Apa yang Dimaksud dengan Perwira Sejati?

Kompas.com - 16/06/2017, 09:53 WIB
Militer Indonesia melancarkan serangan ke Timor Leste pada 1970-an. Saat militer Indonesia kembali pulang, sebagian dari mereka mengambil anak-anak Timor. AJARMiliter Indonesia melancarkan serangan ke Timor Leste pada 1970-an. Saat militer Indonesia kembali pulang, sebagian dari mereka mengambil anak-anak Timor.
EditorAna Shofiana Syatiri

Di kalangan masyarakat awam, cukup banyak yang belum paham benar tentang apa yang dimaksud dengan profesionalitas seorang militer. Banyak pengertian yang berkembang pada tataran ini yang kemudian memunculkan berbagai istilah-istilah seperti "military professional", "military-politicians" dan "military-businessman". Maksudnya adalah militer profesional, militer politikus dan militer yang berbisnis.

Sebenarnya bila kita bicara tentang seorang militer yang profesional maka kita berbicara tentang "values" atau nilai-nilai kemiliteran yang refleksinya dapat terlihat sebagai karakter yang dimiliki.

Salah satu karakter yang sangat menonjol dalam hal ini adalah sikap "ksatria" atau "perwira" yang salah satu intisarinya adalah mengenai "kejujuran" dan "rendah hati". Itu pula sebabnya, maka profesi militer sering disebut sebagai profesi yang "alami" atau asli, "murni", jauh dari basa basi.  

Hanya dengan bermodalkan sikap ksatria, perwira yang jujur dan rendah hati (plus skill sebagai militer) serta nilai kehidupan yang mengacu kepada nilai-nilai kemanusiaan, maka mereka dapat diharapkan berguna, bertanggung jawab dan bermanfaat bagi masyarakat, bangsa dan negaranya.
            
Dengan nilai-nilai yang seperti itulah, maka di masyarakat kita, orang lebih banyak mengenal individu-individu yang "military-politicians" dan "military-businessman" dibanding dengan mereka yang sosoknya adalah "military-professional".

Dalam kata professional sebagai seorang militer sejati maka tidak aneh bila Samuel P. Huntington mengatkannya sebagai berikut: "the business man may command more income, the politician may command more power, but the professional command more respect".   

Dalam terjemahan bebas dapat diartikan bahwa kreatifitas atau kinerja seorang pedagang akan menghasilkan lebih banyak uang, politikus akan menghasilkan kekuasaan yang lebih besar, akan tetapi pada tempat yang terpisah, seorang yang profesional akan menghasilkan "respect" atau kehormatan diri yang lebih mendalam.   

Kehormatan dalam hal ini tentu saja adalah yang berkait dengan moral karakter kepribadian atau kredibilitas seseorang. Dalam hal pekerjaannya sehari-hari sebagai profesional sejati maka seorang militer akan berhadapan dengan banyak masalah yang pasti memerlukan banyak kemampuan.   

Itu sebabnya napas dari kehidupan seorang militer adalah "disiplin yang tinggi" dan "latihan yang terus menerus". Sebab dunia militer hanya dapat terbangun dari disiplin dan keterampilan serta pengalaman atau jam terbang. 

Tentu saja dari kesemua itu maka orang akan bertanya tentang tanggung jawab, dalam hal ini kepada siapa tanggung jawab itu ditujukan. Khusus tentang tanggung jawab, kiranya akan jelas sekali bahwa untuk seorang dokter maka tanggung jawabnya akan langsung kepada sang pasiennya, demikian pula bagi para pengacara tanggung jawabnya jelas tertuju kepada kliennya.   

Nah dalam hal seorang militer professional, tentara sejati maka tanggung jawabnya sangat tegak lurus kepada Negara. Pada titik inilah maka orang akan memahami tentang sikap Ksatria atau sikap Perwira. Sikap yang "country before self". Pada titik inilah pula ujian tentang kesetiaan terhadap negara yang tidak akan pernah mengenal kata menyerah. 

Sampai dengan uraian ini maka kiranya orang akan menyadari dan melihat realita bahwa seseorang yang telah atau pernah mengikuti pelatihan militer atau sejenisnya akan terlihat sekali berbeda dengan mereka yang kebetulan belum pernah mengalaminya.   

Pembentukan, dalam wujud pelatihan seseorang untuk menjadi seorang militer yang profesional umumnya memang bertujuan mambangun atau merubah kepribadian dan membentuk moral karakter yang ujungnya adalah bermuara pada kesetiaan total terhadap negara.   

Kesetiaan total terhadap negara, salah satu implementasinya adalah sikap "tanggung jawab" yang sangat menonjol. Hal ini terpancar dalam adagium yang cukup populer dikalangan awam berbunyi, "There are no good and bad soldiers; there are only leaderships (Commander or Officer) that behave responsibility or insanely"

Sebuah simbol dari sikap seorang Perwira Sejati yang akan senantiasa siap mengambil alih tanggung jawab, bila anak buahnya dinyatakan berbuat salah. Jauh dari sikap yang justru mengorbankan anak buahnya untuk dapat menghindar dari tanggung jawab.

Harus diakui, pada perjalanan waktu dalam berakarier sepanjang hidup seseorang maka pasti tidak semua Perwira yang mampu "tahan uji" berhadapan dengan godaan duniawi untuk mantap dalam bertahan sebagai seorang profesional. 

Mungkin itulah pula sebabnya, bila ada yang berkomentar, walau dengan nada berseloroh, bahwa ternyata memang terlihat di permukaan, sepertinya lebih banyak militer yang politikus dan militer yang pebisnis dibanding dengan orang-orang yang dapat bertahan sebagai militer profesional atau militer prajurit sejati. Itulah pula yang kemudian menyebabkan, hubungan sipil dan militer menjadi penting untuk diamati.
 
(Rujukan: The Soldier and the State, the theory and politics of Civil-Military Relations, Samuel P.Huntington)

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jelang Pilkada 2020, Kabareskrim Perintahkan Bentuk Satgas Anti-Politik Uang

Jelang Pilkada 2020, Kabareskrim Perintahkan Bentuk Satgas Anti-Politik Uang

Nasional
Golkar Gelar Rapat Konsolidasi untuk Petakan Kader Potensial pada Pilkada 2020

Golkar Gelar Rapat Konsolidasi untuk Petakan Kader Potensial pada Pilkada 2020

Nasional
Arab Saudi Tangguhkan Kunjungan Umrah, Menag Minta Calon Jemaah Memahami

Arab Saudi Tangguhkan Kunjungan Umrah, Menag Minta Calon Jemaah Memahami

Nasional
Waketum Golkar Klaim Tak Bicara Mahar Politik pada Pilkada 2020

Waketum Golkar Klaim Tak Bicara Mahar Politik pada Pilkada 2020

Nasional
Desak Pansus Jiwasraya, Demokrat Ingatkan DPR Bukan Kantor Cabang Eksekutif

Desak Pansus Jiwasraya, Demokrat Ingatkan DPR Bukan Kantor Cabang Eksekutif

Nasional
Ini Usul Perludem soal Pelaksanaan Pemilu 2024 agar Tak jadi Beban Penyelenggara

Ini Usul Perludem soal Pelaksanaan Pemilu 2024 agar Tak jadi Beban Penyelenggara

Nasional
AJI Keberatan soal Surat Edaran MA Larang Wartawan Rekam Persidangan

AJI Keberatan soal Surat Edaran MA Larang Wartawan Rekam Persidangan

Nasional
KPU Akan Berikan Saran ke DPR soal Model Pemilu Serentak yang Ideal

KPU Akan Berikan Saran ke DPR soal Model Pemilu Serentak yang Ideal

Nasional
Komisi VIII: Arab Saudi Seharusnya Cukup Berpengalaman Hadapi MERS

Komisi VIII: Arab Saudi Seharusnya Cukup Berpengalaman Hadapi MERS

Nasional
KPK Soroti Perubahan Pengajuan Dana Hibah KONI, dari Rp 16 Miliar ke Rp 27 Miliar

KPK Soroti Perubahan Pengajuan Dana Hibah KONI, dari Rp 16 Miliar ke Rp 27 Miliar

Nasional
Soal Penangguhan Visa Umrah, Menko PMK: Sabar dan Ikhlas, Ibadah Jangan Ngotot

Soal Penangguhan Visa Umrah, Menko PMK: Sabar dan Ikhlas, Ibadah Jangan Ngotot

Nasional
MK Putuskan Pilpres-Pileg Serentak, Perludem: Jangan Seperti Pemilu 2019

MK Putuskan Pilpres-Pileg Serentak, Perludem: Jangan Seperti Pemilu 2019

Nasional
Nawawi Pomolango: Setengah Persoalan KPK Terjawab kalau Harun Masiku Ditangkap

Nawawi Pomolango: Setengah Persoalan KPK Terjawab kalau Harun Masiku Ditangkap

Nasional
Menlu Minta WNI yang Telanjur Tiba di Arab Saudi Diperbolehkan Umrah

Menlu Minta WNI yang Telanjur Tiba di Arab Saudi Diperbolehkan Umrah

Nasional
Indonesia Bebas Corona, Menlu Pertanyakan Penangguhan Umrah

Indonesia Bebas Corona, Menlu Pertanyakan Penangguhan Umrah

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X