Fahri: KPK Tak Ahli Tangani Korupsi Sistemik

Kompas.com - 19/06/2013, 11:56 WIB
|
EditorCaroline Damanik

JAKARTA, KOMPAS.com  Anggota Komisi III DPR Fahri Hamzah menilai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak ahli menangani kasus korupsi sistemik. Menurutnya, keahlian KPK hanya sebatas melakukan operasi tangkap tangan (OTT) yang notabene hanya kasus korupsi yang remeh-temeh.

"Evaluasi untuk KPK itu banyak sekali. KPK hanya tergantung pada OTT, tapi keahlian membaca korupsi sistemiknya kurang," kata Fahri di Gedung Parlemen, Jakarta, Rabu (19/6/2013).

Anggota Tim Pengawas (Timwas) bail out Bank Century ini menuturkan, seharusnya KPK dapat lebih peka mengendus dugaan atau kasus korupsi sistemik. Kasus korupsi itu dianggapnya lebih berbahaya dan dilakukan dengan trik-trik yang lebih canggih.

Fakri menjelaskan, korupsi sistemik menggunakan trik canggih karena memiliki kaitan antara jabatan dengan tindakan korupsi itu sendiri. Bahkan, ia menduga sangat mungkin korupsi itu dilakukan dengan cara mengubah undang-undang yang ada agar sulit terdeteksi.

"Kalau orang main suap, bawa-bawa uang cash, terus OTT kan itu rendah, kampungan," ujarnya.

Untuk diketahui, kritik pedas Fahri dilontarkan karena dirinya geram dengan KPK saat ini. Salah satu indikatornya adalah tidak adanya hasil signifikan yang diperoleh KPK atas kasus bail out Bank Century. Menurut Fahri, KPK edisi sebelumnya jauh lebih baik.

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Satgas Ingatkan Risiko Penularan Covid-19, di Kantor, Keluarga, hingga Tempat Wisata

    Satgas Ingatkan Risiko Penularan Covid-19, di Kantor, Keluarga, hingga Tempat Wisata

    Nasional
    Mahfud Sebut Ada Kelompok yang Provokasi agar Papua Pisah dari Indonesia

    Mahfud Sebut Ada Kelompok yang Provokasi agar Papua Pisah dari Indonesia

    Nasional
    Istana Ingatkan KAMI: Jangan Coba Ganggu Stabilitas Politik

    Istana Ingatkan KAMI: Jangan Coba Ganggu Stabilitas Politik

    Nasional
    Pimpinan Komisi II Minta Polisi Tak Ragu Tertibkan Pelanggar Protokol Covid-19 dalam Pilkada

    Pimpinan Komisi II Minta Polisi Tak Ragu Tertibkan Pelanggar Protokol Covid-19 dalam Pilkada

    Nasional
    Wapres Harap Program Santripreneur Berbasis Kelapa Sawit Gerakkan Potensi Ekonomi Pesantren

    Wapres Harap Program Santripreneur Berbasis Kelapa Sawit Gerakkan Potensi Ekonomi Pesantren

    Nasional
    Polisi Telusuri Rekening Cleaning Service dengan Saldo Ratusan Juta dalam Kasus Kebakaran Kejagung

    Polisi Telusuri Rekening Cleaning Service dengan Saldo Ratusan Juta dalam Kasus Kebakaran Kejagung

    Nasional
    Mobil Terguling Setelah Tabrak Trotoar di Dekat Gedung DPR/MPR RI

    Mobil Terguling Setelah Tabrak Trotoar di Dekat Gedung DPR/MPR RI

    Nasional
    Prajurit TNI dan Warga Sipil Tewas Ditembak KKB, Mahfud Segera Bentuk Tim Investigasi Gabungan

    Prajurit TNI dan Warga Sipil Tewas Ditembak KKB, Mahfud Segera Bentuk Tim Investigasi Gabungan

    Nasional
    Soal Respons Indonesia ke Vanuatu, Kontras: Indonesia Seakan Tak Mengerti Konsep Diplomasi Baik

    Soal Respons Indonesia ke Vanuatu, Kontras: Indonesia Seakan Tak Mengerti Konsep Diplomasi Baik

    Nasional
    Menkes: Prioritas Vaksin Covid-19 untuk Tenaga Medis dan Pekerja Berusia 18-59 Tahun

    Menkes: Prioritas Vaksin Covid-19 untuk Tenaga Medis dan Pekerja Berusia 18-59 Tahun

    Nasional
    KPK Kembali Panggil Tersangka Kasus Korupsi di Kementerian Agama

    KPK Kembali Panggil Tersangka Kasus Korupsi di Kementerian Agama

    Nasional
    Wujudkan Kota Ramah Sepeda, Menhub Sosialisasi Aturan Keselamatan Pesepeda di Jalan

    Wujudkan Kota Ramah Sepeda, Menhub Sosialisasi Aturan Keselamatan Pesepeda di Jalan

    Nasional
    Tekan Covid-19, Menko PMK Minta Tenaga Medis Utamakan Protokol Kesehatan

    Tekan Covid-19, Menko PMK Minta Tenaga Medis Utamakan Protokol Kesehatan

    Nasional
    Seorang WNI Sandera Abu Sayyaf Tewas, Bagaimana Nasib 4 Orang Lainnya?

    Seorang WNI Sandera Abu Sayyaf Tewas, Bagaimana Nasib 4 Orang Lainnya?

    Nasional
    Bandingkan dengan Negara Lain, Perludem: Kita Berpilkada Saat Angka Covid-19 Meroket

    Bandingkan dengan Negara Lain, Perludem: Kita Berpilkada Saat Angka Covid-19 Meroket

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X