi, Presiden KSPSI: Lebih Nyaman di Luar

Mengaku Sempat Diminta Gabung Kabinet Jokowi, Presiden KSPSI: Lebih Nyaman di Luar

Nasional
Satgas Covid-19 Tegaskan Kewenangan Penghentian Uji Vaksin Nusantara di Tangan BPOM

Satgas Covid-19 Tegaskan Kewenangan Penghentian Uji Vaksin Nusantara di Tangan BPOM

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X