42 Bakal Caleg DPRA Tak Lulus Mengaji

Kompas.com - 30/04/2013, 20:07 WIB
EditorAgus Mulyadi

BANDA ACEH, KOMPAS.com - Komisi Independen Pemilihan (KIP) Provinsi Aceh menyatakan, 42 bakal calon anggota legislatif DPR Aceh dari 15 partai politik peserta Pemilu 2014 dinyatakan tidak lulus tes kemampuan membaca Al Quran (mengaji).

"Dari hasil uji mampu baca Al Quran, tim juri memutuskan 42 bakal calon dinyatakan tidak lulus," kata Ketua Kelompok Kerja Uji Mampu Baca Al Quran KIP Provinsi Aceh, Tgk Akbal Abzal, di Banda Aceh, Selasa (30/4/2013).

Uji mampu membaca Al Quran digelar selama tiga hari, 27-29 April 2013. Tes mengaji tersebut diikuti 1.231 bakal calon yang didaftarkan partai politik.

Akmal mengatakan, dari 42 bakal calon yang tidak lulus tes mengaji tersebut, 39 orang di antaranya berasal dari partai politik nasional, sedangkan tiga orang lainnya dari partai politik lokal.

"Kami tidak bisa menyebutkan yang tidak lulus tersebut dari partai mana saja. Semua bakal caleg yang tidak lulus tes mengaji mencapai 42 orang," sebut Akmal.

KIP Aceh, kata Akmal, segera menyurati partai politik yang mendaftarkan bakal calon yang tidak lulus mengaji ini. Nantinya, partai politik yang memutuskan apakah mereka diganti atau tidak.

"Uji mampu membaca Al Quran ini merupakan salah satu syarat yang wajib dipenuhi bakal calon. Jika syarat ini tidak terpenuhi, maka bakal calon dinyatakan tidak memenuhi persyaratan dan pencalonannya dinyatakan gagal," ujarnya.

Selain yang tidak lulus mengaji, Akmal mengatakan, ada 91 bakal caleg tidak hadir saat uji mengaji berlangsung. Mereka tidak hadir dengan berbagai alasan, ada yang umrah, sakit, tidak membawa identitas pencalonan, bahkan ada pula yang mengundurkan diri.

"Kami akan meminta alasan mereka secara tertulis, misalnya sakit harus ada surat keterangan dokter, yang umrah harus melampirkan surat dari biro perjalanan, maupun alasan lainnya," kata Akmal.

Ia menyebutkan, bagi bakal caleg yang menyampaikan alasan secara logis dan dapat diterima, maka akan diberi kesempatan mengikuti uji mengaji pada masa perbaikan daftar calon sementara. Masa perbaikan ini dijadwalkan 9 hingga 22 Mei 2013.

"Bagi bakal caleg yang alasannya tidak bisa diterima secara logis, maka yang bersangkutan dianggap tidak lulus dan pencalonannya akan dicoret. Selanjutnya terserah partai yang mendaftarkan, apakah mengganti bakal calonnya atau tidak," kata Tgk Akmal Abzal.

 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tanoto Foundation Gandeng Pusdiklat Kesos untuk Cegah Stunting

Tanoto Foundation Gandeng Pusdiklat Kesos untuk Cegah Stunting

Nasional
Curhat Seorang Dokter ke Jokowi, Distigma hingga Diintimidasi Keluarga Pasien Covid-19

Curhat Seorang Dokter ke Jokowi, Distigma hingga Diintimidasi Keluarga Pasien Covid-19

Nasional
Tak Langsung Periksa Maria Pauline Lumowa, Bareskrim: Dia Sedang Istirahat

Tak Langsung Periksa Maria Pauline Lumowa, Bareskrim: Dia Sedang Istirahat

Nasional
Pembentukan Komisi Independen Dianggap Perlu Diatur dalam RUU PDP

Pembentukan Komisi Independen Dianggap Perlu Diatur dalam RUU PDP

Nasional
Enam Hal Ini Bisa Bantu Perbaiki Stigma Negatif Terkait Covid-19

Enam Hal Ini Bisa Bantu Perbaiki Stigma Negatif Terkait Covid-19

Nasional
Putusan MA Dinilai Tak Mungkin Ubah Hasil Pilpres 2019, Ini Alasannya

Putusan MA Dinilai Tak Mungkin Ubah Hasil Pilpres 2019, Ini Alasannya

Nasional
Dokter di Sampit ke Jokowi: Percuma Kita 'Tracing' Terus tetapi Tak Ada Alat

Dokter di Sampit ke Jokowi: Percuma Kita "Tracing" Terus tetapi Tak Ada Alat

Nasional
Periksa Eks Deputi Bappenas, KPK Gali Informasi Penerimaan Uang dari Mitra PT DI

Periksa Eks Deputi Bappenas, KPK Gali Informasi Penerimaan Uang dari Mitra PT DI

Nasional
Periksa Saksi, KPK Konfirmasi Aset Milik Nurhadi dan Menantunya yang Berada di SCBD

Periksa Saksi, KPK Konfirmasi Aset Milik Nurhadi dan Menantunya yang Berada di SCBD

Nasional
Belajar dari Putusan MA, Perludem Nilai Revisi UU Pemilu Perlu Memuat Putusan MK Terkait

Belajar dari Putusan MA, Perludem Nilai Revisi UU Pemilu Perlu Memuat Putusan MK Terkait

Nasional
Jokowi Tunjuk Prabowo jadi 'Leading Sector' Lumbung Pangan Nasional

Jokowi Tunjuk Prabowo jadi 'Leading Sector' Lumbung Pangan Nasional

Nasional
Pimpinan KPK Datangi Kantor Anies Baswedan, Ini yang Dibicarakan...

Pimpinan KPK Datangi Kantor Anies Baswedan, Ini yang Dibicarakan...

Nasional
Kejagung Periksa Tiga Saksi Terkait Korupsi Impor Tekstil India

Kejagung Periksa Tiga Saksi Terkait Korupsi Impor Tekstil India

Nasional
Putusan MA Dinilai Tak Pengaruhi Legitimasi Jokowi

Putusan MA Dinilai Tak Pengaruhi Legitimasi Jokowi

Nasional
Rekor 2.657 Kasus Baru Covid-19, Jokowi: Ini Lampu Merah Lagi

Rekor 2.657 Kasus Baru Covid-19, Jokowi: Ini Lampu Merah Lagi

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X