Tifatul Bantah Siapkan Dana Kampanye PKS dari Kementerian

Kompas.com - 22/05/2013, 14:57 WIB
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring membantah menyiapkan dana kampanye Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang bersumber dari kas kementerian. Anggota Majelis Syuro PKS itu menegaskan, ia tak pernah melakukan lobi-lobi dengan Ahmad Fathanah untuk keuntungan partainya.

"Jadi, semua coret-coretan di papan yang dimuat di satu media bahwa PKS menargetkan Rp 2 trilliun, tidak ada itu. Sebanyak Rp 1 trilliun pun tidak ada barangnya," kata Tifatul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (22/5/2013).

Sebelumnya, tersangka pembobol Bank Jabar, Yudi Setiawan, mengaku menyerahkan uang miliaran rupiah kepada petinggi PKS. PKS mengejar target dana partai triliunan rupiah untuk kampanye Pemilu 2014. Hal ini terungkap dalam laporan utama Majalah Tempo edisi pekan ini yang berjudul "Selingkuh Fathanah dan Partai Dakwah".

Yudi mengaku melakukan pertemuan bersama Luthfi Hasan Ishaaq pada 12 Juli 2012 dalam perjamuan makan siang di Kantor Yudi, Jalan Cipaku I Nomor 14, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Luthfi saat itu masih menjadi Presiden PKS. Dia ditemani karibnya, Ahmad Fathanah. Dalam pertemuan itu, Luthfi mengungkapkan, partainya butuh mitra pebisnis guna mengumpulkan dana. Ada papan tulis yang mencatat semua pembicaraan dan seorang karyawan Yudi yang memotretnya.

Di papan tulis itu, ada beragam program PKS guna menjaring dana. Pada kolom teratas, tertulis PKS dan angka Rp 2 triliun. Di sebelahnya, ada nama Luthfi dan Hilmi. Berikutnya, pada tiga kolom, tertulis masing-masing Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Pertanian, dan Kementerian Sosial. Yudi pun mulai mengikuti proyek di Kementan, yakni pengadaan benih dan kopi serta teh senilai Rp 189 miliar dan alat laboratoriun pertanian senilai Rp 100 miliar. Sejak Yudi mengikuti lelang, Luthfi kerap menagih dana. Yudi pun menyerahkan sejumlah uang kepada Luthfi melalui Ahmad Fathanah.

Menurut Tifatul, apa yang disampaikan Yudi itu baru sebatas keinginan. "Itu kan keinginan dia (Yudi) bahwa dari Kemenkominfo didapat sekian, tapi kan baik AF (Ahmad Fathanah) maupun yang bersangkutan (Yudi) tidak ada bisnis dari Kemenkominfo," ucap Tifatul.

Tifatul mengaku tidak tahu target dana kampanye partainya karena bukan pengurus harian. Namun, ia memastikan bahwa dana kampanye PKS bersumber dari para kader. Meski sempat satu pesawat dengan Fathanah, Tifatul juga mengaku tak kenal dengan pria yang mengaku sebagai makelar proyek itu.

"Memang enggak kenal. Saya khawatir lagi karena saya pernah satu pesawat jadi bahan omongan," kata dia.

Baca tentang


    Rekomendasi untuk anda
    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Epidemiolog Khawatir Narasi Vaksinasi Gotong Royong Membuat Pemerintah Abaikan 3T

    Epidemiolog Khawatir Narasi Vaksinasi Gotong Royong Membuat Pemerintah Abaikan 3T

    Nasional
    KPK Masih Periksa Nurdin Abdullah dan 5 Orang yang Terjerat OTT di Sulsel

    KPK Masih Periksa Nurdin Abdullah dan 5 Orang yang Terjerat OTT di Sulsel

    Nasional
    Soal Permenkes 10/2021, YLBHI Nilai Pelibatan Pihak Ketiga Rawan Muncul Korupsi

    Soal Permenkes 10/2021, YLBHI Nilai Pelibatan Pihak Ketiga Rawan Muncul Korupsi

    Nasional
    UPDATE 27 Februari: 55.495 Spesimen Covid-19 Diperiksa dalam Sehari

    UPDATE 27 Februari: 55.495 Spesimen Covid-19 Diperiksa dalam Sehari

    Nasional
    UPDATE 27 Februari: Ada 78.746 Suspek Terkait Covid-19

    UPDATE 27 Februari: Ada 78.746 Suspek Terkait Covid-19

    Nasional
    UPDATE 27 Februari: Tambah 7.382, Pasien Sembuh dari Covid-19 Capai 1.136.054

    UPDATE 27 Februari: Tambah 7.382, Pasien Sembuh dari Covid-19 Capai 1.136.054

    Nasional
    UPDATE 27 Februari: 1.616.165 Tenaga Kesehatan Disuntik Vaksin Covid-19 Dosis Pertama

    UPDATE 27 Februari: 1.616.165 Tenaga Kesehatan Disuntik Vaksin Covid-19 Dosis Pertama

    Nasional
    UPDATE 27 Februari: 35.981 Orang Meninggal akibat Covid-19 di Indonesia

    UPDATE 27 Februari: 35.981 Orang Meninggal akibat Covid-19 di Indonesia

    Nasional
    UPDATE 27 Februari: Ada 157.039 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

    UPDATE 27 Februari: Ada 157.039 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

    Nasional
    UPDATE 27 Februari: 1.329.074 Kasus Covid-19 di Indonesia, Tambah 6.208

    UPDATE 27 Februari: 1.329.074 Kasus Covid-19 di Indonesia, Tambah 6.208

    Nasional
    Kemenkes Imbau Perusahaan Perhatikan Kesehatan Karyawan Sebelum Disuntik Vaksin Covid-19

    Kemenkes Imbau Perusahaan Perhatikan Kesehatan Karyawan Sebelum Disuntik Vaksin Covid-19

    Nasional
    Kemenkes Beri 6 Tips Sebelum Disuntik Vaksin Covid-19

    Kemenkes Beri 6 Tips Sebelum Disuntik Vaksin Covid-19

    Nasional
    Ketua PDI-P Sulsel: Nurdin Abdullah Tak Tahu-menahu atas OTT yang Menimpanya

    Ketua PDI-P Sulsel: Nurdin Abdullah Tak Tahu-menahu atas OTT yang Menimpanya

    Nasional
    Gubernur Sulsel Ditangkap KPK, Busyro Muqoddas: Bukti Radikalisme Korupsi

    Gubernur Sulsel Ditangkap KPK, Busyro Muqoddas: Bukti Radikalisme Korupsi

    Nasional
    Bantah Info Puluhan Wartawan Terkapar, Kemenkes: 5 Orang Diobservasi karena Keluhan Pasca-vaksinasi Covid-19

    Bantah Info Puluhan Wartawan Terkapar, Kemenkes: 5 Orang Diobservasi karena Keluhan Pasca-vaksinasi Covid-19

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X