Indonesia-Swiss Mulai Perundingan soal "Mutual Legal Assistance" Bulan Depan

Kompas.com - 16/03/2015, 15:49 WIB
Kompas.com/SABRINA ASRIL Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi
JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia dan Swiss akan memulai tahap awal perundingan untuk membuat kesepakatan kerja sama Bantuan Hukum Timbal Balik atau Mutual Legal Assistance(MLA) pada April 2015.

Hal itu disampaikan Menteri Luar Negeri RI Retno L.P. Marsudi usai melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Swiss Didier Burkhalter di Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri RI di Jakarta, Senin (16/3/2015).

Dalam pertemuan bilateral itu, kedua Menlu mendiskusikan rencana untuk memulai negosiasi tentang kesepakatan Bantuan Hukum Timbal Balik (agreement on Mutual Legal Assistance/MLA).

"Pada awal April nanti tahap pertama negosiasi kesepakatan kerja sama MLA, dan kami sepakat mendorong agar kesepakatan itu bisa ditandatangani tahun ini," ujar Menlu Retno.

Menurut dia, kesepakatan Bantuan Hukum Timbal Balik atau MLA itu sangat penting bagi Indonesia. Sebab, kesepakatan itu menjadi dasar untuk menyita, membekukan, dan mengembalikan aset para pelaku kriminal.


Dalam konteks penyidikan, penuntutan dan eksekusi tindak kejahatan, kesepakatan MLA antara Indonesia dan Swiss akan memberi pesan kepada komunitas internasional bahwa kedua negara berkomitmen untuk memberantas kejahatan lintas negara.

Juru Bicara Kemlu RI Arrmanatha Nasir menyampaikan bahwa proses perundingan tahap awal untuk kesepakatan MLA itu akan dilakukan pada awal April 2015.

"Dengan Mutual Legal Assistance itu kita bisa saling membantu dalam konteks apabila ada hal-hal yang terkait dengan hukum di kedua belah negara, seperti apabila ada aset-aset yang kita perlu tarik kembali ke Indonesia," kata dia.

"Itu proses negosiasinya akan berlangsung mulai April, dan sudah ada kesepakatan antara kedua negara untuk mempercepat proses ini," lanjut Arrmanatha.


EditorBayu Galih
SumberAntara

Terkini Lainnya

Melalui Anaknya, Seorang Ibu Sumbang Sandiaga Uno Rp 500.000

Melalui Anaknya, Seorang Ibu Sumbang Sandiaga Uno Rp 500.000

Regional
Dukung Ma'ruf Amin, Ketua PWNU Jatim Sebut Masa Depan Negara di Tangan NU

Dukung Ma'ruf Amin, Ketua PWNU Jatim Sebut Masa Depan Negara di Tangan NU

Regional
Akar Masalah Mandeknya Dunia Riset Tanah Air Dinilai Belum Tersentuh Kedua Paslon

Akar Masalah Mandeknya Dunia Riset Tanah Air Dinilai Belum Tersentuh Kedua Paslon

Nasional
Menyangkut Masa Depan Bangsa, Pengamat Kecewa Imunisasi Tak Dibicarakan di Debat Ketiga

Menyangkut Masa Depan Bangsa, Pengamat Kecewa Imunisasi Tak Dibicarakan di Debat Ketiga

Nasional
Pengungsi Banjir Bandang di Jayapura Butuh Selimut dan Tenda

Pengungsi Banjir Bandang di Jayapura Butuh Selimut dan Tenda

Regional
Terbukti Bersalah, Mantan Direktur Keuangan Pertamina Tak Dihukum Uang Pengganti

Terbukti Bersalah, Mantan Direktur Keuangan Pertamina Tak Dihukum Uang Pengganti

Nasional
Atasi Pengangguran, Kedua Paslon Dinilai Tak Manfaatkan Infrastruktur yang Ada

Atasi Pengangguran, Kedua Paslon Dinilai Tak Manfaatkan Infrastruktur yang Ada

Nasional
2 Jenazah WNA Malaysia Korban Longsoran Air Terjun di Lombok Dipulangkan

2 Jenazah WNA Malaysia Korban Longsoran Air Terjun di Lombok Dipulangkan

Regional
Korban Ungkap Teroris di Selandia Baru Bingung dengan Denah Masjid

Korban Ungkap Teroris di Selandia Baru Bingung dengan Denah Masjid

Internasional
Ketika Matematika Digunakan untuk Menangani Wabah Penyakit

Ketika Matematika Digunakan untuk Menangani Wabah Penyakit

Edukasi
Polisi Tangkap 2 Penjambret Mahasiswi di Kupang, 1 Pelaku Ditembak

Polisi Tangkap 2 Penjambret Mahasiswi di Kupang, 1 Pelaku Ditembak

Regional
KPK Temukan Uang di Ruangan Menterinya, Ini Tanggapan Kementerian Agama

KPK Temukan Uang di Ruangan Menterinya, Ini Tanggapan Kementerian Agama

Nasional
Menurut Pengamat, Ini Alasan Mengapa Ma'ruf Tampil 'di Luar Ekspektasi' saat Debat Ketiga

Menurut Pengamat, Ini Alasan Mengapa Ma'ruf Tampil "di Luar Ekspektasi" saat Debat Ketiga

Nasional
Kekerasan Seksual Itu Bernama 'Revenge Porn', Apa Itu? Ini 6 Tandanya

Kekerasan Seksual Itu Bernama "Revenge Porn", Apa Itu? Ini 6 Tandanya

Edukasi
Banjir di Gunungkidul, Puluhan Kepala Keluarga Masih Mengungsi

Banjir di Gunungkidul, Puluhan Kepala Keluarga Masih Mengungsi

Regional

Close Ads X