Kompas.com - 12/01/2013, 12:15 WIB
Penulis Sandro Gatra
|
EditorGlori K. Wadrianto

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dinilai telah mempertaruhkan kredibilitas pemerintahan dengan menunjuk politisi Partai Demokrat Roy Suryo sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga. Pasalnya, Roy dinilai tidak memiliki kompetensi di bidang olahraga maupun kepemudaan.

"Ini akan mengurangi legitimasi pemerintahan dengan menempatkan orang yang latarbelakangnya tidak mencukupi. Kredibilitas pemerintahan SBY yang dipertaruhkan," kata Hamdi Muluk Pakar Psikologi Politik Universitas Indonesia di Jakarta, Sabtu (12/1/2013).

Hamdi menilai penunjukan Roy sebagai Menpora lantaran Presiden tidak ingin terjebak dalam faksi-faksi di internal Demokrat. Roy dianggap netral dibanding para kader Demokrat lain yang disebut-sebut masuk dalam daftar calon Menpora.

Hamdi mengatakan, publik memang tidak bisa langsung menyimpulkan hasil akhir kinerja Roy. Hanya saja, kata dia, sangat logis jika publik meragukan Roy lantaran perlu waktu untuk adaptasi mengingat tidak memiliki latarbelakang olahraga maupun kepemudaan. "Padahal masa jabatannya singkat cuma 1,5 tahun. Adaptasi saja 6 bulan. Kapan dia mau bekerja?" kata dia.

Politisi Partai Demokrat Didi Irawadi Syamsuddin menilai Roy memiliki potensial untuk memimpin Kemenpora. Menurut dia, latarbelakang Roy tidak akan menjadi halangan lantaran Roy hanya berhadapan dengan kebijakan. Adapun masalah teknis dapat ditangani jajaran Kemenpora.

Didi juga yakin Roy dapat beradaptasi dengan cepat. "Seorang profesional yang baik, Roy salah satunya, akan bisa cepat menyesuaikan diri dan atasi masalah," kata Didi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Komisi II Berencana Gelar Raker Bahas Jadwal Pemilu pada Awal 2022

    Komisi II Berencana Gelar Raker Bahas Jadwal Pemilu pada Awal 2022

    Nasional
    Varian Omicron Terdeteksi di 23 Negara, Pemerintah Diminta Perketat Pengawasan Perbatasan dan Karantina

    Varian Omicron Terdeteksi di 23 Negara, Pemerintah Diminta Perketat Pengawasan Perbatasan dan Karantina

    Nasional
    Indonesianis Nilai Indonesia Ada di Jalur yang Benar Atasi Ekonomi di Masa Pandemi

    Indonesianis Nilai Indonesia Ada di Jalur yang Benar Atasi Ekonomi di Masa Pandemi

    Nasional
    Minta Sahroni Mundur dari Kepanitiaan Formula E, PSI: Tidak Lancang, Justru Sayang

    Minta Sahroni Mundur dari Kepanitiaan Formula E, PSI: Tidak Lancang, Justru Sayang

    Nasional
    Pemerintah Diminta Gencarkan Whole Genome Sequencing untuk Melacak Keberadaan Omicron di Tanah Air

    Pemerintah Diminta Gencarkan Whole Genome Sequencing untuk Melacak Keberadaan Omicron di Tanah Air

    Nasional
    Jokowi Tinjau Infrastruktur Akses Menuju Lokasi KTT G20 di Bali

    Jokowi Tinjau Infrastruktur Akses Menuju Lokasi KTT G20 di Bali

    Nasional
    Gugatan Tommy Soeharto Rp 56 Miliar kepada Pemerintah Ditolak

    Gugatan Tommy Soeharto Rp 56 Miliar kepada Pemerintah Ditolak

    Nasional
    Menag Sebut Indonesia Akan Sulit Kirim Jemaah Umrah jika Kasus PCR Bodong Masih Ada

    Menag Sebut Indonesia Akan Sulit Kirim Jemaah Umrah jika Kasus PCR Bodong Masih Ada

    Nasional
    Muhaimin: PKB Memikirkan NU, Partai Lain Enak Enggak Mikirin Siapa-siapa

    Muhaimin: PKB Memikirkan NU, Partai Lain Enak Enggak Mikirin Siapa-siapa

    Nasional
    Eks Direktur Pengadaan Perumda Pembangunan Sarana Jaya Mengaku Tak Hadir Saat Negosiasi Harga Lahan di Munjul

    Eks Direktur Pengadaan Perumda Pembangunan Sarana Jaya Mengaku Tak Hadir Saat Negosiasi Harga Lahan di Munjul

    Nasional
    Kemenkominfo Temukan 390 Hoaks Vaksinasi Covid-19, Terbanyak dari Unggahan Facebook

    Kemenkominfo Temukan 390 Hoaks Vaksinasi Covid-19, Terbanyak dari Unggahan Facebook

    Nasional
    Tanggapi Putusan MK soal UU Cipta Kerja, Mahfud: Inkonstitusional Kok Tetap Berlaku?

    Tanggapi Putusan MK soal UU Cipta Kerja, Mahfud: Inkonstitusional Kok Tetap Berlaku?

    Nasional
    Kemenag Imbau Peserta Ibadah Natal di Gereja Tak Melebihi 50 Persen Kapasitas

    Kemenag Imbau Peserta Ibadah Natal di Gereja Tak Melebihi 50 Persen Kapasitas

    Nasional
    Pakar Sebut Varian Omicron Miliki Gen yang Tak Terdeteksi PCR

    Pakar Sebut Varian Omicron Miliki Gen yang Tak Terdeteksi PCR

    Nasional
    Saksi Sebut Penandatanganan Kajian Investasi Terkait Lahan di Munjul 'BackDate'

    Saksi Sebut Penandatanganan Kajian Investasi Terkait Lahan di Munjul "BackDate"

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.