Bahas Pembelian Pesawat Amfibi dengan Jepang, Ketua DPR Pastikan MoU Berjalan

Kompas.com - 13/11/2015, 21:56 WIB
Delegasi DPR RI bertemu Perdana Menteri Jepang Shinzo di Kantor PM Jepang,
Tokyo, Rabu (12/11/2015).
IhsanuddinDelegasi DPR RI bertemu Perdana Menteri Jepang Shinzo di Kantor PM Jepang, Tokyo, Rabu (12/11/2015).
Penulis Ihsanuddin
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua DPR Setya Novanto mengatakan, dia dan delegasi DPR memang membahas pembelian alat utama sistem pertahanan saat bertemu Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe.

Salah satu yang dibahas adalah pembelian pesawat Amfibi US2 dari Negeri Sakura itu.

Menurut Novanto, pembahasan tersebut bukan lah membuat suatu kesepakatan baru.

Namun, dia hanya sekedar menindaklanjuti nota kesepahaman yang sudah ditandatangani oleh pemerintah Indonesia dan Jepang, saat Presiden Joko Widodo bertemu Shinzo Abe Maret lalu.

"Dalam pertemuan itu, kami ingin menekankan lagi agar MoU dalam bidang pertahanan itu berjalan," kata Novanto kepada Kompas.com, Jumat (13/11/2015).

Menurut Novanto, Jepang saat ini memiliki alutsista dengan kualitas nomor satu. Jika ingin kuat dalam bidang pertahanan, maka kerjasama dengan jepang adalah opsi yang terbaik.

"Pesawat amfibi itu bisa mendarat di atas air walau ombaknya setinggi tiga meter," ujar dia.

Selain membahas alutsista, Delegasi DPR dan PM Jepang juga banyak membahas kerja sama mengenai keamanan di Asia Pasifik, khususnya di Laut China Selatan.

Kerja sama dalam bidang bisnis dan investasi yang bisa menguntungkan kedua pihak juga ikut dibahas.

"Yang penting kerjsama ini menguntungkan kedua negara. Teknisnya seperti apa itu kita serahkan pemerintah," ujarnya.

Pertemuan Delegasi DPR dan Shinzo Abe berlangsung di Kantor PM Jepang, Tokyo, Rabu (11/11/2015) lalu.

Menanggapi pertemuan itu, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu tidak mau ambil pusing. (Baca: Ketua DPR Bertemu PM Jepang Bahas Pembelian Amfibi, Ini Kata Menhan)

"Ya dia (Setya Novanto) pengin saja kali," ujar Ryamizard di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (13/11/2015).



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Moeldoko yang Bilang Tak Tahu-menahu KLB Demokrat hingga Didapuk Jadi Ketua Umum

Moeldoko yang Bilang Tak Tahu-menahu KLB Demokrat hingga Didapuk Jadi Ketua Umum

Nasional
KPK Perpanjang Masa Penahanan Eks Mensos Juliari Batubara

KPK Perpanjang Masa Penahanan Eks Mensos Juliari Batubara

Nasional
Pengamat: Manuver Moeldoko Ketahuan Sekali, Kurang Cantik dan Tidak Etis

Pengamat: Manuver Moeldoko Ketahuan Sekali, Kurang Cantik dan Tidak Etis

Nasional
AHY Sebut Sejak Awal Motif Moeldoko Tidak Berubah

AHY Sebut Sejak Awal Motif Moeldoko Tidak Berubah

Nasional
AHY Sebut Moeldoko Ketum Partai Demokrat Abal-abal Versi KLB Ilegal

AHY Sebut Moeldoko Ketum Partai Demokrat Abal-abal Versi KLB Ilegal

Nasional
Perludem: Perlu Ada Regulasi Adaptif untuk Selenggarakan Pemilu Saat Pandemi

Perludem: Perlu Ada Regulasi Adaptif untuk Selenggarakan Pemilu Saat Pandemi

Nasional
Nurdin Abdullah Sebut Uang yang Disita KPK untuk Masjid

Nurdin Abdullah Sebut Uang yang Disita KPK untuk Masjid

Nasional
AHY: Ada Kader yang Sudah Pindah Partai Ikut KLB di Sumut

AHY: Ada Kader yang Sudah Pindah Partai Ikut KLB di Sumut

Nasional
KPK Periksa Perdana Nurdin Abdullah Terkait Suap Infrastruktur di Sulsel

KPK Periksa Perdana Nurdin Abdullah Terkait Suap Infrastruktur di Sulsel

Nasional
AHY Tegaskan KLB di Sumatera Utara Tidak Sah, Ilegal dan Inkonstitusional

AHY Tegaskan KLB di Sumatera Utara Tidak Sah, Ilegal dan Inkonstitusional

Nasional
AHY: Moeldoko Pungkiri Pernyataannya Sendiri, Bukan Sikap Kesatria

AHY: Moeldoko Pungkiri Pernyataannya Sendiri, Bukan Sikap Kesatria

Nasional
Tanggapi KLB, AHY Tegaskan Masih Ketua Umum Partai Demokrat yang Sah

Tanggapi KLB, AHY Tegaskan Masih Ketua Umum Partai Demokrat yang Sah

Nasional
Profil Marzuki Alie, Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Versi KLB yang Sebelumnya Dipecat AHY

Profil Marzuki Alie, Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Versi KLB yang Sebelumnya Dipecat AHY

Nasional
Sebaran 6.971 Kasus Baru Covid-19, Jawa Barat Terbanyak dengan 1.786

Sebaran 6.971 Kasus Baru Covid-19, Jawa Barat Terbanyak dengan 1.786

Nasional
Demokrat Dinilai Bisa Berbenah Hadapi Efek KLB Buatan Kubu Kontra AHY

Demokrat Dinilai Bisa Berbenah Hadapi Efek KLB Buatan Kubu Kontra AHY

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X