Kompas.com - 16/08/2013, 12:46 WIB
|
EditorHindra Liauw

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Irman Gusman menyampaikan bahwa bangsa Indonesia harus memupuk optimisme sebagai bangsa besar dan maju di masa mendatang. Hal tersebut ia sampaikan menyambut momentum peringatan Hari Kemerdekaan Ke-68 Republik Indonesia.

"Mari kita jadikan peringatan proklamasi ini sebagai momentum untuk menegaskan komitmen bernegara, memupuk rasa optimisme sebagai bangsa besar dan maju di masa depan," kata Irman sesaat sebelum acara Pidato Kenegaraan Presiden RI dalam rangka HUT Ke-68 Proklamasi di depan Sidang Bersama DPR dan DPD di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (16/8/2013).

Lebih lanjut, Irman mengatakan bahwa Indonesia dapat melangkah dengan tatapan jauh ke depan. Ia berharap, di 2045, saat kemerdekaan Indonesia berusia satu abad, posisi Nusantara di mata dunia semakin kokoh dengan tetap menjaga nilai luhur kebangsaan yang telah ditanamkan oleh para pendiri bangsa.

Menurutnya, optimisme tersebut akan berbuah manis bila semua potensi yang dimiliki Indonesia dihimpun dengan optimal, baik sumber daya alam maupun sumber daya manusia. Bila mengutip ungkapan Presiden Soekarno, Irman mengatakan bahwa kelemahan bangsa ini adalah kurangnya rasa percaya diri.

"Setelah 68 tahun merdeka, kita memiliki pengalaman sejarah dan tidak boleh menafikan keberhasilan yang telah dicapai," ujarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.