Kemenlu: Myanmar Telah Buka Akses Bantuan Kemanusiaan bagi Warga Rohingya

Kompas.com - 23/11/2016, 16:54 WIB
Juru bicara Kementerian Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir saat memberikan keterangan di Ruang Palapa, Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Rabu (23/11/2016). Kristian ErdiantoJuru bicara Kementerian Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir saat memberikan keterangan di Ruang Palapa, Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Rabu (23/11/2016).
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com — Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir mengatakan, Pemerintah Myanmar telah membuka akses bantuan kemanusiaan bagi warga Rohingya pasca-serangan militer di perbatasan Myanmar-Banglades bulan lalu.

"Pemerintah Myanmar sudah membuka akses bantuan humanitarian untuk membantu korban yang sebagian besar warga etnis Rohingya," ujar Arrmanatha saat memberikan keterangan pers, di Ruang Palapa, Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Rabu (23/11/2016).

Pemerintah Indonesia tidak tinggal diam merespons kekerasan terhadap warga Rohingya di Rakhine, bagian utara Myanmar itu.

Arrmanatha mengatakan, pemerintah selalu proaktif dalam memberikan bantuan kepada Myanmar dalam konteks reformasi dan pembangunan yang inklusif.

Artinya, pembangunan yang saat ini berjalan di Myanmar juga harus bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat, termasuk kelompok minoritas warga Muslim Rohingya.

"Indonesia tidak tinggal diam. Kerja sama yang baik antara Indonesia dan Myanmar terus dilakukan dalam konteks reformasi dan pembangunan yang inklusif," kata Arrmanatha.

Arrmanatha menjelaskan, permasalahan yang dihadapi Myanmar saat ini tidak jauh berbeda dari persoalan di Indonesia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebagai negara multi-etnis, Myanmar juga menghadapi masalah gerakan separatisme yang diinisiasi oleh Rohingya Solidarity Organization (RSO).

"Organisasi ini masuk dalam daftar PBB sebagai organisasi teroris. Namun, Indonesia terus mengingatkan pentingnya penyelesaian yang berlandaskan HAM dan pembangunan yang inklusif," kata dia.

Sejak serangan maut di perbatasan Myanmar-Banglades bulan lalu, Pemerintah Myanmar mengerahkan militernya ke kawasan yang banyak dihuni etnis Rohingya.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PPKM Level 3 Batal, Epidemiolog Kritik Pertimbangan Pemerintah

PPKM Level 3 Batal, Epidemiolog Kritik Pertimbangan Pemerintah

Nasional
Menko Airlangga Sebut Penanganan Pandemi Covid-19 Butuh Kolaborasi Global

Menko Airlangga Sebut Penanganan Pandemi Covid-19 Butuh Kolaborasi Global

Nasional
Aji Mumpung: Tunjangan, Mobil Dinas, Dana Dapil, Keruklah Selagi Bisa!

Aji Mumpung: Tunjangan, Mobil Dinas, Dana Dapil, Keruklah Selagi Bisa!

Nasional
Pukat UGM: Tidak Ada Bukti Ilmiah Hukuman Mati Efektif Beri Efek Jera Korupsi

Pukat UGM: Tidak Ada Bukti Ilmiah Hukuman Mati Efektif Beri Efek Jera Korupsi

Nasional
PPKM Level 3 Se-Indonesia Batal, Kemenkes: Tetap Ada Pembatasan Mobilitas

PPKM Level 3 Se-Indonesia Batal, Kemenkes: Tetap Ada Pembatasan Mobilitas

Nasional
Pesawat C-130 Hercules TNI AU Kirim 12 Ton Bansos untuk Warga Terdampak Erupsi Semeru

Pesawat C-130 Hercules TNI AU Kirim 12 Ton Bansos untuk Warga Terdampak Erupsi Semeru

Nasional
Rapat Paripurna, DPR Sahkan 40 RUU Masuk Prolegnas Prioritas 2022

Rapat Paripurna, DPR Sahkan 40 RUU Masuk Prolegnas Prioritas 2022

Nasional
Cegah Kasus Covid-19, Pemerintah Larang Perayaan Tahun Baru 2022

Cegah Kasus Covid-19, Pemerintah Larang Perayaan Tahun Baru 2022

Nasional
DPR Perpanjang Masa Pembahasan 5 RUU, Ada RUU PDP-RUU Landas Kontinen

DPR Perpanjang Masa Pembahasan 5 RUU, Ada RUU PDP-RUU Landas Kontinen

Nasional
PPKM Level 3 Se-Indonesia Batal, Mendagri: Bukan Sesuatu yang Aneh

PPKM Level 3 Se-Indonesia Batal, Mendagri: Bukan Sesuatu yang Aneh

Nasional
PPKM Luar Jawa-Bali Diperpanjang, Ini Daftar Daerah Berstatus Level 3

PPKM Luar Jawa-Bali Diperpanjang, Ini Daftar Daerah Berstatus Level 3

Nasional
Wapres Tekankan Transformasi ASN Harus Diiringi Penguatan Nilai

Wapres Tekankan Transformasi ASN Harus Diiringi Penguatan Nilai

Nasional
KPK Beberkan 3 Model Strategi Pemberantasan Korupsi

KPK Beberkan 3 Model Strategi Pemberantasan Korupsi

Nasional
Siapkan SDM Unggul, Kementerian KP Lantik Taruna Politeknik KP Dumai

Siapkan SDM Unggul, Kementerian KP Lantik Taruna Politeknik KP Dumai

Nasional
Penuhi Target Akhir Tahun WHO, Menlu Dorong Percepatan Vaksinasi Covid-19

Penuhi Target Akhir Tahun WHO, Menlu Dorong Percepatan Vaksinasi Covid-19

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.