Napi Korupsi Jateng Naik Bus Eksekutif ke Sukamiskin

Kompas.com - 19/01/2013, 13:24 WIB
|
EditorKistyarini

SEMARANG, KOMPAS.com — Sebanyak 43 narapidana kasus korupsi dari berbagai lembaga pemasyarakatan (lapas) di Jawa Tengah diberangkatkan menuju Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat pada Sabtu (19/1/2013) sekitar pukul 05.30 WIB. Pemberangkatan menggunakan dua bus kelas eksekutif berpendingin udara.

"Busnya bagus, gede," celetuk seorang petugas kebersihan Lapas Kedungpane, Semarang, kepada Kompas.com. Dia juga mengatakan, para napi diborgol. Sebagian mengenakan baju tahanan dan sebagian lagi mengenakan baju biasa serta baju batik.

Menurut informasi, tidak ada sanak keluarga yang mengiringi pemindahan para napi. Barang-barang dari para napi terlihat cukup banyak.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil Kemenhuk dan HAM) Jawa Tengah Muqowimul Aman mengatakan, alasan penggunaan bus eksekutif adalah perjalanan yang cukup jauh sehingga diupayakan berlangsung aman. "Nama busnya Santika kalau tidak salah, eksekutif yang ada toiletnya," ungkapnya.

Awalnya diperoleh informasi bahwa keberangkatan para napi sekitar pukul 08.00 WIB. Namun mereka diberangkatkan lebih awal dengan alasan untuk menghindari kemacetan. "Lebih cepat kan lebih baik," ujar Muqowimul Aman.

Dari 43 napi tersebut, 20 napi di antaranya berasal dari Lapas Kedungpane, Semarang. Namun, dia menolak mengungkap nama-nama narapidana yang dipindah. 

Pihak Lapas Kedungpane juga tidak bersedia memberikan data nama-nama napi yang dipindahkan. Ia mengatakan, para napi yang dipindahkan tersebut adalah mereka yang sudah memenuhi kriteria antara lain masa pidana minimal 1 tahun, kerugian negara minimal Rp 100 juta, dan merupakan tokoh publik.

"Tapi kalau yang tokoh itu sifatnya alternatif, yang penting proses hukum napi tersebut sudah selesai dan dibuktikan dengan surat keterangan penegak hukum lain," tambahnya.

Dia mengungkapkan, pemindahan hari ini merupakan pemindahan tahap I, dan akan ada pemindahan tahap berikutnya. Namun ia belum menjelaskan kapan waktu pelaksanaannya. Dua bus yang berangkat tersebut dikawal delapan anggota kepolisian dari Polrestabes Semarang, tujuh orang dari Kanwil Kemenhuk dan HAM Jateng, dan satu tenaga kesehatan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jenazah Sandera WNI yang Tewas Diterbangkan dengan Pesawat Militer Filipina

Jenazah Sandera WNI yang Tewas Diterbangkan dengan Pesawat Militer Filipina

Nasional
Plt dan Pjs Kepala Daerah Tak Netral di Pilkada, Mendagri Siap Beri Sanksi

Plt dan Pjs Kepala Daerah Tak Netral di Pilkada, Mendagri Siap Beri Sanksi

Nasional
WNI Sandera Abu Sayyaf Tewas dalam Baku Tembak di Filipina

WNI Sandera Abu Sayyaf Tewas dalam Baku Tembak di Filipina

Nasional
Hukuman Anas Dikurangi MA, KPK: Biar Masyarakat yang Menilai

Hukuman Anas Dikurangi MA, KPK: Biar Masyarakat yang Menilai

Nasional
Menlu ASEAN Bertemu Inggris, Menlu RI sampaikan Poin-poin Ini

Menlu ASEAN Bertemu Inggris, Menlu RI sampaikan Poin-poin Ini

Nasional
[POPULER NASIONAL] Jengkelnya Kapolri kepada Oknum Polisi di Sultra | Pedagang ke Jokowi : Corona Itu Setan, Pak

[POPULER NASIONAL] Jengkelnya Kapolri kepada Oknum Polisi di Sultra | Pedagang ke Jokowi : Corona Itu Setan, Pak

Nasional
Ketua Satgas PEN: Kesehatan yang Utama, Ekonomi Menyusul

Ketua Satgas PEN: Kesehatan yang Utama, Ekonomi Menyusul

Nasional
Realisasi Anggaran Kesehatan Masih di Bawah 30 Persen, Berikut Rinciannya...

Realisasi Anggaran Kesehatan Masih di Bawah 30 Persen, Berikut Rinciannya...

Nasional
Bio Farma Sebut Tak Ditemukan Efek Samping dari Sukarelawan Vaksin Covid-19

Bio Farma Sebut Tak Ditemukan Efek Samping dari Sukarelawan Vaksin Covid-19

Nasional
Tim Riset Skrining 1.447 Sukarelawan Sebelum Disuntik Vaksin Covid-19

Tim Riset Skrining 1.447 Sukarelawan Sebelum Disuntik Vaksin Covid-19

Nasional
Amien Rais Akan Umumkan Nama Parpol Baru, Bukan PAN Reformasi

Amien Rais Akan Umumkan Nama Parpol Baru, Bukan PAN Reformasi

Nasional
Wamenkeu Sebut 96 Keluarga Nakes Gugur Sudah Terima Santunan Rp 300 Juta

Wamenkeu Sebut 96 Keluarga Nakes Gugur Sudah Terima Santunan Rp 300 Juta

Nasional
Berkas Perkara Djoko Tjandra dan Andi Irfan Jaya Dilimpahkan ke JPU

Berkas Perkara Djoko Tjandra dan Andi Irfan Jaya Dilimpahkan ke JPU

Nasional
Lebih dari 2.000 Bencana Terjadi hingga Akhir September 2020

Lebih dari 2.000 Bencana Terjadi hingga Akhir September 2020

Nasional
Kemenpan RB: Masih Banyak Masyarakat Tertipu Penerimaan CPNS

Kemenpan RB: Masih Banyak Masyarakat Tertipu Penerimaan CPNS

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X