Kompas.com - 20/05/2014, 16:57 WIB
Ketua Majelis Pertimbangan Pusat Partai Amanat Nasional Amien Rais (memegang mikrofon) menyampaikan sambutan dalam deklarasi Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa sebagai calon presiden dan wakil presiden di Rumah Polonia, Jalan Cipinang Cempedak, Jakarta Timur, Senin (19/5/2014). KOMPAS.com/FATHUR ROCHMANKetua Majelis Pertimbangan Pusat Partai Amanat Nasional Amien Rais (memegang mikrofon) menyampaikan sambutan dalam deklarasi Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa sebagai calon presiden dan wakil presiden di Rumah Polonia, Jalan Cipinang Cempedak, Jakarta Timur, Senin (19/5/2014).
Penulis Febrian
|
EditorLaksono Hari Wiwoho


JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Majelis Pertimbangan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais berharap tidak ada serangan-serangan ataupun kampanye hitam selama Pemilu Presiden 2014. Ia meminta kedua kubu yang bersaing dalam pilpres tidak mengungkit masa lalu pasangan calon presiden dan wakil presiden.

Amien mengatakan, sebaiknya kedua kubu fokus dalam perencanaan program masing-masing dan tidak lagi melihat apa yang ada di belakang. "Selama ini kubu Bu Mega (Ketua Umum DPP PDI-P Megawati Soekarnoputri, red) sering melontarkan tudingan-tudingan miring terhadap masa lalu Prabowo. Sebaiknya itu tidak usah lagi. Bisa saja Pak Prabowo membuka aib Bu Mega," kata Amien di Kantor KPU Pusat Jakarta, Selasa (20/5/2014).

Amien yakin bahwa Prabowo yang pernah menjadi calon wakil presiden bagi Megawati pada Pemilu 2009 pasti juga mengetahui kelemahan satu sama lain. "Dulu mereka waktu satu kubu pasti sudah pernah buka-bukaan aib masing-masing di masa lalu," kata mantan Ketua MPR itu.

Kepada siapa pun yang memenangi pilpres nanti, Amien berharap agar tetap berupaya memajukan bangsa, dan tidak lagi melihat apa yang terjadi pada masa sebelumnya. Amien menilai, bila pemimpin tidak melepaskan diri dari masa lalu, maka dikhawatirkan bangsa Indonesia akan kehabisan tenaga dalam menggapai kedaulatan yang telah lama diidamkan sesuai UUD dan Pancasila.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wakasal Apresiasi Ketangguhan Remaja asal Pulau Harapan, Mampu Bertahan 3 Jam di Laut

Wakasal Apresiasi Ketangguhan Remaja asal Pulau Harapan, Mampu Bertahan 3 Jam di Laut

Nasional
KSAL Berikan Adhi Makayasa untuk Putra Papua Anak Juru Parkir

KSAL Berikan Adhi Makayasa untuk Putra Papua Anak Juru Parkir

Nasional
Vaksinasi Covid-19 untuk Umum Dibuka Mulai Juli, Ini Lokasi Pelaksanaan Menurut Kemenkes

Vaksinasi Covid-19 untuk Umum Dibuka Mulai Juli, Ini Lokasi Pelaksanaan Menurut Kemenkes

Nasional
Buron Kejaksaan Ditemukan Lagi di Singapura, Segera Dipulangkan ke Jakarta

Buron Kejaksaan Ditemukan Lagi di Singapura, Segera Dipulangkan ke Jakarta

Nasional
Panduan Lengkap Shalat Hari Raya Idul Adha dan Kurban 2021

Panduan Lengkap Shalat Hari Raya Idul Adha dan Kurban 2021

Nasional
Mulai 25 Juni, Penerbangan dari Indonesia Dilarang Masuk Hong Kong

Mulai 25 Juni, Penerbangan dari Indonesia Dilarang Masuk Hong Kong

Nasional
Hong Kong Tetapkan Indonesia Berisiko Tinggi Penularan Covid-19

Hong Kong Tetapkan Indonesia Berisiko Tinggi Penularan Covid-19

Nasional
Angka Pekerja Anak di Indonesia Makin Mengkhawatirkan

Angka Pekerja Anak di Indonesia Makin Mengkhawatirkan

Nasional
Kuasa Hukum Rizieq Shihab Berharap Hakim Memvonis dengan Adil

Kuasa Hukum Rizieq Shihab Berharap Hakim Memvonis dengan Adil

Nasional
Pertimbangan Jokowi Pilih PPKM Mikro di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19

Pertimbangan Jokowi Pilih PPKM Mikro di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19

Nasional
Polri Pastikan SKB UU ITE Bakal Jadi Pedoman dalam Penanganan Perkara

Polri Pastikan SKB UU ITE Bakal Jadi Pedoman dalam Penanganan Perkara

Nasional
Rekor Penambahan Kasus Covid-19, Varian Baru Tersebar di 14 Provinsi

Rekor Penambahan Kasus Covid-19, Varian Baru Tersebar di 14 Provinsi

Nasional
Perjalanan Kasus Tes Usap RS Ummi yang Libatkan Rizieq Shihab hingga Vonis Menjelang

Perjalanan Kasus Tes Usap RS Ummi yang Libatkan Rizieq Shihab hingga Vonis Menjelang

Nasional
Lonjakan Kasus Covid-19 dan Wanti-wanti Jokowi soal Disiplin Protokol Kesehatan

Lonjakan Kasus Covid-19 dan Wanti-wanti Jokowi soal Disiplin Protokol Kesehatan

Nasional
Menanti Vonis Rizieq Shihab, Ini Putusan Hakim dalam Dua Perkara Sebelumnya

Menanti Vonis Rizieq Shihab, Ini Putusan Hakim dalam Dua Perkara Sebelumnya

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X