Gede Pasek: SBY adalah Guru Politik Saya, Anas Guru Ormas Saya

Kompas.com - 17/09/2013, 12:37 WIB
Mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum (kiri) bersama penggagas ormas, Gede Pasek Suardika meluncurkan organisasi masyarakat (ormas) Rumah Pergerakan Indonesia, di kediamannya di Jakarta Timur, Minggu (15/9/2013). Anas bersama loyalisnya mendeklarasikan ormas ini yang mengusung gerakan antidiskriminasi dalam bidang hukum, politik dan ekonomi. TRIBUNNEWS/HERUDINMantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum (kiri) bersama penggagas ormas, Gede Pasek Suardika meluncurkan organisasi masyarakat (ormas) Rumah Pergerakan Indonesia, di kediamannya di Jakarta Timur, Minggu (15/9/2013). Anas bersama loyalisnya mendeklarasikan ormas ini yang mengusung gerakan antidiskriminasi dalam bidang hukum, politik dan ekonomi.
Penulis Ihsanuddin
|
EditorCaroline Damanik

JAKARTA, KOMPAS.com — Anggota Fraksi Partai Demokrat Gede Pasek Suardika menilai kehadirannya di peluncuran organisasi massa (Ormas) Pergerakan Indonesia bentukan mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum bukanlah bentuk pengkhianatan terhadap Partai Demokrat. Menurutnya, ormas dan partai adalah sesuatu yang berbeda dan tidak saling bersinggungan.

"Partai saya Demokrat, ormas saya Pergerakan Indonesia. Guru politik saya SBY, guru ormas saya Anas," tegas Gede Pasek di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (17/9/2013).

Menurutnya, ormas yang didirikan Anas juga merupakan ormas kecil-kecilan. Dia mengimbau berbagai kalangan tidak perlu risau dengan pendirian ormas tersebut.

"Apa sih yang ditakutin? Ini hanya ormas enteng-entengan, kecil-kecilan. Perkumpulannya saja cuma di rumah, duduk bersila," lanjut Gede Pasek.

Seperti diberitakan, Anas mendirikan ormas Pergerakan Indonesia tepat di hari pembukaan Konvensi Demokrat, Minggu (15/9/2013).

Sejumlah tokoh Partai Demokrat tampak menghadiri acara yang berlangsung di kediaman Anas tersebut. Mereka adalah Dewan Pembina Partai Demokrat Achmad Mubarok, Ketua DPD Partai Demokrat Kalimantan Timur Isran Noor, anggota fraksi Partai Demokrat Gede Pasek Suardika, dan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Saan Mustofa.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tiga Tersangka Kasus Dugaan Korupsi di Perum Perindo Ditahan Terpisah

Tiga Tersangka Kasus Dugaan Korupsi di Perum Perindo Ditahan Terpisah

Nasional
Kunjungan Kerja, Wapres Puji Mal Pelayanan Publik Banyuwangi

Kunjungan Kerja, Wapres Puji Mal Pelayanan Publik Banyuwangi

Nasional
KSAL: TNI AL Harus Siap Hadapi Ancaman Konvensional dan Nonkonvensional

KSAL: TNI AL Harus Siap Hadapi Ancaman Konvensional dan Nonkonvensional

Nasional
Novel Baswedan Laporkan Pimpinan KPK Lili Pintauli ke Dewas

Novel Baswedan Laporkan Pimpinan KPK Lili Pintauli ke Dewas

Nasional
Kejagung Ungkap Peran 3 Tersangka Kasus Dugaan Korupsi di Perum Perindo

Kejagung Ungkap Peran 3 Tersangka Kasus Dugaan Korupsi di Perum Perindo

Nasional
Salah Satu Saksi Kasus Dugaan Korupsi Perum Perindo Meninggal Dunia saat Hendak Diperiksa Kejagung

Salah Satu Saksi Kasus Dugaan Korupsi Perum Perindo Meninggal Dunia saat Hendak Diperiksa Kejagung

Nasional
Muzani: Gerindra Ingin Belajar dari Loyalitas Santri kepada Kiai

Muzani: Gerindra Ingin Belajar dari Loyalitas Santri kepada Kiai

Nasional
Saksi Sebut Sarana Jaya Awalnya Ajukan Anggaran Rp 5,5 Triliun Dalam Penyertaan Modal Daerah

Saksi Sebut Sarana Jaya Awalnya Ajukan Anggaran Rp 5,5 Triliun Dalam Penyertaan Modal Daerah

Nasional
Kejagung Tetapkan 3 Tersangka Kasus Korupsi Perum Perindo

Kejagung Tetapkan 3 Tersangka Kasus Korupsi Perum Perindo

Nasional
Naik Pesawat ke Wilayah Level 3 dan 4 Non Jawa-Bali Juga Wajib Tes PCR

Naik Pesawat ke Wilayah Level 3 dan 4 Non Jawa-Bali Juga Wajib Tes PCR

Nasional
Kemenkes Klaim Indonesia Jadi Negara Non Produsen Vaksin Covid-19 yang Capaian Vaksinasinya Terbaik

Kemenkes Klaim Indonesia Jadi Negara Non Produsen Vaksin Covid-19 yang Capaian Vaksinasinya Terbaik

Nasional
3 Orang dan 1 Korporasi Tersangka Kasus Pengadaan Lahan di Munjul Segera Disidang

3 Orang dan 1 Korporasi Tersangka Kasus Pengadaan Lahan di Munjul Segera Disidang

Nasional
Sebaran 15.594 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia pada 21 Oktober 2021

Sebaran 15.594 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia pada 21 Oktober 2021

Nasional
UPDATE 21 Oktober: Ada 4.336 Kasus Suspek Covid-19

UPDATE 21 Oktober: Ada 4.336 Kasus Suspek Covid-19

Nasional
Pengacara Sebut Luhut Tak Datang Mediasi Atas Permintaan Penyidik

Pengacara Sebut Luhut Tak Datang Mediasi Atas Permintaan Penyidik

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.