Kompas.com - 02/06/2013, 09:19 WIB
|
EditorHindra

Namun, mengais rezeki di tanggul lumpur ada konsekuensinya. Mereka terus menghirup uap lumpur yang mengandung asam. Sudaryanto mengaku sering merasa sesak napas.

PT Minarak Lapindo Jaya, selaku perusahaan yang bertanggung jawab melunasi ganti rugi, berkali-kali ingkar janji. Sisa ganti rugi sebesar Rp 900 miliar rencananya akan dilunasi akhir tahun 2012. Namun, sampai sekarang masih ada tunggakan ganti rugi sebesar Rp 780 miliar. Janji terakhir, ganti rugi akan dilunasi akhir Mei 2013.

Gugun Muhammad, relawan Urban Poor Consortium, mengingatkan bahwa pelunasan ganti rugi hanya salah satu bagian dari kasus Lapindo. Persoalan lingkungan yang mengancam warga di sekitar tanggul jadi persoalan lain yang tak kalah penting tapi terabaikan. Upaya untuk menghentikan semburan lumpur tidak pernah dilakukan.

”Saya khawatir para korban dimanfaatkan secara politis melalui upaya pelunasan ganti rugi ini,” kata Gugun. Ada kemungkinan pelunasan ganti rugi sengaja digantung dan dituntaskan menjelang Pemilu 2014 untuk mencari popularitas.

Karena itu, selain ogoh-ogoh, warga bersama para aktivis juga memasang beberapa boneka, seperti jalangkung, di kolam lumpur yang diberi pakaian atribut beberapa partai politik. ”Rezim pemerintah saat ini juga sudah tidak bisa diandalkan menuntaskan kasus ini,” kata koordinator Jatam, Andrie Wijaya.

D Hesti Prasetyo dari bagian Humas Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo mengaku pihaknya masih kesulitan membuang air dan lumpur dari tanggul kritis sebab banyak korban menghalangi. ”Kami juga baru bisa leluasa bekerja kalau pembayaran ganti rugi tuntas,” ujarnya.

Seperti kata Abdul Rokhim, para korban lumpur akan terus bersuara meski terus diabaikan dan menjadi obyek politik. Tekad itu sudah bulat.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.