Tangani Petrus di Paniai Papua, Polisi Jangan Eksesif

Kompas.com - 22/08/2012, 17:29 WIB
|
EditorHeru Margianto

JAKARTA, KOMPAS. com - Polisi diingatkan untuk tidak bertindak eksesif dalam menangani kasus penembakan misterius yang belakangan marak terjadi di Papua. Terakhir, Selasa (21/8/2012), Brigadir Yohan Kisiwaitouw, anggota Brimob Polres Paniai, tewas ditembak orang tak dikenal (OTK) sekitar pukul 10.30 WIT.

"Kita harus ingatkan agar pendekatan yang eksesif itu diubah. Polisi harus mematuhi asas praduga tak bersalah saat mengejar siapa pun yang menjadi terduga (pelaku penembakan aparat maupun warga). Juga agar penduduk sipil biasa atau warga yang suaranya kritis tidak jadi sasaran penangkapan polisi tanpa dasar hukum yang kuat," ujar aktivis hak asasi manusia Usman Hamid saat dihubungi di Jakarta, Rabu (22/8/2012).

Usman yang juga pendiri Institut Kebajikan Publik meminta jajaran Polisi Republik Indonesia (Polri) agar mematuhi kaidah hukum dan hak asasi manusia dalam mengusut pelaku penembakan anggota Polres di Paniai hingga tewas. Sebab, menurutnya, tak jarang polisi justru terkesan bersikap dan bertindak berlebihan terhadap orang Papua seperti menyiksa atau berlaku diskriminatif.

Usman mengungkapkan, menurut laporan yang diterima Institut Kebajikan Publik per 21 Agustus 2012, situasi kota Enarotali, Paniai, mencekam pascadilakukannya operasi pengejaran pelaku penembakan oleh polisi di Paniai. Nyaris tak ada mobil dan kendaraan lainnya yang lalu-lalang. Masyarakat Paniai, tambahnya, pulang pergi dengan jalan kaki. Seluruh kios tutup. Di RSUD Uwibutu beberapa pasien sakit berat maupun sakit ringan dipaksa keluar oleh aparat keamanan.

"Selasa (21/8/2012) malam lalu, keluarga pendeta Yandrik Nawipa dan lima orang warga sipil ditangkap lalu dibawa ke Mapolsek Enarotali, Paniai. Itu bukti Polisi arogan, kebal hukum dan diskriminatif karena main tangkap, tapi tidak didukung bukti yang kuat," tambahnya.

Penangkapan itu adalah buntut dari peristiwa 21 Agustus 2012 pukul 09.30 WIT, ketika Tentara Pembebasan Nasional dan Organisasi Papua Merdeka (TPN OPM) Pimpinan Jhon diduga menembak hingga tewas Brigadir Yohan Kisiwaitouw. Polisi menduga ada anggota TPN OPM yang membawa lari senjata sehingga aparat gabungan TNI dan Polri mengejar para pelaku hingga ke arah daerah Kebo, bagian selatan Paniai.

Peristiwa penembakan terhadap Brigadir Yohan Kisiwaitouw merupakan rangkaian peristiwa kekerasan yang terjadi susul-menyusul belakangan ini di Papua. Pelakunya tidak diketahui. Sebelumnya, Jumat (17/8/2012), penembakan juga terjadi di Distrik Obano, Kabupaten Paniai. Penembakan yang dilakukan orang tak dikenal itu menewaskan Mustafa (22), penjaga kios di pasar Distrik Obano.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Setelah itu, Sabtu (18/8/2012) di Keerom, Papua, Kepala Seksi Kehutanan Kabupaten Sarmi Ayub Notanubun (52) juga tewas ditembak orang tak dikenal. Sehari kemudian, Minggu (19/8/2012), seorang pegawai Kantor Otoritas Bandara Wilayah X Papua, Vian (24), ditembak oleh seorang lelaki yang belum diketahui identitasnya di Jalan Husen Palela, Merauke. Korban mengalami luka tembak di bagian atas telapak kaki kirinya.

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.