Kompas.com - 11/11/2015, 20:50 WIB
Warga menunjukkan sisa panen padi di Desa Panyindangan, Kecamatan Sindang, Indramayu, Jawa Barat, Senin (17/8/2015). Warga mengaku gagal panen padi akibat sungai untuk irigasi mengalami kekeringan saat musim kemarau. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOWarga menunjukkan sisa panen padi di Desa Panyindangan, Kecamatan Sindang, Indramayu, Jawa Barat, Senin (17/8/2015). Warga mengaku gagal panen padi akibat sungai untuk irigasi mengalami kekeringan saat musim kemarau.
EditorSabrina Asril

JAKARTA, KOMPAS.com — Setelah bantahan dari berbagai pejabat soal impor beras, akhirnya pemerintah benar-benar memasukkan beras impor ke Indonesia. Beras asal Vietnam itu bahkan sudah mulai masuk ke Jakarta dan daerah-daerah lainnya.

"Sudah (beras impor masuk). Ada di banyak pelabuhan, bukan hanya Jakarta," kata Wakil Presiden Jusuf Kalla ditemui di Istana Wapres, Rabu (11/11/2015), seperti dikutip dari Antara.

Menurut Kalla, pelaksanaan impor beras dilakukan untuk memenuhi persediaan stok beras di beberapa daerah. Akibat El Nino, panen pun mundur karena kekeringan. (Baca: Mentan: Tak Ada Impor Beras Sepanjang 2015

Menurut data dari Bulog, sejumlah daerah telah menerima beras luar negeri untuk persediaan.

"Yang paling penting pemerintah menyiapkan cadangan (beras) nasional yang cukup. Nah, termasuk dari impor tidak apa-apa," kata Kalla. (Baca: Pemerintah Bahas Kuota Impor Tiga Komoditas ) 

Wapres menjelaskan, kekeringan pada Agustus hingga November 2015 memicu mundurnya masa panen gabah sehingga persediaan beras untuk tahun depan berkurang.

"Demi rakyat, bukan demi hanya satu orang untuk menjaga citra, tidak. Demi menjaga jangan harga beras naik," ucap dia. (Baca: Jokowi: Saya Malu Ketemu Presiden Vietnam, Ditanya Kapan Beli Beras Lagi? )

Pasokan minim

Sebelumnya, pada Rabu (4/11/2015), sebanyak 4.800 ton beras asal Vietnam tiba di Manado, Provinsi Sulawesi Utara.

Kepala Perum Bulog Divisi Regional Sulawesi Utara (Sulut) Sabaruddin Amrulla mengatakan, impor beras dilakukan untuk menjaga stok pangan di provinsinya yang mulai minim.

Sabaruddin mengatakan, impor beras dilakukan bagi daerah yang bukan merupakan daerah surplus beras dan stok pangannya menipis. (Baca: Belum Putuskan Impor Beras, Jokowi Masih Kaji Dampak El Nino )

Sementara itu, pada Minggu (8/11/2015), Bulog Merauke berencana mendatangkan beras impor dari Vietnam karena persediaan menipis akibat petani yang tidak mampu memenuhi kebutuhan.

"Untuk memenuhi kebutuhan beras di wilayah Sub Divre Merauke, maka harus didatangkan dari luar sebanyak 3.000 ton," kata Kepala Bulog Sub Divre Merauke Zulkarnaen Nurdin. (Baca: Jokowi: Kalau Impor Beras, Petani Kita Mau Makan Apa? )

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.