Kompas.com - 02/05/2013, 23:03 WIB
Penulis Sandro Gatra
|
EditorHindra

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisaris Jenderal (Purn) Susno Duadji dinilai telah melecehkan institusi Polri dengan tetap bersembunyi untuk menghindari eksekusi hukuman tiga tahun enam bulan penjara oleh kejaksaan. Sebagai orang yang pernah menjadi perwira tinggi kepolisian, Susno seharusnya bersikap ksatria dan bertanggungjawab.

"Sikap tidak patut dan tidak terpuji telah ditunjukkan oleh Susno. Meski dia mantan petinggi Polri, namun ternyata telah melecehkan hukum dan Korps Bhayangkara dengan melawan putusan pengadilan yang sudah berkekuatan hukum tetap," kata anggota Komisi III DPR Didi Irawadi Syamsuddin melalui pesan singkat, Kamis (2/5/2013).

Didi menilai perdebatan selama ini yang dilontarkan Yusril Izha Mahendra terkait putusan Susno hanya masalah formalitas. Padahal, kata dia, masalah terpenting adalah substansi putusan pidana yang menunjukkan Susno terbukti korupsi.

Apalagi, kata politisi Partai Demokrat itu, sudah ada putusan Mahkamah Konstitusi yang intinya meski tidak dicantumkan perintah penahanan seperti dalam Pasal 197 KUHAP, maka eksekusi tetap bisa dijalankan.

"Kejaksaan seharusnya bertindak tegas dan menunjukkan kewibawaan serta kredibilitas sebagai penegak hukum. Preseden buruk berupa rentetan ulah Susno harus didobrak oleh Kejaksaan dengan secepatnya eksekusi Susno. Ini demi penegakan supremasi hukum," pungkas Didi.

Seperti diberitakan, tim dari kepolisian dan kejaksaan belum mampu menemukan keberadaan Susno. Di saat berstatus buronan, Susno sempat muncul di dunia maya lewat Youtube. Dalam video, Susno berbicara tanpa jeda selama 15 menit 34 detik.

Mantan Kepala Bareskrim Polri itu menjelaskan keberadaannya, perlawanannya, dan memberikan nasihat kepada semua pihak yang berurusan dengannya. Susno merasa langkahnya tepat dan tidak melanggar UU.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    KPK Disarankan Proses Hukum Harun Masiku Meski Statusnya Masih Buron

    KPK Disarankan Proses Hukum Harun Masiku Meski Statusnya Masih Buron

    Nasional
    Jaksa Sebut Uang Suap Rp 15 Miliar PT GMP untuk Pegawai Pajak Diangkut 2 Mobil

    Jaksa Sebut Uang Suap Rp 15 Miliar PT GMP untuk Pegawai Pajak Diangkut 2 Mobil

    Nasional
    Analisisnya Dinilai KPK Salah Kaprah, ICW Klaim Data Didapat dari Sumber Primer

    Analisisnya Dinilai KPK Salah Kaprah, ICW Klaim Data Didapat dari Sumber Primer

    Nasional
    Polri Beri Atensi Rencana Pembentukan Tim Pemberantasan Mafia Tanah

    Polri Beri Atensi Rencana Pembentukan Tim Pemberantasan Mafia Tanah

    Nasional
    Ketua PP Muhammadiyah Apresiasi Jokowi yang Perintahkan Tindak Tegas Mafia Tanah

    Ketua PP Muhammadiyah Apresiasi Jokowi yang Perintahkan Tindak Tegas Mafia Tanah

    Nasional
    Usai Tetapkan Tersangka, KPK Bakal Koordinasi dengan TNI Terkait Kasus Helikopter AW-101

    Usai Tetapkan Tersangka, KPK Bakal Koordinasi dengan TNI Terkait Kasus Helikopter AW-101

    Nasional
    Pihak Swasta Tersangka Tunggal dalam Kasus AW-101, Ini Penjelasan KPK

    Pihak Swasta Tersangka Tunggal dalam Kasus AW-101, Ini Penjelasan KPK

    Nasional
    Jokowi: Terima Kasih Masyarakat Melaksanakan Mudik dengan Tertib

    Jokowi: Terima Kasih Masyarakat Melaksanakan Mudik dengan Tertib

    Nasional
    Projo Tegaskan Tak Buru-Buru Putuskan Sosok yang Akan Didukung Jadi Capres

    Projo Tegaskan Tak Buru-Buru Putuskan Sosok yang Akan Didukung Jadi Capres

    Nasional
    Pemohon Uji Materi UU Minerba Pertanyakan Fungsi Peninjauan Kembali Tata Ruang Wilayah Pertambangan

    Pemohon Uji Materi UU Minerba Pertanyakan Fungsi Peninjauan Kembali Tata Ruang Wilayah Pertambangan

    Nasional
    Tersangka Kasus Pelanggaran HAM Berat Paniai Segera Disidang

    Tersangka Kasus Pelanggaran HAM Berat Paniai Segera Disidang

    Nasional
    Kasus Helikopter AW-101, Tersangka Irfan Kurnia Saleh Diduga Rugikan Negara Rp 224 Miliar

    Kasus Helikopter AW-101, Tersangka Irfan Kurnia Saleh Diduga Rugikan Negara Rp 224 Miliar

    Nasional
    Wapres Sebut Krisis Pangan jadi Momentum Kembangkan Ekspor Produk Halal

    Wapres Sebut Krisis Pangan jadi Momentum Kembangkan Ekspor Produk Halal

    Nasional
    Mikrofonnya Mati saat Sampaikan Interupsi, Ini Kata Anggota DPR Amin AK

    Mikrofonnya Mati saat Sampaikan Interupsi, Ini Kata Anggota DPR Amin AK

    Nasional
    Anggaran Tahapan Pemilu Tahun Ini Baru Cair Rp 2 Triliun, KPU: Rp 6 Triliun Lagi Kapan?

    Anggaran Tahapan Pemilu Tahun Ini Baru Cair Rp 2 Triliun, KPU: Rp 6 Triliun Lagi Kapan?

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.