Ini Alasan Mengapa Jokowi Sering "Nge-vlog"

Kompas.com - 25/04/2017, 15:18 WIB
Presiden Joko Widodo mengabadikan vlog bersama Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al-Saud saat santap makan siang di Istana Bogor, Rabu (1/3/2017). Facebook Presiden Joko WidodoPresiden Joko Widodo mengabadikan vlog bersama Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al-Saud saat santap makan siang di Istana Bogor, Rabu (1/3/2017).
|
EditorKrisiandi

PURWAKARTA, KOMPAS.com - Belakangan, Presiden Joko Widodo gemar membuat video blog atau yang disingkat ' vlog'.

Saat di meja makan bersama Raja Arab Saudi Salman din Abdulazis al-Saud, Jokowi 'nge-vlog'. Saat membuka pertandingan Piala Presiden di Solo, Jokowi pun 'nge-vlog'.

Beberapa waktu terakhir, Jokowi membuka ruang pertanyaan melalui Youtube. Jokowi membalas pertanyaan-pertanyaan itu pun dengan membuat 'vlog'.

Lantas, mengapa 'vlog', Pak Jokowi?


(Baca: Sambil Makan Siang, Jokowi "Nge-vlog" Bareng Raja Salman)

"Lebih efektif apabila kita menggunakan media sosial," ujar Jokowi ketika berbincang santai dengan wartawan di rumah makan sate maranggi, Purwakarta, Jawa Barat, Selasa (25/4/2017).

Secara khusus, Jokowi memang ingin menyentuh kalangan muda dengan informasi soal apa saja yang pemerintah telah kerjakan.

Jokowi mengakui, dibutuhkan saluran tersendiri agar masyarakat, utamanya generasi muda, dapat berkomunikasi dengan pemerintah.

(Baca: Jokowi Bikin Vlog soal Kelahiran Anak Kambing di Istana Bogor)

Sebaliknya, pemerintah juga memerlukan saluran tersendiri agar dapat lebih leluasa berkomunikasi dengan masyarakat.

"Saya juga melakukan tanya jawab untuk menanyakan masalah-masalah yang ada di lapangan kepada generasi muda kita untuk kemudian saya jawab," ujar Jokowi.

"Cara-cara seperti itu yang akan bisa menjelaskan perkembangan setiap program sehingga komunikasi kita dengan anak-anak muda dan rakyat selalu terhubung," lanjut dia.

Presiden menerangkan, vlog yang dibuatnya itu seringkali muncul dari spontanitas terhadap apa yang ia lihat di lapangan.

Ia mencontohkan proses pembuatan vlog di Waduk Sei Gong di Batam, Kepulauan Riau, yang diunggahnya 31 Maret 2017 lalu.

"Misalnya waktu ke waduk Sei Gong, kok pekerjanya banyak sekali. Saya tanya dari mana saja asal mereka. Ada yang dari Medan, Tanjung Pinang, Balikpapan, Makassar, NTT, macam-macam, langsung spontan saat itu saya buat vlognya," ujar Jokowi.

(Baca: Jokowi "Nge-vlog" Sambil Makan Bakso)

Melalui vlog-nya, Jokowi ingin menunjukan kepada masyarakat bahwa Indonesia memang terdiri dari berbagai macam suku, ras, bahasa dan agama.

Jika dikelola dengan baik, keberagaman itu akan menjadi kekuatan bangsa.

"Untuk menunjukkan bahwa yang bekerja di situ dari Sabang sampai Merauke dan setiap proyek itu pasti akan membuka lapangan pekerjaan baru," ujar Jokowi.

Artinya, ada pesan moral dari setiap video blog yang diunggah Jokowi.

(Baca: Presiden Jokowi Unggah Vlog Perdana)

Lalu, apa vlog yang bakal dibuat Jokowi lagi? Ditanya demikian, Jokowi hanya tersenyum dan melangkah masuk ke mobilnya untuk melanjutkan kunjungan kerja.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kejagung Periksa 15 Nasabah Jiwasraya yang Komplain Rekening Efeknya Diblokir

Kejagung Periksa 15 Nasabah Jiwasraya yang Komplain Rekening Efeknya Diblokir

Nasional
Kasus Jiwasraya, Kejagung Kembali Periksa Presdir PT TRAM Heru Hidayat

Kasus Jiwasraya, Kejagung Kembali Periksa Presdir PT TRAM Heru Hidayat

Nasional
RUU Cipta Kerja Atur Pers, IJTI Khawatir Pemerintah Berlaku Otoriter

RUU Cipta Kerja Atur Pers, IJTI Khawatir Pemerintah Berlaku Otoriter

Nasional
Langkah Pemerintah Mendata Terduga Teroris Pelintas Batas Dinilai Tepat

Langkah Pemerintah Mendata Terduga Teroris Pelintas Batas Dinilai Tepat

Nasional
Kejagung Teliti Berkas Kasus Paniai, Bakal Beri Jawaban dalam 1-2 Hari

Kejagung Teliti Berkas Kasus Paniai, Bakal Beri Jawaban dalam 1-2 Hari

Nasional
Mahfud: RUU Cipta Kerja Belum Final, Silakan Beri Masukan

Mahfud: RUU Cipta Kerja Belum Final, Silakan Beri Masukan

Nasional
Desak RUU Penyiaran Segera Disahkan, KPI Minta Komitmen Seluruh Pihak

Desak RUU Penyiaran Segera Disahkan, KPI Minta Komitmen Seluruh Pihak

Nasional
Bantah Haris Azhar, KPK Sebut Penetapan DPO Nurhadi Bukan Formalitas

Bantah Haris Azhar, KPK Sebut Penetapan DPO Nurhadi Bukan Formalitas

Nasional
Mahfud Tegaskan Pasal 170 RUU Cipta Kerja Akan Diperbaiki di DPR

Mahfud Tegaskan Pasal 170 RUU Cipta Kerja Akan Diperbaiki di DPR

Nasional
Pengamat: Tak Heran jika RUU Cipta Kerja Lebih Berpihak pada Pengusaha

Pengamat: Tak Heran jika RUU Cipta Kerja Lebih Berpihak pada Pengusaha

Nasional
Mahfud MD: Omnibus Law Bukan Istilah Resmi, tapi RUU Cipta Kerja

Mahfud MD: Omnibus Law Bukan Istilah Resmi, tapi RUU Cipta Kerja

Nasional
Omnibus Law RUU Cipta Kerja Seret Dua Pasal Tentang Pers, AJI: Lawan!

Omnibus Law RUU Cipta Kerja Seret Dua Pasal Tentang Pers, AJI: Lawan!

Nasional
Periksa Anggota Keluarga Wahyu Setiawan, KPK Dalami Aliran Uang

Periksa Anggota Keluarga Wahyu Setiawan, KPK Dalami Aliran Uang

Nasional
Anggota Komisi III Sebut Pasal 170 RUU Cipta Kerja Bertentangan dengan UU PPP

Anggota Komisi III Sebut Pasal 170 RUU Cipta Kerja Bertentangan dengan UU PPP

Nasional
Diminta Stop Bicara ke Media, Kepala BPIP Akan Bentuk Tim Humas

Diminta Stop Bicara ke Media, Kepala BPIP Akan Bentuk Tim Humas

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X