Penahanan Miranda Buka Kotak Pandora Bank Century - Kompas.com

Penahanan Miranda Buka Kotak Pandora Bank Century

Kompas.com - 04/06/2012, 09:27 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Penahanan mantan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Miranda S Goeltom diharapkan dapat menjadi pintu masuk untuk membuka kotak pandora kasus Bank Century yang hingga kini masih belum tuntas pengungkapannya.

Harapan DPR itu disampaikan anggota Komisi III DPR bidang hukum, Bambang Soesatyo, kepada Kompas, Senin (4/6/2012) pagi ini.

"Kami juga berharap, selain kasus cek pelawat, Komisi Pemberantsan Korupsi (KPK) harus dapat menjadikan penahanan Miranda Goeltom sebagai pintu masuk untuk membuka kotak pandora kasus Bank Century," katanya.

Menurut Bambang, penahanan Miranda akan mendorong Miranda membuka diri alasan yang sebenarnya mengapa Bank Century diselamatkan berkali-kali hingga puncaknya dana bail lout-nya mencapai Rp 6,7 triliun.

Sebelumnya, Bambang menyatakan, dengan penahanan Miranda, KPK telah berhasil menyambung kembali mata rantai kasus cek pelawat dalam pemilihan Deputi Gubernur Senior BI 2004.

"Kasus ini sempat dianggap janggal karena mata rantainya terputus-putus. Penegak hukum hanya membidik mereka yang disangka menerima suap, tetapi pihak mana yang berstatus sebagai penyuap tak pernah terungkap. Walaupun sejumlah orang sudah dibui, kasus ini masih menyisakan pertanyaan yang harus dijawab KPK karena berkaitan dengan rasa keadilan," lanjutnya.

Dengan menahan tersangka Miranda, lanjut Bambang, publik berharap KPK bisa segera memperjelas konstruksi hukum kasus ini serta segera menuntaskannya.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    PenulisSuhartono
    EditorThomas Pudjo Widijanto

    Terkini Lainnya

    Pagi Ini, Dua Pemimpin Korea Berjumpa dalam Pertemuan Bersejarah

    Pagi Ini, Dua Pemimpin Korea Berjumpa dalam Pertemuan Bersejarah

    Internasional
    Terungkapnya Pencuri 14 Laptop untuk UNBK di SMP Muhammadiyah Koja...

    Terungkapnya Pencuri 14 Laptop untuk UNBK di SMP Muhammadiyah Koja...

    Megapolitan
    KPK Supervisi Enam Kasus Dugaan Korupsi di Riau

    KPK Supervisi Enam Kasus Dugaan Korupsi di Riau

    Nasional
    C-130 B Hercules, T-1301 beristirahat di Museum Dirgantara Yogyakarta

    C-130 B Hercules, T-1301 beristirahat di Museum Dirgantara Yogyakarta

    Nasional
    Moeldoko: Presiden Tidak Akan Korbankan Negara untuk Tenaga Kerja Asing

    Moeldoko: Presiden Tidak Akan Korbankan Negara untuk Tenaga Kerja Asing

    Regional
    Berita Populer: Anak Diikat di Sepeda Motor, hingga Prediksi Kiamat oleh Da Vinci

    Berita Populer: Anak Diikat di Sepeda Motor, hingga Prediksi Kiamat oleh Da Vinci

    Internasional
    Sejumlah Wilayah di Jabodetabek Akan Diguyur Hujan Hari Ini

    Sejumlah Wilayah di Jabodetabek Akan Diguyur Hujan Hari Ini

    Megapolitan
    Pengamat: Pertemuan Jokowi dengan Alumni 212 Luruskan yang 'Bengkok'

    Pengamat: Pertemuan Jokowi dengan Alumni 212 Luruskan yang "Bengkok"

    Nasional
    Terjebak di Hutan Rehabilitasi, Seekor Macan Dahan Ditemukan di Pangkalan Bun

    Terjebak di Hutan Rehabilitasi, Seekor Macan Dahan Ditemukan di Pangkalan Bun

    Regional
    'Indonesia Bisa Maju dengan Inovasi dan Kreativitas Generasi Muda dan Wanita'

    "Indonesia Bisa Maju dengan Inovasi dan Kreativitas Generasi Muda dan Wanita"

    Nasional
    Melihat Lahan Parkir yang Akan Jadi Tempat Relokasi Pedagang Blok G

    Melihat Lahan Parkir yang Akan Jadi Tempat Relokasi Pedagang Blok G

    Megapolitan
    Pencabutan Hak Politik Dinilai Signifikan Beri Efek Ngeri bagi Para Politisi

    Pencabutan Hak Politik Dinilai Signifikan Beri Efek Ngeri bagi Para Politisi

    Nasional
    KPU Imbau Calon Kepala Daerah Tak Kampanyekan Capres Saat Pilkada

    KPU Imbau Calon Kepala Daerah Tak Kampanyekan Capres Saat Pilkada

    Nasional
    Mengunjungi Taman Piknik, Oase di Tengah Hiruk Pikuk Kalimalang

    Mengunjungi Taman Piknik, Oase di Tengah Hiruk Pikuk Kalimalang

    Megapolitan
    Bantah Fadli Zon, Sekjen PDI-P Sebut Jokowi Tak Pernah Panik

    Bantah Fadli Zon, Sekjen PDI-P Sebut Jokowi Tak Pernah Panik

    Nasional

    Close Ads X