Politisi Senior PDI-P Sebut Megawati Berniat Rekonsiliasi dengan SBY

Kompas.com - 18/08/2014, 11:40 WIB
Putri Soekarno, Megawati Soekarnoputri dan Wakil Presiden Boediono hadir dalam pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Soekarno dan Muhammad Hatta yang diberikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara, Jakarta, Rabu (7/11/2012). Presiden dan Wakil Presiden pertama Republik Indonesia tersebut dinilai berperan penting dalam perjuangan kemerdekaan dan menggagas serta menciptakan landasan konsititusional Republik Indonesia yakni Undang-Undang Dasar 1945. KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES Putri Soekarno, Megawati Soekarnoputri dan Wakil Presiden Boediono hadir dalam pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Soekarno dan Muhammad Hatta yang diberikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara, Jakarta, Rabu (7/11/2012). Presiden dan Wakil Presiden pertama Republik Indonesia tersebut dinilai berperan penting dalam perjuangan kemerdekaan dan menggagas serta menciptakan landasan konsititusional Republik Indonesia yakni Undang-Undang Dasar 1945.
|
EditorSandro Gatra

JAKARTA, KOMPAS.com
 — Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri tak pernah memenuhi undangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk hadir dalam peringatan HUT RI di Kompleks Istana, Jakarta, selama 10 tahun belakangan. Megawati memilih hadir dalam upacara di Kantor DPP PDI-P di Lenteng Agung, Jakarta Selatan.

Politisi senior PDI-P, Sidarto Danusubroto, menampik bahwa Megawati enggan berdamai dengan SBY. Dia mengaku bahwa saat ini sudah ada niat Megawati untuk memperbaiki hubungan dengan SBY.

"Itu (ketidakhadiran Megawati ke Istana) sudah menjadi kebiasaan karena puluhan tahun beliau memimpin upacara di Lenteng Agung. Tidak ada kaitannya. Namun, spirit untuk rekonsiliasi itu saya tangkap ada," ujar Sidarto di Jakarta, Senin (18/8/2014).

Sidarto enggan berspekulasi kapan rekonsiliasi akan terjadi. "Ini hanya soal waktu," kata Ketua MPR itu.

Pihak Istana selalu mengundang presiden sebelumnya dan mantan wakil presiden beserta keluarganya untuk hadir dalam peringatan detik-detik Proklamasi di Istana setiap tahun. Namun, Presiden kelima RI Megawati kembali tak hadir saat peringatan pada Minggu (17/8/2014).

Banyak pihak yang mengaitkan alasan ketidakhadiran Megawati lantaran masih memiliki konflik pribadi dengan SBY. Hubungan keduanya diketahui renggang setelah SBY maju sebagai calon presiden dan mengalahkan Megawati pada Pilpres 2004 dan 2009.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X