Prabowo-Hatta Yakin Segera Salip Elektabilitas Jokowi-JK

Kompas.com - 04/06/2014, 16:16 WIB
Pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla (kiri) saat deklarasi di Gedong Joang, Jakarta, dan pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa saat deklarasi di Rumah Polonia, Jakarta, Senin (18/5/2014). TRIBUNNEWS/DANY PERMANA dan WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHAPasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla (kiri) saat deklarasi di Gedong Joang, Jakarta, dan pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa saat deklarasi di Rumah Polonia, Jakarta, Senin (18/5/2014).
Penulis Ihsanuddin
|
EditorI Made Asdhiana
JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional Drajad Wibowo meyakini, pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 1, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa akan segera menyalip elektabilitas pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 2, Joko Widodo-Jusuf Kalla.

"Sekarang ini jarak elektabilitas antara Jokowi-JK dan Prabowo-Hatta sudah semakin menipis. Kita yakin dalam waktu dekat bisa kita susul," kata Drajad saat menghadiri rilis survei Populi Center di di Rarampa Resto, Jakarta, Rabu (4/6/2014).

Survei itu menunjukkan Jokowi-JK mendapatkan elektabilitas 47,5 persen, sementara Prabowo-Hatta mendapatkan 36,9 persen. Ada selisih jarak sekitar 11 persen antara keduanya.

Namun Drajad mengatakan, pihaknya juga telah melakukan survei internal yang hasilnya sedikit berbeda. "Kami punya survei internal yang tentunya juga menggunakan alat yang ilmiah. Yang bisa kami sampaikan, di dalam survei internal itu kami hanya ketinggalan 4 persen," ujarnya.

Menurut Drajad, selisih jarak yang semakin menipis itu disebabkan oleh kerja keras yang dilakukan oleh Prabowo-Hatta beserta seluruh tim suksesnya belakangan ini. Oleh karena itu, dengan terus meningkatkan kerja keras yang sudah dilakukan, dia optimis elektabilitas Prabowo-Hatta akan terus naik.

"Sejak awal kita tahu basis elektabilitas kita masih rendah. Tapi Mas Bowo dan Bang Hatta adalah tipe pejuang sejati. Oke, kita masih rendah, tapi kita lanjutkan upaya yang ada, alhamdulilah elektabilitas Prabowo-Hatta naik, Jokowi-JK stagnan atau turun," ujarnya.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

1.306.141 Kasus Covid-19 di Indonesia dan Risiko Penularan dari Pelaku Perjalanan Internasional

1.306.141 Kasus Covid-19 di Indonesia dan Risiko Penularan dari Pelaku Perjalanan Internasional

Nasional
Saat Kemenkes dan Perhimpunan RS Bantah Temuan KPK Soal Adanya Dugaan Pemotongan Insentif Tenaga Kesehatan

Saat Kemenkes dan Perhimpunan RS Bantah Temuan KPK Soal Adanya Dugaan Pemotongan Insentif Tenaga Kesehatan

Nasional
SBY Mengaku Kerap Sulit Mendapat Keadilan

SBY Mengaku Kerap Sulit Mendapat Keadilan

Nasional
SBY: Sepanjang Hidup, Saya Akan Jadi Benteng Pelindung Partai Demokrat

SBY: Sepanjang Hidup, Saya Akan Jadi Benteng Pelindung Partai Demokrat

Nasional
Akun WhatsApp Jubir Vaksinasi Covid-19 Siti Nadia Tarmizi Diretas

Akun WhatsApp Jubir Vaksinasi Covid-19 Siti Nadia Tarmizi Diretas

Nasional
Sebut Ada Kader yang Ingin Ambil Alih Demokrat, SBY: Usir Orang-orang Itu...

Sebut Ada Kader yang Ingin Ambil Alih Demokrat, SBY: Usir Orang-orang Itu...

Nasional
KPK Geledah Rumah di Pulo Gadung Jaktim Terkait Kasus Bansos Covid-19

KPK Geledah Rumah di Pulo Gadung Jaktim Terkait Kasus Bansos Covid-19

Nasional
Menlu Retno Bertemu Menlu Thailand, Bahas Persiapan Pertemuan ASEAN Terkait Myanmar

Menlu Retno Bertemu Menlu Thailand, Bahas Persiapan Pertemuan ASEAN Terkait Myanmar

Nasional
Komnas HAM Sebut Penyiksaan oleh Polisi Kerap Terjadi Saat Penangkapan dan Pemeriksaan

Komnas HAM Sebut Penyiksaan oleh Polisi Kerap Terjadi Saat Penangkapan dan Pemeriksaan

Nasional
SBY: Demokrat Tak Mungkin Bisa Imbangi Kekuatan Koalisi Presiden Jokowi

SBY: Demokrat Tak Mungkin Bisa Imbangi Kekuatan Koalisi Presiden Jokowi

Nasional
Kabareskrim Sebut Perlu Waktu untuk Ungkap Kasus Penembakan Laskar FPI

Kabareskrim Sebut Perlu Waktu untuk Ungkap Kasus Penembakan Laskar FPI

Nasional
Wakil Ketua DPR: Vaksin Lokal Masih Perlu Kajian Lebih Lanjut

Wakil Ketua DPR: Vaksin Lokal Masih Perlu Kajian Lebih Lanjut

Nasional
Satgas Sebut Vaksinasi Covid-19 untuk Kelompok Rentan Mulai April 2021

Satgas Sebut Vaksinasi Covid-19 untuk Kelompok Rentan Mulai April 2021

Nasional
SBY Sebut Demokrat Mendapat Serangan Sistematis Setiap Sampaikan Sikap

SBY Sebut Demokrat Mendapat Serangan Sistematis Setiap Sampaikan Sikap

Nasional
Kompolnas: Dalam Sejumlah Kasus, Personel Polri Tak Familiar dengan HAM

Kompolnas: Dalam Sejumlah Kasus, Personel Polri Tak Familiar dengan HAM

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X