BPK Janji Selesaikan Audit II Hambalang Setelah Lebaran

Kompas.com - 01/08/2013, 13:21 WIB
Ketua Badan Pemeriksa Keuangan, Hadi Poernomo. Kompas/Hendra A Setyawan (HAS)
01-02-2012 HENDRA A SETYAWANKetua Badan Pemeriksa Keuangan, Hadi Poernomo. Kompas/Hendra A Setyawan (HAS) 01-02-2012
Penulis Ihsanuddin
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hadi Poernomo mengungkapkan, hasil audit proyek pembangunan sarana olahraga di Hambalang, Bogor, baru akan selesai setelah Lebaran. Namun, Hadi menolak untuk menyebutkan tanggal pastinya.

"Habis Lebaran, habis Lebaran, insya Allah, sudah kami selesaikan semuanya. Sabar, ya," ujar Hadi seusai sumpah jabatan Anggota BPK Agus Joko Pramono, di Jakarta, Kamis (1/8/2013).

Menurutnya, proses audit Hambalang ini berjalan cukup lama karena butuh pengembangan di berbagai aspek. Hadi mengatakan, BPK harus berhati-hati dan melakukan secara perlahan agar diperoleh hasil yang akurat.

"Ini butuh pengembangan lebih lanjut. Kami harus hati-hati dan pelan-pelan, jadi nanti hasilnya bisa maksimal," tambah Hadi.

Meski berjalan lama, Hadi menolak isu mengenai adanya intervensi dari pihak lain terhadap jalannya proses audit ini. "Tidak, tidak ada itu intervensi dari pihak-pihak mana pun. Semuanya murni pengembangan di internal BPK," jelasnya.

Hasil audit tahap II ini ditunggu KPK untuk digunakan sebagai alat menghitung kerugian negara. Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas meminta BPK segera menyelesaikan audit tersebut.

"Yang disampaikan Bapak Hadi Purnomo (Ketua BPK) akan bikin kejutan, sekarang enggak usah kejut-mengejut. Kalau sudah ada (hasil audit), mohon beliau tugasnya telepon ke sini (KPK). Kami tugaskan petugas kami lari ke sana ambil itu (hasil audit)," ujar Busyro di Gedung KPK RI, Rabu (31/7/2013).

Sebelumnya, BPK telah menyerahkan audit Hambalang tahap I kepada DPR dan Komisi Pemberantasan Korupsi. Dalam audit sampai 30 Oktober 2012, BPK menemukan adanya indikasi kerugian negara mencapai Rp 243 ,66 miliar.

Hasil audit BPK salah satunya menemukan adanya pemalsuan surat pelepasan hak atas tanah atas nama Probosutejo, adik mantan Presiden Soeharto. Surat itu dipalsukan oleh pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X