PDI-P Tak Persoalkan Politik Dinasti

Kompas.com - 01/05/2013, 21:18 WIB
Penulis Dani Prabowo
|
EditorHindra

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Bidang Pemuda dan Olahraga Maruarar Sirait menilai, tidak ada yang salah dari adanya politik dinasti. Bahkan, di dalam partainya pun terdapat sejumlah anggota fraksi di DPR yang memiliki hubungan keluarga. Sebut saja di antaranya Puan Maharani dan Guruh Soekarnoputra.

Menurut dia, dalam dunia politik, tak memandang asal-muasal seseorang. Bagi dia, yang terpenting adalah adanya dukungan dari masyarakat terhadap seorang anggota Dewan atau caleg tersebut. "Tidak ada jaminan anak siapa, cucu siapa, kalau memang tidak berkualitas, tidak mempunyai kompetensi, maka tidak didukung publik," katanya, di Jakarta, Rabu (1/5/2013).

Dirinya pun tidak mempersoalkan anggapan PDI-P menjalankan politik dinasti. "Saya tidak menolak menjadi bagian dari dinasti, tetapi harus yang berkualitas, berintegritas yang nasionalis dengan dukungan publik yang kuat tidak sembarangan," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Pol Tracking Institute Hanta Yuda menilai, adanya politik dinasti yang terjadi di sejumlah partai politik justru merusak nilai-nilai demokrasi yang diusung partai. Tidak hanya itu, dinasti politik juga dianggap merusak sistem kaderisasi partai.

"Partai harus mendengar publik karena bisa membuat demokrasi tidak sehat dan sirkulasi (kader dalam) perekrutan politik (menjadi) mandek," tukasnya.

Hanta menuturkan, seorang kader partai, baik itu yang duduk sebagai fungsionaris partai maupun sebagai anggota dewan, harus memiliki kriteria yang baik, yaitu kapabilitas, aseptibilitas, dan integritas. Jika seandainya dinasti politik harus terbangun, tidak serta-merta seseorang yang berasal dari keluarga pimpinan partai menempati posisi strategis di partai.

Harus ada proses seleksi yang cukup ketat sebelum menyatakan orang itu layak untuk menempati posisi strategis. "Mau anak pejabat atau publik figur tidak masalah. Tapi harus ikuti mekanisme ikuti kriteria dan kaderisasi yang sehat," ujarnya.

Baca tentang
    Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
    Ikut


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    471 Pasien Sembuh dari Covid-19, Terbanyak di DKI Jakarta

    471 Pasien Sembuh dari Covid-19, Terbanyak di DKI Jakarta

    Nasional
    Pemerintah Diminta Siapkan Skenario Pemberangkatan Haji Tahun Depan

    Pemerintah Diminta Siapkan Skenario Pemberangkatan Haji Tahun Depan

    Nasional
    Kemenlu: Tak Ada WNI yang Terdampak Demonstrasi di Hong Kong

    Kemenlu: Tak Ada WNI yang Terdampak Demonstrasi di Hong Kong

    Nasional
    Kemenlu: Vietnam Usul KTT ASEAN 2020 Diadakan Face to Face

    Kemenlu: Vietnam Usul KTT ASEAN 2020 Diadakan Face to Face

    Nasional
    UPDATE Covid-19 3 Juni: Pemerintah Sudah Periksa 354.434 Spesimen dari 246.433 Orang

    UPDATE Covid-19 3 Juni: Pemerintah Sudah Periksa 354.434 Spesimen dari 246.433 Orang

    Nasional
    Jubir Pemerintah: Kita Tak Perlu Menunggu Datangnya Vaksin untuk Kembali Produktif

    Jubir Pemerintah: Kita Tak Perlu Menunggu Datangnya Vaksin untuk Kembali Produktif

    Nasional
    Ini Sebaran Pasien Covid-19 yang Meninggal, Jatim Tertinggi

    Ini Sebaran Pasien Covid-19 yang Meninggal, Jatim Tertinggi

    Nasional
    Ancaman Pidana Menanti bagi Pemotong Bansos Covid-19

    Ancaman Pidana Menanti bagi Pemotong Bansos Covid-19

    Nasional
    UPDATE 3 Juni Covid-19 di Indonesia: ODP 48.153 dan PDP 13.285 Orang

    UPDATE 3 Juni Covid-19 di Indonesia: ODP 48.153 dan PDP 13.285 Orang

    Nasional
    Yurianto: Kita Harus Yakini, Sepulang dari Luar Rumah Pasti Berpotensi Membawa Virus

    Yurianto: Kita Harus Yakini, Sepulang dari Luar Rumah Pasti Berpotensi Membawa Virus

    Nasional
    Sri Mulyani Akui Baru Sebagian Kecil Tenaga Medis yang Dapat Insentif

    Sri Mulyani Akui Baru Sebagian Kecil Tenaga Medis yang Dapat Insentif

    Nasional
    Mensos Juliari: Angka Kemiskinan Naik Jadi 13,22 Persen akibat Pandemi

    Mensos Juliari: Angka Kemiskinan Naik Jadi 13,22 Persen akibat Pandemi

    Nasional
    Bansos Covid-19 Diperpanjang Hingga Desember, tapi Nilainya Dipangkas

    Bansos Covid-19 Diperpanjang Hingga Desember, tapi Nilainya Dipangkas

    Nasional
    Sebaran 684 Kasus Baru Covid-19 di 23 Provinsi, Penambahan di Jatim Lampaui Jakarta

    Sebaran 684 Kasus Baru Covid-19 di 23 Provinsi, Penambahan di Jatim Lampaui Jakarta

    Nasional
    Marak Aksi Demonstrasi di AS, Kemenlu Imbau WNI Tak Keluar Rumah

    Marak Aksi Demonstrasi di AS, Kemenlu Imbau WNI Tak Keluar Rumah

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X