Kompas.com - 09/09/2014, 18:20 WIB
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi tak mempersoalkan penolakan presiden terpilih Joko Widodo terhadap mobil Mercedes-Benz yang baru saja dibeli pemerintah. Menurut dia, pemerintah sekarang hanya menjalankan anggaran yang ada.

"Menolak, ya silakan. Ini kan kewajiban kami karena anggarannya itu sudah dibahas bersama DPR. Tentu kami berkewajiban untuk menggunakan anggaran itu," kata Sudi, di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (9/9/2014).

Sudi mengatakan, pemerintahan saat ini juga tidak bisa mewajibkan pemerintah mendatang menggunakan mobil baru.

"Kalau setelah kami beli, Beliau ndak pakai atau dijual lagi, ya itu urusan pemerintahan yang baru. Akan tetapi, kewajiban kami untuk menyediakan itu," ujar dia.

Menurut Sudi, pembelian mobil Mercy ini tidak mungkin dibatalkan karena proses lelang sudah dilakukan.

Sebelumnya, Jokowi mengaku sempat dimintai saran oleh Menteri Sekretariat Negara Sudi Silalahi soal rencana pembelian mobil baru untuk jajaran kabinet.

"Tiga bulan lalulah, saya ditelepon. Saya bilang ndak usah saja, pakai mobil lama saja," ujar Jokowi, di Balaikota, Jakarta, Selasa (9/9/2014).

Saat itu, kata Jokowi, ia mempertimbangkan efisiensi anggaran. Jokowi mengaku ingin agar pejabat publik memiliki etos kerja yang tinggi tanpa harus disertai fasilitas yang tidak perlu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.