Kompas.com - 02/05/2013, 17:52 WIB
Penulis Sandro Gatra
|
EditorHindra

JAKARTA, KOMPAS.com — Artis Ayu Azhari diperiksa sebagai saksi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan tindak pidana pencucian uang dan suap terkait kuota impor daging sapi yang menjerat tersangka Ahmad Fathanah.

Bagaimana Ayu bisa terseret? Ayu bercerita, awalnya ia bertemu Fathanah ketika tengah berbelanja di Pacific Place Jakarta pada Desember 2012. Ketika itu, Fathanah mengaku sebagai koordinator acara dan akan mengundang untuk mengisi kampanye pilkada. Fathanah juga sempat mengenalkan istrinya yang tengah hamil.

"Saya diyakinkan kalau dia (Fathanah) memang berkegiatan buat acara-acara. Saya diundang untuk membicarakan itu beberapa kali dan dijanjikan mengisi acara bersama anak saya. Dia minta beberapa artis untuk direkrut," kata Ayu di Gedung Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (2/5/2013).

Ayu menambahkan, pembicaraan berlanjut melalui telepon. Fathanah, kata dia, juga sempat memperkenalkannya dengan anggota DPR dari Fraksi PKS, pengurus DPP PKS, dan anak petinggi PKS. Dari situ, Ayu yakin Fathanah adalah kader PKS.

Namun, tambah Ayu, tawaran kerja sama itu baru sebatas janji hingga Fathanah ditangkap KPK. Ia mengaku terkejut ketika dirinya dikaitkan dengan kasus tersebut. "Saya enggak ngerti sama sekali dan enggak ada kaitan dengan saya," pungkas Ayu.

Seperti diberitakan, KPK memeriksa Ayu karena dianggap tahu seputar dugaan pencucian uang yang menjerat Fathanah. Selain menjadi tersangka tindak pidana pencucian uang (TPPU), Fathanah juga ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penerimaan hadiah rekomendasi kuota impor daging sapi.

Fathanah diduga bersama-sama Luthfi menerima uang dari PT Indoguna Utama. Kasus ini berawal saat Fathanah tertangkap KPK di Hotel Le Meridien bersama seorang mahasiswi bernama Maharany Suciyono. Dalam pengembangannya, KPK menjerat Fathanah dengan TPPU dan menyita sejumlah aset miliknya. Belakangan, KPK juga menetapkan Luthfi sebagai tersangka TPPU.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    UPDATE 2 Desember: Ada 5.253 Suspek Covid-19 di Tanah Air

    UPDATE 2 Desember: Ada 5.253 Suspek Covid-19 di Tanah Air

    Nasional
    UPDATE: Ada 7.796 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

    UPDATE: Ada 7.796 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

    Nasional
    UPDATE 2 Desember: Bertambah 388, Kasus Covid-19 Sembuh Kini 4.105.352

    UPDATE 2 Desember: Bertambah 388, Kasus Covid-19 Sembuh Kini 4.105.352

    Nasional
    UPDATE: Bertambah 311, Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 4.256.998

    UPDATE: Bertambah 311, Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 4.256.998

    Nasional
    Kemenlu: Indonesianis Siap Bantu dan Majukan Kepentingan Nasional Indonesia di Negaranya

    Kemenlu: Indonesianis Siap Bantu dan Majukan Kepentingan Nasional Indonesia di Negaranya

    Nasional
    Komisi II Berencana Gelar Raker Bahas Jadwal Pemilu pada Awal 2022

    Komisi II Berencana Gelar Raker Bahas Jadwal Pemilu pada Awal 2022

    Nasional
    Varian Omicron Terdeteksi di 23 Negara, Pemerintah Diminta Perketat Pengawasan Perbatasan dan Karantina

    Varian Omicron Terdeteksi di 23 Negara, Pemerintah Diminta Perketat Pengawasan Perbatasan dan Karantina

    Nasional
    Indonesianis Nilai Indonesia Ada di Jalur yang Benar Atasi Ekonomi di Masa Pandemi

    Indonesianis Nilai Indonesia Ada di Jalur yang Benar Atasi Ekonomi di Masa Pandemi

    Nasional
    Minta Sahroni Mundur dari Kepanitiaan Formula E, PSI: Tidak Lancang, Justru Sayang

    Minta Sahroni Mundur dari Kepanitiaan Formula E, PSI: Tidak Lancang, Justru Sayang

    Nasional
    Pemerintah Diminta Gencarkan Whole Genome Sequencing untuk Melacak Keberadaan Omicron di Tanah Air

    Pemerintah Diminta Gencarkan Whole Genome Sequencing untuk Melacak Keberadaan Omicron di Tanah Air

    Nasional
    Jokowi Tinjau Infrastruktur Akses Menuju Lokasi KTT G20 di Bali

    Jokowi Tinjau Infrastruktur Akses Menuju Lokasi KTT G20 di Bali

    Nasional
    Gugatan Tommy Soeharto Rp 56 Miliar kepada Pemerintah Ditolak

    Gugatan Tommy Soeharto Rp 56 Miliar kepada Pemerintah Ditolak

    Nasional
    Menag Sebut Indonesia Akan Sulit Kirim Jemaah Umrah jika Kasus PCR Bodong Masih Ada

    Menag Sebut Indonesia Akan Sulit Kirim Jemaah Umrah jika Kasus PCR Bodong Masih Ada

    Nasional
    Muhaimin: PKB Memikirkan NU, Partai Lain Enak Enggak Mikirin Siapa-siapa

    Muhaimin: PKB Memikirkan NU, Partai Lain Enak Enggak Mikirin Siapa-siapa

    Nasional
    Eks Direktur Pengadaan Perumda Pembangunan Sarana Jaya Mengaku Tak Hadir Saat Negosiasi Harga Lahan di Munjul

    Eks Direktur Pengadaan Perumda Pembangunan Sarana Jaya Mengaku Tak Hadir Saat Negosiasi Harga Lahan di Munjul

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.