Polri Duga Cerita Freddy Budiman Sekadar Upaya Lolos dari Hukuman Mati

Kompas.com - 01/08/2016, 20:00 WIB
Ambaranie Nadia K.M Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar mengatakan, kepolisian masih mengumpulkan sejumlah bukti penguat terkait cerita yang dibeberkan Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Haris Azhar.

Cerita terkait dugaan keterlibatan aparat dalam peredaran narkotika itu, diklaim Haris merupakan informasi dari Freddy Budiman, gembong narkoba yang dieksekusi mati akhir pekan lalu. 

Polri mencoba mendalami cerita tersebut, apakah berlandaskan fakta atau hanya beban batin karena Freddy sedang menghadapi eksekusi mati.

(Baca: Kontras Ungkap "Curhat" Freddy Budiman soal Keterlibatan Oknum Polri dan BNN)

"Kita tahu semua orang yang mendapatkan hukuman, apalagi hukuman mati tentu pasti berupaya dengan segala cara untuk mencari pembenaran agar bisa lolos dari hukuman mati," ujar Boy di Mabes Polri, Jakarta, Senin (1/7/2016).

Boy mengatakan, jangankan bandar narkoba seperti Freddy, pencuri sekalipun kerap tak mengakui perbuatannya saat ditangkap polisi.

Meski begitu, informasi dari Haris dijadikan dasar penyelidikan internal untuk mencari oknum-oknum yang dimaksud.

"Untuk melihat sejauh mana hasil penelusuran ini, kuatkah persangkaan-persangkaan percakapan itu," kata Boy.

(Baca: Sebelum Ungkap "Curhat" Freddy Budiman, Haris Azhar Sempat Hubungi Pihak Istana)

"Kalau tidak, kita harus berpikir proporsional dan rasional, tidak bisa berdasarkan asumsi-asumsi, membangun suatu opini dalam peristiwa itu," lanjut dia.

Boy mengatakan, Polri mengedepankan aturan hukum yang berlaku. Informasi yang didapatkan dari Haris akan didalami.

Meski begitu, penyelidikan akan menemui kendala ketika dibutuhkan keterangan dari pihak yang berkenaan langsung dengan hal itu, yakni Freddy sendiri.

"Kalau itu dikatakan sebagai tuduhan, persangkaan, perbuatan pelanggaran hukum kita kembalikan mekanismenya secara hukum dalam proses pembuktiannya," kata Boy.

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


EditorKrisiandi
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Close Ads X