Kompas.com - 03/12/2013, 19:55 WIB
|
EditorHindra Liauw

JAKARTA, KOMPAS.com
 — Partai Gerindra membantah pernah memarahi kadernya yang juga Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tentang penggusuran warga di bantaran kali dan pedagang kaki lima (PKL). Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Edhy Wibowo berdalih partainya selalu mendukung langkah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

"Sampai sekarang tidak ada bilang menegur Ahok. Dia (Ahok) kan hanya bilang kalau saya siap ditegur, ya siap. Itu risiko, dan saya melihat sikap Ahok sudah sesuai dengan aturan," ujar Edhy saat dihubungi, Selasa (3/12/2013).

Edhy menilai, selama ini kebijakan yang dilakukan Basuki masih berada di jalur yang tepat. Lagi pula, kata Edhy, pengusuran itu juga tidak dilakukan secara gratis, tetapi ada kompensasi yang diterima warga.

"Selama kebijakan itu jelas, dan saya pikir kami harus mendukung. Cuma, mereka (Pemprov DKI Jakarta) tidak serta-merta membumihanguskan," katanya.

Ditegur karena menggusur

Pernyataan Edhy ini jauh berbeda dari pengakuan Basuki. Basuki sempat bercerita pernah ditegur oleh Gerindra terkait penertiban masyarakat kelas bawah, seperti pedagang kaki lima (PKL) dan warga bantaran kali, yang merupakan sasaran pemilih pada Pemilu 2014.

"Partai saya yang sekarang sempat marah-marah sama saya karena partai, kan, sedang pemilu dan memanfaatkan orang-orang kecil itu untuk memilih," kata Basuki di Jakarta, Senin (2/12/2013).

Meski demikian, pria yang dikenal dengan nama Ahok itu tidak khawatir apabila nantinya berselisih dengan partainya dalam hal penertiban Jakarta. Menurut Basuki, mengatasi kesemrawutan Jakarta, mau tak mau, membuatnya bersikap tegas dalam menegakkan peraturan.

Ia mengatakan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak asal menggusur bangunan bantaran kali ataupun membongkar PKL. "Kami kasih solusi kepada mereka. Kami bukan benci orangnya, tetapi kami benci sikapnya," ujar Basuki.

Menurut Basuki, ia dan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo sudah rela dan pasrah apabila nantinya dipecat oleh partai asalkan Kota Jakarta bisa dibenahi. Hal itu pula yang membuatnya dan Jokowi tak menunggu pelaksanaan Pemilihan Umum 2014 untuk menjalankan segala kebijakan.

"Gubernur dan saya sudah memilih, sekalipun dipecat partai, ya sudah enggak apa-apa. Kami ngotot mendidik orang Jakarta 'konyol' seperti ini, ya enggak apa-apa pecat saja," ujar Basuki.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.