Kompas.com - 21/02/2014, 21:11 WIB
Bupati Kutai Timur, yang menjabat Ketua DPD Demokrat Kalimantan Timur dan Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Kabupaten Seluruh Indonesia, Isran Noor (paling kiri) saat mengisi diskusi evaluasi kesiapan Pemilu 2014 di Kantor KPU, Jakarta, Kamis (20/12/2012).  KOMPAS/LUCKY PRANSISKABupati Kutai Timur, yang menjabat Ketua DPD Demokrat Kalimantan Timur dan Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Kabupaten Seluruh Indonesia, Isran Noor (paling kiri) saat mengisi diskusi evaluasi kesiapan Pemilu 2014 di Kantor KPU, Jakarta, Kamis (20/12/2012).
|
EditorFarid Assifa

SAMARINDA, KOMPAS.com – Walau selama ini Isran Noor menjabat sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Kalimantan Timur, namun dia malah mendukung Prabowo Subianto sebagai Presiden RI yang tepat untuk menggantikan Susilo Bambang Yudhoyono.

Hal itu dia tegaskan sebelum adanya desas-desus pemecatan dirinya dari Partai Demokrat. “Secara pribadi saya dukung Prabowo. Saya tidak mungkin dukung SBY lagi, karena kan tidak mungkin tiga kali,” tegasnya (21/2/2014).

Bupati Kutai Timur yang juga merupakan Ketua Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) ini mengaku mendukung Prabowo menjadi presiden karena dianggap satu-satunya calon yang tepat mengatasi masalah bangsa.

Disinggung alasan dia tidak mendukung calon dari Konvensi Partai Demokrat, Isran enggan menjawabnya secara detail. Termasuk soal kualitas peserta konvensi, Bupati Kutai Timur hanya meminta untuk bertanya langsung ke komite.

“Nah, itu saya tidak tahu, tanya saja langsung ke komite Konvensi Partai Demokrat,” pungkasnya

Diketahui, selama ini sikap Isran Noor ini memang cukup kontroversial. Dia dinilai berani melawan DPP Partai Demokrat.

Dia mendukung Prabowo yang merupakan ketua Partai Gerindra, padahal partainya sendiri saat ini sedang dalam proses pelaksanaan konvensi untuk memilih calon presiden. Belakangan, tersiar kabar bahwa Isran bakal dipecat dari Partai Demokrat.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penunjukan Mayjen Maruli Simanjuntak Jadi Pangkostrad Dinilai Tak Banyak Berubah dari Pola Sebelumnya

Penunjukan Mayjen Maruli Simanjuntak Jadi Pangkostrad Dinilai Tak Banyak Berubah dari Pola Sebelumnya

Nasional
Kemenag: Umrah Tetap Dilanjutkan dengan Pengendalian Lebih Ketat

Kemenag: Umrah Tetap Dilanjutkan dengan Pengendalian Lebih Ketat

Nasional
Polemik Arteria Dahlan Jadi Pembelajaran Kader, Hasto: Dalam Politik Hati-hati Berbicara

Polemik Arteria Dahlan Jadi Pembelajaran Kader, Hasto: Dalam Politik Hati-hati Berbicara

Nasional
Ucapan Arteria soal Kajati Berbahasa Sunda Tak Wakili Partai, Sekjen PDI-P: Kami Tak Punya Tradisi Menjelekkan

Ucapan Arteria soal Kajati Berbahasa Sunda Tak Wakili Partai, Sekjen PDI-P: Kami Tak Punya Tradisi Menjelekkan

Nasional
Maruli Simanjuntak Ditunjuk Jadi Pangkostrad, PDI-P: Jangan Sampai Dipolitisasi

Maruli Simanjuntak Ditunjuk Jadi Pangkostrad, PDI-P: Jangan Sampai Dipolitisasi

Nasional
Soal Penunjukan Mayjen Maruli sebagai Pangkostrad, PDI-P: Bentuk Konsolidasi Politik Pertahanan Negara

Soal Penunjukan Mayjen Maruli sebagai Pangkostrad, PDI-P: Bentuk Konsolidasi Politik Pertahanan Negara

Nasional
PDI-P Nilai Penunjukan Maruli sebagai Pangkostrad Berdasarkan Pertimbangan yang Matang

PDI-P Nilai Penunjukan Maruli sebagai Pangkostrad Berdasarkan Pertimbangan yang Matang

Nasional
Korupsi di Lembaga Peradilan, Pukat UGM: Karena Keserakahan

Korupsi di Lembaga Peradilan, Pukat UGM: Karena Keserakahan

Nasional
Suharso Monoarfa Minta Kadernya Pakai Teknologi Dekati Pemilih Muda

Suharso Monoarfa Minta Kadernya Pakai Teknologi Dekati Pemilih Muda

Nasional
Jakarta, Jabar, Banten, Jatim, Bali Sumbang Kasus Covid-19 Harian Terbanyak

Jakarta, Jabar, Banten, Jatim, Bali Sumbang Kasus Covid-19 Harian Terbanyak

Nasional
UPDATE: Tambah 281.161 Total Spesimen Covid-19, Positivity Rate 1,65 Persen

UPDATE: Tambah 281.161 Total Spesimen Covid-19, Positivity Rate 1,65 Persen

Nasional
UPDATE 22 Januari 2022: Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua Capai 59,43 Persen dari Target

UPDATE 22 Januari 2022: Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua Capai 59,43 Persen dari Target

Nasional
Temui Warga Tergusur di Tanjung Priok, Giring Singgung Proyek Firaun

Temui Warga Tergusur di Tanjung Priok, Giring Singgung Proyek Firaun

Nasional
Tingginya Penambahan Covid-19 dalam 3 Hari, Terbaru 3.205 Kasus

Tingginya Penambahan Covid-19 dalam 3 Hari, Terbaru 3.205 Kasus

Nasional
Kemenkes: Dua Pasien Omicron yang Meninggal Dunia Punya Komorbid

Kemenkes: Dua Pasien Omicron yang Meninggal Dunia Punya Komorbid

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.