Syiah (Tidak) Sesat

Kompas.com - 01/09/2012, 19:19 WIB
EditorJodhi Yudono

Versi pertama adalah konflik di Sampang itu merupakan konflik dari dua orang kakak-beradik, yakni Rois Alhukama dan Ustaz Tajul Muluk, yang kebetulan berbeda paham, namun keduanya melibatkan massa.

Ada yang bilang motifnya asmara, tapi motif paling kuat justru perbedaan paham itu. Awalnya, Rois dan Tajul Muluk sesungguhnya berasal dari keluarga Sunni, lalu keduanya beralih ke Syiah, tapi Rois akhirnya kembali ke Sunni.

Warga setempat tidak suka dengan Syiah, tapi Rois sering memosisikan diri sebagai pembela kakaknya terhadap warga dan sekaligus pengingat kakaknya tentang ketidaksukaan warga.

Versi kedua adalah munculnya provokasi kepada warga Sampang bahwa Syiah itu sesat, namun provokasi itu membonceng perbedaan paham antara Rois Alhukama dan Ustaz Tajul Muluk, karena warga setempat sejak awal memang tidak suka dengan Syiah, sehingga Rois dan Tajul pun "terbakar".

Manakah versi yang benar ?! Agaknya, faktor mana yang benar itu tidak terlalu penting, karena ada satu jawaban yang dapat menyelesaikan kedua faktor itu sekaligus, yakni jawaban dari pertanyaan, benarkah Syiah itu sesat?

Jawaban atas pertanyaan itu akan menjawab ketidaksukaan warga setempat terhadap Syiah dan juga menjawab provokasi yang melanda warga setempat, sekaligus menyelesaikan "gunung es" persoalan masyarakat dengan Syiah di berbagai daerah di Indonesia.

Syiah Sesat?
Provokasi yang sempat berkembang tentang ajaran Ustaz Tajul Muluk antara lain Ustaz Tajul Muluk menyebut Abu Bakar, Umar bin Khattab, dan Usman bin Affan sebagai "perampok" posisi Sayidina Ali bin Abi Thalib yang seharusnya menjadi khalifah pasca-kepemimpinan Nabi Muhammad SAW.

Selain itu, Ustaz Tajul Muluk juga memiliki Al Quran dan Hadits sendiri, karena Syiah memang memiliki tafsir Al Quran sendiri dan Hadits sendiri yakni Al-Kafi yang merupakan hadits yang tidak mengakui Hadits Bukhari-Muslim, kecuali diriwiyatkan Ahlul Bait (keturunan Ali).

Kakak dari Rois Alhukama (tersangka konflik pada 26 Agustus 2012) itu juga disebut-sebut tidak mengakui imam di luar keturunan Sahabat Ali, sehingga dia juga tidak menerima kepemimpinan presiden, gubernur, bupati/wali kota, camat, dan seterusnya.

Apakah betul Syiah seperti itu ?! Ketua PP Muhammadiyah Prof H Syafiq A Mughni MA PhD berpendapat masalah Syiah dalam Islam sebenarnya hanya berbeda dalam persoalan kepemimpinan Ali bin Abi Thalib.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Sebaran Pasien Positif Covid-19 di 30 Provinsi per 29 Maret

Ini Sebaran Pasien Positif Covid-19 di 30 Provinsi per 29 Maret

Nasional
Rumah Sakit Diprioritaskan bagi Pasien Covid-19 yang Tak Mungkin Isolasi Mandiri

Rumah Sakit Diprioritaskan bagi Pasien Covid-19 yang Tak Mungkin Isolasi Mandiri

Nasional
Yurianto: Pemeriksaan Covid-19 Sudah Dilakukan terhadap Lebih dari 6.500 Orang

Yurianto: Pemeriksaan Covid-19 Sudah Dilakukan terhadap Lebih dari 6.500 Orang

Nasional
Sulawesi Barat Catat Kasus Perdana, Total 30 Provinsi dengan Pasien Covid-19

Sulawesi Barat Catat Kasus Perdana, Total 30 Provinsi dengan Pasien Covid-19

Nasional
UPDATE: Pasien Covid-19 yang Meninggal Jadi 114 Orang

UPDATE: Pasien Covid-19 yang Meninggal Jadi 114 Orang

Nasional
UPDATE 29 Maret: 64 Pasien Covid-19 Dinyatakan Sembuh

UPDATE 29 Maret: 64 Pasien Covid-19 Dinyatakan Sembuh

Nasional
Psikolog soal Psikosomatis Saat Pandemi Covid-19: Bisa Jadi Sesak Itu karena Cemas

Psikolog soal Psikosomatis Saat Pandemi Covid-19: Bisa Jadi Sesak Itu karena Cemas

Nasional
UPDATE: Bertambah 130, Kini Ada 1.285 Kasus Covid-19 di Indonesia

UPDATE: Bertambah 130, Kini Ada 1.285 Kasus Covid-19 di Indonesia

Nasional
Bareskrim Polri Panggil Rocky Gerung terkait Laporan Politikus PDI-P Henry Yosodiningrat

Bareskrim Polri Panggil Rocky Gerung terkait Laporan Politikus PDI-P Henry Yosodiningrat

Nasional
BNPB Rekrut 5.816 Relawan Percepatan Penanganan Corona

BNPB Rekrut 5.816 Relawan Percepatan Penanganan Corona

Nasional
Tingkatkan Imunitas Hadapi Covid-19, Berjemur Cukup 15 Menit Saja

Tingkatkan Imunitas Hadapi Covid-19, Berjemur Cukup 15 Menit Saja

Nasional
Dijadwal Beroperasi Senin, Pembangunan RS Darurat Covid-19 Pulau Galang Tinggal 9 Persen

Dijadwal Beroperasi Senin, Pembangunan RS Darurat Covid-19 Pulau Galang Tinggal 9 Persen

Nasional
Anak-anak Berpotensi Jadi Carrier Covid-19, Lansia Harus Hati-hati ketika Kontak dengan Cucunya

Anak-anak Berpotensi Jadi Carrier Covid-19, Lansia Harus Hati-hati ketika Kontak dengan Cucunya

Nasional
AHY Intruksikan Kader Partai Demokrat Minimalisasi Mudik Lebaran

AHY Intruksikan Kader Partai Demokrat Minimalisasi Mudik Lebaran

Nasional
Per 29 Maret, RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet Tangani 387 Pasien

Per 29 Maret, RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet Tangani 387 Pasien

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X