Kompas.com - 08/07/2013, 09:51 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com
 — Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono akhirnya mengumumkan tujuh pokok perkembangan persiapan konvensi yang akan dilakukan partainya. Hal ini sekaligus menjawab kritik sejumlah tokoh dan pengamat yang menilai konvensi Partai Demokrat hanya sebuah mainan.

"Saya kira itu sudah menjawab keraguan publik. Yang berencana mereka-mereka yang ingin mencalonkan diri, yang selama ini kritik, seolah ini mainan SBY, akhirnya kan benar-benar terjawab," ujar Wakil Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Marzuki Alie saat dihubungi Senin (8/7/2013).

Sebelumnya, sejumlah pengamat termasuk tokoh seperti Mahfud MD mengkritik konvensi Partai Demokrat. Mahfud menilai partai pemenang Pemilu 2009 itu tidak serius melaksanakan konvensi. Tokoh yang disebut sebagai salah satu kandidat capres alternatif ini pun tak tertarik ikut konvensi selama aturan yang dibuat Partai Demokrat belum jelas.

Menurut Marzuki, adanya pernyataan SBY pada tadi malam membuktikan bahwa Partai Demokrat tidak main-main dalam menyelenggarakan konvensi. Selain itu, Marzuki juga menyoroti perihal komposisi komite seleksi konvensi Partai Demokrat.

"Dengan diisi orang internal dan independen, artinya betul-betul bertanggung jawab untuk memajukan proses konvensi itu," ucapnya.

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono mengumumkan tujuh butir pokok terkait konvensi Partai Demokrat pada Minggu (7/7/2013) malam. Penjelasan SBY dilakukan lantaran dia menyadari banyak bias yang terjadi terkait konvensi yang akan dilakukan oleh partainya.

Di dalam penjelasannya, SBY menuturkan tujuh pokok terkait konvensi seperti penyusunan komite seleksi yang terdiri dari unsur internal dan independen. Komite seleksi ini juga yang akan menentukan kriteria dan juga mengumumkan peserta konvensi pada Agustus 2013 ini. Sementara itu, peserta konvensi bisa berasal dari kader Partai Demokrat ataupun non-kader.

Mereka yang lolos seleksi sebagai kandidat capres nantinya harus menjalani konvensi selama delapan bulan yang dibagi ke dalam dua tahapan. Mereka akan disurvei oleh tiga lembaga dan hasilnya diumumkan ke publik. Setelah hasil pileg diketahui, baru Partai Demokrat akan mengumumkan kandidat capres yang diusungnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    Rekomendasi untuk anda
    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Bertolak ke Eropa, Jokowi Bakal Temui Putin dan Zelensky Minta Hentikan Perang

    Bertolak ke Eropa, Jokowi Bakal Temui Putin dan Zelensky Minta Hentikan Perang

    Nasional
    Anak Perempuan Dicium Pria Dewasa di Gresik, Komisi III DPR Minta Polisi Lakukan Penyidikan meski Orangtua Tak Lapor

    Anak Perempuan Dicium Pria Dewasa di Gresik, Komisi III DPR Minta Polisi Lakukan Penyidikan meski Orangtua Tak Lapor

    Nasional
    Kisah Adelina Lisau: Pekerja Migran yang Dianiaya Majikan hingga Tewas di Malaysia, Pelakunya Justru Dibebaskan

    Kisah Adelina Lisau: Pekerja Migran yang Dianiaya Majikan hingga Tewas di Malaysia, Pelakunya Justru Dibebaskan

    Nasional
    Blunder Partai Wong Cilik: Megawati di Antara Minyak Goreng, Tukang Bakso, dan Kecerobohan Komunikasi Politik

    Blunder Partai Wong Cilik: Megawati di Antara Minyak Goreng, Tukang Bakso, dan Kecerobohan Komunikasi Politik

    Nasional
    Panduan Lengkap Kemenag soal Pelaksanaan Kurban Idul Adha di Tengah Wabah PMK

    Panduan Lengkap Kemenag soal Pelaksanaan Kurban Idul Adha di Tengah Wabah PMK

    Nasional
    Kasus Covid-19 Naik Terus, Masyarakat Diminta Gunakan Masker Lagi di Ruang Terbuka

    Kasus Covid-19 Naik Terus, Masyarakat Diminta Gunakan Masker Lagi di Ruang Terbuka

    Nasional
    Menag Imbau Umat Islam Tak Paksakan Diri Berkurban Idul Adha di Tengah Wabah PMK

    Menag Imbau Umat Islam Tak Paksakan Diri Berkurban Idul Adha di Tengah Wabah PMK

    Nasional
    Blak-blakan PDI-P soal Sulitnya Kerja Sama dengan PKS dan Demokrat di Pemilu 2024 yang Berbuntut Panjang

    Blak-blakan PDI-P soal Sulitnya Kerja Sama dengan PKS dan Demokrat di Pemilu 2024 yang Berbuntut Panjang

    Nasional
    Panduan Lengkap Kemenag soal Shalat Idul Adha dan Pelaksanaan Kurban 1443 Hijriah

    Panduan Lengkap Kemenag soal Shalat Idul Adha dan Pelaksanaan Kurban 1443 Hijriah

    Nasional
    [POPULER NASIONAL] Safari Politik AHY | Megawati Pantau Kondisi Tjahjo Kumolo di RS

    [POPULER NASIONAL] Safari Politik AHY | Megawati Pantau Kondisi Tjahjo Kumolo di RS

    Nasional
    Apakah PNS Harus Sarjana?

    Apakah PNS Harus Sarjana?

    Nasional
    Kemlu Sebut Jaksa Persidangan Kasus Majikan Adelina Lisao di Malaysia Tak Cermat

    Kemlu Sebut Jaksa Persidangan Kasus Majikan Adelina Lisao di Malaysia Tak Cermat

    Nasional
    BERITA FOTO: Menengok Pustu Plus di Dusun Aik Mual yang Terpencil

    BERITA FOTO: Menengok Pustu Plus di Dusun Aik Mual yang Terpencil

    Nasional
    Majikan Adelina Dibebaskan, Pemerintah Dorong Pengajuan Gugatan Perdata

    Majikan Adelina Dibebaskan, Pemerintah Dorong Pengajuan Gugatan Perdata

    Nasional
    Ditanya Kesiapannya Jadi Capres, Puan: Belum Ditunjuk, Belum Ada Tanda-tanda

    Ditanya Kesiapannya Jadi Capres, Puan: Belum Ditunjuk, Belum Ada Tanda-tanda

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.