Wiranto: Empat ABK Akan Tiba di Tanah Air Tak Sampai Sepekan

Kompas.com - 23/09/2016, 20:33 WIB
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Wiranto di kampus IPDN Jatinangor, Jawa Barat, Senin (8/8/2016). Ambaranie Nadia K.MMenteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Wiranto di kampus IPDN Jatinangor, Jawa Barat, Senin (8/8/2016).
|
EditorKrisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto mengatakan empat sandera yang telah dibebaskan Abu Sayyaf akan dipulangkan dalam waktu dekat.

"Tidak sampai seminggu akan pulang," kata Wiranto di Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat (23/9/2016).

Pembebasan empat sandera dilakukan secara bertahap. (Baca: Abu Sayyaf Bebaskan Satu Sandera Asal Indonesia)

Tiga orang ABK telah dibebaskan lebih dulu bersama warga negara Norwegia pada Minggu (18/9/2016).

Ketiga ABK itu bernama Lorence Koten, Theodorus Kopong, dan Emanuel. Mereka berasal dari Nusa Tenggara Timur.

Mereka merupakan ABK pukat penangkap ikan LLD 113/5/F berbendera Malaysia dan diculik di perairan Lahad Datu, Malaysia pada bulan Juli lalu.

Satu sandera yang dibebaskan setelahnya bernama Herman Manggak. Herman adalah nelayan asal Bulukumba, Sulsel, yang bekerja di kapal ikan berbendera Malaysia.

Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri Lalu Muhammad Iqbal sebelumnya mengatakan, Herman telah diserahkan kepada Konsul Jenderal RI Davao Berlian Napitupulu dan akan menjalani pemulihan trauma.

(Baca: Upayakan Pembebasan Sandera, Wiranto Tegaskan Indonesia Tak Mau Jadi "ATM" Kelompok Separatis)

Menurut Wiranto, keempat ABK itu akan berangkat menuju Indonesia secara bersama-sama "Pulangnya sama-sama. Masih dalam proses," ucap Wiranto.

Kompas TV Abu Sayyaf Bebaskan 3 Sandera Indonesia

 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menlu Minta China Hadirkan Warganya sebagai Saksi di Kasus Kapal Long Xing 629

Menlu Minta China Hadirkan Warganya sebagai Saksi di Kasus Kapal Long Xing 629

Nasional
Periksa Dua Saksi Kasus Nurhadi, Ini yang Didalami KPK

Periksa Dua Saksi Kasus Nurhadi, Ini yang Didalami KPK

Nasional
Eks Dirut PT Pilog Diperiksa KPK, Ditanya soal Penerimaan Uang

Eks Dirut PT Pilog Diperiksa KPK, Ditanya soal Penerimaan Uang

Nasional
Bahar Smith Dipindahkan ke Lapas Gunung Sindur dari Nusakambangan

Bahar Smith Dipindahkan ke Lapas Gunung Sindur dari Nusakambangan

Nasional
Jubir Pemerintah Akui Diksi New Normal Salah, Ganti dengan Adaptasi Kebiasaan Baru

Jubir Pemerintah Akui Diksi New Normal Salah, Ganti dengan Adaptasi Kebiasaan Baru

Nasional
Peminat Kartu Prakerja Tinggi, Airlangga: 1,7 Juta Orang Terverifikasi Terima Pelatihan Offline

Peminat Kartu Prakerja Tinggi, Airlangga: 1,7 Juta Orang Terverifikasi Terima Pelatihan Offline

Nasional
Kampanye Akbar Pilkada Hanya Dapat Digelar dengan Persetujuan Gugus Tugas Covid-19

Kampanye Akbar Pilkada Hanya Dapat Digelar dengan Persetujuan Gugus Tugas Covid-19

Nasional
Sebelum Vaksin Covid-19 Ditemukan, Airlangga Minta Masyarakat Tetap Waspada

Sebelum Vaksin Covid-19 Ditemukan, Airlangga Minta Masyarakat Tetap Waspada

Nasional
Ahli Epidemiologi: Asrama Rawan Jadi Klaster Baru Covid-19

Ahli Epidemiologi: Asrama Rawan Jadi Klaster Baru Covid-19

Nasional
Periksa 4 Saksi Kasus PT DI, KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang dari Mitra Penjualan

Periksa 4 Saksi Kasus PT DI, KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang dari Mitra Penjualan

Nasional
KPU: Protokol Kesehatan di 270 Daerah Penyelenggara Pilkada Diatur Sama

KPU: Protokol Kesehatan di 270 Daerah Penyelenggara Pilkada Diatur Sama

Nasional
Cerita Yurianto yang Dijuluki 'Pembawa Berita Kematian' karena Sampaikan Data Covid-19

Cerita Yurianto yang Dijuluki "Pembawa Berita Kematian" karena Sampaikan Data Covid-19

Nasional
Kemenag: Jika Syarat Belajar di Pesantren Saat Pandemi Dipenuhi, Covid-19 Bisa Dicegah

Kemenag: Jika Syarat Belajar di Pesantren Saat Pandemi Dipenuhi, Covid-19 Bisa Dicegah

Nasional
Penerapan Pancasila Redup, Rektor UNS: BPIP Adalah Jawaban

Penerapan Pancasila Redup, Rektor UNS: BPIP Adalah Jawaban

Nasional
Muhadjir: Kementerian/Lembaga di Bawah Menko PMK Nanti Hanya Mengacu Satu Data

Muhadjir: Kementerian/Lembaga di Bawah Menko PMK Nanti Hanya Mengacu Satu Data

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X