Kompas.com - 23/01/2013, 21:36 WIB
|
EditorBenny N Joewono

JAKARTA, KOMPAS.com - Air Sungai Ciliwung kembali naik untuk yang kesekian kalinya, Rabu pukul 16.00 WIB. Kondisi itu pun mengakibatkan sebagian warga Kampung Pulo, Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, tak bisa pulang ke rumahnya dan terpaksa tidur di emperan toko di Jalan Jatinegara Barat.

Cece (56), warga RT 01 RW RW 03, Kampung Pulo, adalah salah satunya. Mau tak mau, banjir yang menggenangi rumahnya untuk kedua kalinya sejak banjir besar beberapa waktu lalu tersebut memaksa ia, suami serta dua anaknya tidur dengan alas seadanya di emperan toko furniture.

"Sudah dikasih sama yang punya toko di dalam, cuma kalau malam panas saya ke luar," ujarnya kepada Kompas.com di mulut Gang IV Kampung Pulo bersama keluarga kecilnya, Rabu (23/1/2013) siang.

Cece mengungkapkan, banjir besar yang terjadi beberapa waktu lalu sebenarnya telah surut, Selasa siang. Rasa gembira sempat dirasakan wanita yang bekerja sebagai ibu rumah tangga itu. Namun, belum sempat ia membereskan sisa banjir di rumahnya, banjir kiriman kembali datang.

"Tadinya memang sudah mau pulang, ternyata sekarang banjir lagi. Ya sudah ke luar lagi. Lagian di dalam kan gelap, listrik belum dinyalakan, sudah gitu di rumah lembab lagi," lanjutnya.

Satu posko pengungsi di dalam Kantor Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur sebenarnya masih dibuka, namun Cece serta warga yang tidur di emperan toko enggan mengungsi di sana atas alasan lebih dekat dengan rumahnya.

Berdasarkan pantauan di lapangan, banjir kiriman yang terjadi Rabu sore, tak sebesar banjir yang terjadi sebelumnya. Jika kemarin ketinggian air mencapai lima meter, kini muka air banjir hanya setinggi 20 centimeter hingga 80 centimeter. Namun, kondisi tersebut cukup merepotkan bagi warga yang rumahnya persis di pinggir sungai.

Kebanyakan, warga yang terpaksa tidur di emperan toko adalah warga yang rumahnya berada di pinggir sungai. Adapun untuk warga yang rumahnya berada lebih menjorok ke dalam namun tetap dilanda banjir, memilih untuk tinggal di lantai dua rumah mereka masing-masing dan menunggu banjir surut keesokan harinya.

Warga yang tidur di emperan toko, kondisinya cukup memprihatinkan. Warga yang kebanyakan terdiri dari ibu-ibu serta anak-anak tersebut hanya tidur beralaskan triplek dilapisi dengan selimut tipis. Di antara mereka turut diletakkan tumpukan pakaian untuk menghangatkan warga dari udara malam.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.