Tukang Gigi Bisa Beroperasi Lagi

Kompas.com - 09/04/2012, 18:09 WIB
|
EditorRobert Adhi Ksp

BANDUNG, KOMPAS.com - Para tukang gigi kini bisa bernafas lega menyusul tercapainya kesepakatan dengan Kementerian Kesehatan terkait Peraturan Menkes 1871. Dengan demikian, mereka bisa beroperasi setidaknya enam bulan lagi.

Hal tersebut menjadi kesepakatan antara perwakilan dari Persatuan Tukang Gigi Indonesia, Asosiasi Tukang Gigi Mandiri, Persatuan Tekhniker Gigi Indonesia, dan Persatuan Dokter Gigi Indonesia, dalam pertemuan di kantor Kemenkes, Senin (9/4/2012). Pertemuan tersebut membicarakan Permenkes 1871 yang tidak lagi mengakui profesi tukang gigi.

Pertemuan digagas oleh Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Dasar, Supriyantoro, dengan mendengarkan keluhan dari para tukang gigi yang mencemaskan hilangnya lapangan pekerjaan akibat peraturan tersebut. Kuasa hukum PTGI, Acong Latif, bertindak sebagai perwakilan para tukang gigi.

"Tidak bisa dibayangkan pengangguran yang tercipta bila permenkes diberlakukan," kata Acong yang dihubungi via telepon, Senin.


Akhirnya, pertemuan tersebut menghasilkan beberapa kesimpulan seperti penundaan pemberlakuan Permenkes tersebut hingga enam bulan mendatang terhitung dari hari ini.

Selama masa penundaan itu, para tukang gigi masih diperbolehkan untuk beroperasi dan mendapat pembinaan dari pemerintah. Pembinaan itu sendiri bakal dirumus oleh tim kecil yang terdiri dari tukang gigi, dokter gigi, maupun tekhniker gigi. 



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X