Kompas.com - 26/07/2012, 15:57 WIB
|
EditorMarcus Suprihadi

Dalam wawancara sepanjang 12 menit itu, Hari juga menyatakan bahwa dirinya jalan kaki ke Jakarta karena diprovokasi pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Sejak wawancara itu, Harto tidak bisa mengontak Hari. Ia mengaku sangat kecewa dan malu karena sepanjang perjalanan dari Porong ke Jakarta, ia menyaksikan banyak orang bersimpati pada aksi Hari memperjuangkan nasib korban lumpur Lapindo.

Sebagai salah satu korban lumpur, Harto sampai saat ini belum menerima pelunasan asetnya yang telah ditelan lumpur dari PT Minarak Lapindo Jaya. Dari total nilai aset berupa rumah dan tanah sebesar Rp 490 juta, ia baru menerima Rp 87 juta pada tahun 2007.

"Yang dibayar baru 20 persen, sisanya belum sama sekali," kata Harto.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.