Alumni Informatika ITB "Dipanggil Pulang" ke Bandung

Kompas.com - 02/11/2012, 11:25 WIB
Penulis Reza Wahyudi
|
EditorCaroline Damanik

KOMPAS.com - Para alumni Teknik Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) dipanggil pulang kembali ke Bandung. Bukan untuk mudik atau reuni, tetapi berbagi pengetahuan dan pengalamannya dalam program Informatika Mengajar.

Alumni dari Teknik Informatika ITB saat ini tersebar di berbagai posisi penting di seluruh Indonesia maupun dunia. Mereka diundang untuk berbagi pengetahuan dan pengalamannya dalam program Informatika Mengajar.

Salah satunya adalah Presiden Direktur PT Pertamina Trans Kontinental, Ahmad Bambang yang akan membagikan pengalamannya mengenai perkembangan dan peluang-peluang Industri TIK serta pemanfaatannya untuk kepentingan bangsa dan negara. President Direktur No Limit Indonesia, Aqsath Rasyid Naradhipa juga akan membagikan pengalamannya tentang bagaimana tesis beliau bisa menjadi sebuah start-up yang saat ini sudah memiliki puluhan karyawan.

Dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Program Informatika Mengajar yang pertama akan digelar pada 2 November 2012 mulai pukul 14:00 WIB di Labtek VI Kampus ITB, Bandung. Acara perdana ini mengusung Tema Informatika untuk Kemandirian Bangsa.

Acara kuliah umum ini akan dipandu oleh Narenda Wicaksono, alumni Teknik Informatika ITB yang saat ini menjabat sebagai Developer Experience Lead Nokia untuk Asia Tenggara.

Program Informatika Mengajar ini terbuka untuk masyarakat umum yang memiliki minat untuk mengetahui bagaimana ilmu informatika berperan dalam industri.

Program "kembali dan berbagi" ini merupakan bagian dari rangkaian acara 30 Tahun Pendidikan Informatika di Indonesia. Pada kesempatan yang sama juga, ribuan alumni Teknik Informatika ITB akan menghadiri Kongres Pertama Ikatan Alumni Informatika ITB (IA-IF ITB) yang akan dilaksanakan pada tanggal 3 November 2012 di Selasar Labtek V Institut Teknologi Bandung.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Brigjen Prasetijo Bantah Buat Surat Jalan Palsu Djoko Tjandra

Brigjen Prasetijo Bantah Buat Surat Jalan Palsu Djoko Tjandra

Nasional
Satgas: Libur Panjang Picu Lonjakan Kasus Covid-19 hingga 118 Persen

Satgas: Libur Panjang Picu Lonjakan Kasus Covid-19 hingga 118 Persen

Nasional
Menkes Terawan: Belum Ada Vaksin Covid-19 untuk Anak dan Lansia

Menkes Terawan: Belum Ada Vaksin Covid-19 untuk Anak dan Lansia

Nasional
Bawaslu Rekomendasikan Diskualifikasi bagi 6 Pasangan Calon di Daerah Ini

Bawaslu Rekomendasikan Diskualifikasi bagi 6 Pasangan Calon di Daerah Ini

Nasional
Menkes Terawan Klaim Angka Tes Covid-19 di Indonesia Memenuhi Standar WHO

Menkes Terawan Klaim Angka Tes Covid-19 di Indonesia Memenuhi Standar WHO

Nasional
Satgas: Dampak Demo terhadap Kasus Covid-19 Terlihat dalam 2-4 Pekan

Satgas: Dampak Demo terhadap Kasus Covid-19 Terlihat dalam 2-4 Pekan

Nasional
Penyusunan RPP BUMDes, Mendes PDTT: Kami Ajak Banyak Pihak Diskusi

Penyusunan RPP BUMDes, Mendes PDTT: Kami Ajak Banyak Pihak Diskusi

Nasional
Piala Dunia U-20 Belum Tentu Bisa Disaksikan Penonton

Piala Dunia U-20 Belum Tentu Bisa Disaksikan Penonton

Nasional
Sidik Dugaan Korupsi di PT Pelindo II, Kejagung Mulai Periksa Saksi

Sidik Dugaan Korupsi di PT Pelindo II, Kejagung Mulai Periksa Saksi

Nasional
Riset Freedom House: Skor Kebebasan Berinternet Indonesia 49 dari 100

Riset Freedom House: Skor Kebebasan Berinternet Indonesia 49 dari 100

Nasional
Jokowi Sampaikan Kendala Izin Impor Produk Indonesia ke PM Jepang

Jokowi Sampaikan Kendala Izin Impor Produk Indonesia ke PM Jepang

Nasional
MUI Luruskan Kabar soal Usulan Perpanjangan Masa Jabatan Presiden

MUI Luruskan Kabar soal Usulan Perpanjangan Masa Jabatan Presiden

Nasional
Satgas: Pengurangan Aktivitas di Kantor Turunkan Potensi Penularan dan Kematian Akibat Covid-19

Satgas: Pengurangan Aktivitas di Kantor Turunkan Potensi Penularan dan Kematian Akibat Covid-19

Nasional
Pernyataan Menaker soal UU Cipta Kerja Untungkan Pekerja Kontrak Dinilai Prematur

Pernyataan Menaker soal UU Cipta Kerja Untungkan Pekerja Kontrak Dinilai Prematur

Nasional
Menkes Terawan Yakin Tak Ada Rumah Sakit Sengaja 'Meng-covid-kan' Pasien Meninggal Dunia

Menkes Terawan Yakin Tak Ada Rumah Sakit Sengaja "Meng-covid-kan" Pasien Meninggal Dunia

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X