"Jokowi Harus Mencari Mana Menteri yang Benar, Mana yang Salah"

Kompas.com - 05/03/2016, 11:10 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam acara Hari Pers Nasional di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Selasa (9/2/2016). PRESIDENTIAL PALACE/ Agus SupartoPresiden Joko Widodo (Jokowi) dalam acara Hari Pers Nasional di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Selasa (9/2/2016).
|
EditorIcha Rastika
JAKARTA, KOMPAS.com - Politisi PDI Perjuangan Andreas Pereira meminta Presiden Joko Widodo lebih bijaksana dalam menyelesaikan kegaduhan terkait para menteri.

Penyelesaian yang tidak bijaksana dinilainya dapat merugikan pemerintah. "Presiden harus arif, jangan sampai akibatnya malah fatal," ujar Andreas dalam diskusi Perspektif Indonesia di Menteng, Jakarta, Sabtu (5/3/2016).

Menurut Andreas, langkah yang dilakukan Jokowi tidak cukup jika hanya memberikan pernyataan-pernyataan tegas untuk mengingatkan para menteri yang berselisih. (Baca: Jokowi: Menteri Jangan Ributkan Hal yang Belum Saya Putuskan!).

Sementara itu, di sisi lain, Jokowi tidak bisa begitu saja mengganti para menteri yang terlibat perselisihan.

Sebab, menurut Andreas, semua menteri yang terlibat perselisihan belum tentu salah. Masing-masing menteri memiliki pandangan dan pemikiran masing-masing yang bisa saja berbeda terkait satu hal.

Bisa jadi pula pendapat yang dipertahankan masing-masing menteri tersebut mengandung kebenaran. (Baca: Ketua DPD Minta Para Menteri Tak Hanya Berdebat Tanpa Hasil).

"Kalau semua ribut lalu diganti, itu tidak benar juga. Jokowi harus mencari mana yang benar, mana yang salah," kata Andreas.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X