Program Bela Negara secara Sukarela, Tak Ada Sanksi bagi yang Tak Ikut

Kompas.com - 19/10/2015, 10:28 WIB
KOMPAS/RIZA FATHONI Bendera Merah Putih raksasa dikibarkan oleh anggota TNI dan anggota Pramuka di Tugu Monas, Jakarta, Jumat (19/12/2014). Pengibaran bendera Merah Putih tersebut merupakan puncak peringatan Hari Bela Negara sekaligus tercatat dalam rekor dunia dengan kategori bendera terbesar di dunia dengan ukuran 2.250 meter persegi.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah tidak akan mewajibkan seluruh warga negara mengikuti program bela negara yang diinisiasi Kementerian Pertahanan. Tidak ada sanksi apa pun bagi warga negara tidak mengikuti program tersebut.

"Tidak ada yang wajib. Kalau anda mau daftar, dan misalnya ada 50 orang lain yang ingin dilatih, ya kita akan bentuk," ujar Direktur Jenderal Potensi Pertahanan Kemenhan Timbul Siahaan dalam wawancara dengan Kompas.com, Jumat (16/10/2015).

Menurut Timbul, peserta program bela negara adalah orang-orang yang dengan sukarela mengajukan dirinya untuk dilatih selama jangka waktu tertentu.

Tanpa melalui program dari Kemenhan, lembaga swasta maupun pemerintah dapat mengajukan permintaan pelatihan.

Contohnya seperti dalam program yang telah dijadwalkan Kemenhan di 45 kabupaten/kota pada hari ini.

Di situ, setiap warga di wilayah tersebut dapat mengajukan dirinya untuk mengikuti pelatihan tanpa dipungut biaya. Kemenhan membatasi peserta setiap kabupaten berjumlah 100 orang.

"Seperti di Bangka Belitung, mereka mau tambah lagi seratus orang dengan biaya pemda. Tapi kita coba cek apakah barak atau tempat diklat memadai. Jangan sampai semua ikut, tapi nilai bela negaranya hilang karena tempatnya berdesakan," kata Timbul.

Menurut Timbul, banyak yang salah mempersepsikan pernyataan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu bahwa warga negara yang tidak mau mengikuti program tersebut harus keluar dari wilayah NKRI.

Pernyataan Ryamizard itu, kata Timbul, merupakan bentuk penyemangat bagi warga negara. Timbul menegaskan bahwa program ini bukanlah kegiatan wajib militer.

"Jadi kami ingin menunjukkan bahwa siapa pun bisa ikut program ini," kata Timbul.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorLaksono Hari Wiwoho

Close Ads X