Kabareskrim Anang Iskandar Yakinkan Kasus Pelindo II Jalan Terus

Kompas.com - 09/09/2015, 16:06 WIB
Pejabat lama Kabareskrim, Komjen Pol Budi Waseso (kiri) bersama pejabat baru Komjen Pol Anang Iskandar saat upacara serah terima jabatan di Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (7/9/2015). Komjen Pol Anang Iskandar dilantik menggantikan Komjen Pol Budi Waseso yang akan menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN). TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN IRWAN RISMAWANPejabat lama Kabareskrim, Komjen Pol Budi Waseso (kiri) bersama pejabat baru Komjen Pol Anang Iskandar saat upacara serah terima jabatan di Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (7/9/2015). Komjen Pol Anang Iskandar dilantik menggantikan Komjen Pol Budi Waseso yang akan menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN). TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Bareskrim Polri Komjen Anang Iskandar meminta penanganan perkara korupsi mobile crane di PT Pelindo II oleh Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus dan Direktorat Tindak Pidana Korupsi tidak dijadikan polemik.

"Istilahnya sama-sama (berada) di satu bus kota kok. Kan penyidik Polri satu, Bareskrim," ujar Anang di Mabes Polri, Rabu (9/9/2015) siang.

Yang terpenting, lanjut mantan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) itu, perkara yang menyeret nama Direktur Utama PT Pelindo II Richard Joos Lino sebagai terperiksa tersebut tetap berjalan dan penyidik menetapkan siapa tersangkanya. Anang meminta publik dan media massa bersabar menunggu perkembangan perkara tersebut.

"Satu saja belum selesai. Nanti kan ada tahap-tahapannya. Proses itu memerlukan waktu," ujar Anang.

Ketika ditanyakan kembali mengapa perkara dugaan korupsi mobile crane dilimpahkan ke Dittipikor, termasuk apakah pelimpahan itu perintahnya, Anang tak menjawab lagi. Anang mengaku dipanggil pimpinan Polri sehingga terburu-buru.

"Sudah ya, saya dipanggil. Pokoknya kasus itu ditindaklanjuti, silakan pantau," ujar Anang seraya masuk ke kantor Kapolri.

Perkara yang mulai disidik Agustus 2015 itu sendiri saat ini tidak hanya ditangani penyidik Dittipideksus saja, tetapi juga ditangani oleh Dittipikor. Dittipideksus mengusut unsur pencucian uang, sementara Dittipikor mengusut unsur korupsinya.

Sejauh ini, penyidik telah menetapkan seorang tersangka, yakni Direktur Operasi dan Teknik PT Pelindo II berinisial FN. Dalam waktu dekat, penyidik juga akan memeriksa RJ Lino.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Saat KPK Sebut Singapura 'Surganya Para Koruptor', Respons, dan Permintaan Maaf

Saat KPK Sebut Singapura "Surganya Para Koruptor", Respons, dan Permintaan Maaf

Nasional
UPDATE Gempa Malang: 8 Orang Meninggal, 3 Luka Berat

UPDATE Gempa Malang: 8 Orang Meninggal, 3 Luka Berat

Nasional
Menko PMK Minta Pemda Beri Perhatian Pencarian Talenta Muda Sepak Bola

Menko PMK Minta Pemda Beri Perhatian Pencarian Talenta Muda Sepak Bola

Nasional
MUI: Cegah Terorisme di Kalangan Anak Muda Perlu Perhatian Semua Pihak

MUI: Cegah Terorisme di Kalangan Anak Muda Perlu Perhatian Semua Pihak

Nasional
Polri: 12 Tersangka Teroris di Jakarta Tak Terafiliasi JAD dan JI

Polri: 12 Tersangka Teroris di Jakarta Tak Terafiliasi JAD dan JI

Nasional
UPDATE: 1,56 Juta Kasus Covid-19 dan Imbauan Wapres soal Tarawih di Zona Merah

UPDATE: 1,56 Juta Kasus Covid-19 dan Imbauan Wapres soal Tarawih di Zona Merah

Nasional
BNPT Ajak Tokoh Lintas Agama Bikin Program Tangkal Radikalisme

BNPT Ajak Tokoh Lintas Agama Bikin Program Tangkal Radikalisme

Nasional
Pemerintah Kaji Pertandingan Sepak Bola dengan Penonton Saat Pandemi

Pemerintah Kaji Pertandingan Sepak Bola dengan Penonton Saat Pandemi

Nasional
Menkumham Sebut Pemerintah Akan Bangun Tiga Lapas Khusus Teroris di Nusakambangan

Menkumham Sebut Pemerintah Akan Bangun Tiga Lapas Khusus Teroris di Nusakambangan

Nasional
Berembus Isu 'Reshuffle' akibat Penggabungan Kemenristek dan Kemendikbud, Sekjen PDI-P: Serahkan ke Presiden

Berembus Isu "Reshuffle" akibat Penggabungan Kemenristek dan Kemendikbud, Sekjen PDI-P: Serahkan ke Presiden

Nasional
Sekjen PDI-P Ungkap Pertemuan Jokowi dan Megawati Pekan Lalu, Ini yang Dibahas

Sekjen PDI-P Ungkap Pertemuan Jokowi dan Megawati Pekan Lalu, Ini yang Dibahas

Nasional
UPDATE Gempa Malang: 7 Orang Meninggal Dunia, 2 Luka Berat

UPDATE Gempa Malang: 7 Orang Meninggal Dunia, 2 Luka Berat

Nasional
Berdasarkan Data BNPB, Ada 174 Korban Jiwa akibat Banjir di NTT, 48 Orang Masih Hilang

Berdasarkan Data BNPB, Ada 174 Korban Jiwa akibat Banjir di NTT, 48 Orang Masih Hilang

Nasional
Menhan Prabowo Bentuk Detasemen Kawal Khusus untuk Tamu Militer Kemenhan

Menhan Prabowo Bentuk Detasemen Kawal Khusus untuk Tamu Militer Kemenhan

Nasional
Dibiayai APBN, Satgas BLBI akan Laporkan Hasil Kerja ke Menkeu dan Presiden

Dibiayai APBN, Satgas BLBI akan Laporkan Hasil Kerja ke Menkeu dan Presiden

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X