Kompas.com - 17/02/2014, 19:44 WIB
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

KEDIRI, KOMPAS.com - Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono memuji langkah-langkah yang dilakukan pemerintah daerah dalam upaya tanggap darurat bencana letusan Gunung Kelud, Jawa Timur. Presiden memaklumi bila masih ada kekurangan dalam penanggulangan dampak bencana tersebut.

"Walau di sana-sini masih ada kekurangan, itu wajar. Tapi yang dilakukan pemerintah daerah sudah sangat baik," kata Presiden dalam kunjungannya ke posko pengungsian Gereja Kristen Jawi Wetan Sragen, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Senin (17/2/2014).

Dia mengatakan, berdasarkan pantauannya langsung, pengungsian warga dikelola dengan cukup baik. Begitu pula dengan penanganan kesehatan dan air bersih di pengungsian. Di hadapan sekitar 600 pengungsi, Presiden meminta warga bersabar saat pemerintah mengelola semua kerusakan akibat letusan Gunung Kelud.

Kunjungan Presiden di pengungsian tersebut berlangsung selama sekitar 15 menit. Selain ke Kediri, dia juga mengunjungi Blitar, Madiun, dan Malang. Presiden Yudhoyono dijadwalkan menemui sekitar 7.200 pengungsi di posko pengungsian Gedung Ganesa, Kota Batu, pada Selasa (18/2/2014) pagi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.