Jokowi: Wiji Thukul Harus Ditemukan, Hidup atau Meninggal

Kompas.com - 09/06/2014, 15:40 WIB
Joko Widodo KOMPAS.com/Indra AkuntonoJoko Widodo
|
EditorHindra Liauw
JAKARTA, KOMPAS.com — Calon presiden Joko "Jokowi" Widodo menegaskan keberpihakannya terhadap kasus penculikan aktivis Wiji Thukul. Jokowi mengatakan, dalam kondisi apa pun, Wiji Thukul harus ditemukan.

"Harus ditemukan. Harus jelas. Bisa ketemu hidup atau meninggal," ujar Jokowi kepada wartawan di rumah relawan di Jalan Sukabumi, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (9/6/2014) siang.

"Harus jelas dong. Masa 13 orang bisa ndak ketemu tanpa kejelasan," lanjut Jokowi.

Proses pencarian orang hilang tersebut, lanjut Jokowi, merupakan bagian dari kebijakan besarnya terkait penuntasan kasus pelanggaran hak asasi manusia pada 1998. Jokowi menamakan upaya ini sebagai rekonsiliasi. Namun, sebelum melaksanakan rekonsiliasi, Jokowi mengatakan bahwa ia harus mengetahui terlebih dahulu siapa yang benar dan salah.

Jokowi tidak mengatakan lebih rinci terkait bagaimana ia mencari tahu soal pihak yang benar dan salah terkait hal ini. Jokowi mengatakan bahwa bangsa Indonesia tidak boleh dibebani masa lalu yang kelam. Proses yang dikemukakannya tadi, lanjutnya, diharapkan mampu menutup masa lalu bangsa demi membuka masa depan Indonesia yang lebih baik.

"Wiji Thukul itu, saya sangat kenal baik. Dia kan orang Solo. Anak-istrinya saya kenal. Puisi-puisinya saya juga tahu," ujarnya.

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X