Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mahfud: Benci Parpol? Pilih Gerakan Politik

Kompas.com - 19/02/2012, 08:43 WIB

LAMONGAN, KOMPAS.com  — Merosotnya citra partai politik di mata masyarakat akhir-akhir ini agaknya juga menjadi pemikiran Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD. ”Kalau kita benci partai politik, pilih saja gerakan politik,” ucapnya saat berbicara di hadapan ratusan peserta Kongres I Ikatan Sarjana NU (ISNU) di Universitas Islam Darul Ulum (Unisda), Lamongan, Jawa Timur, Sabtu (18/2/2012) malam.

Ketika berbicara dalam satu forum dengan Ketua DPR Marzuki Alie, mantan anggota DPR dari PKB dan juga mantan Menteri Pertahanan itu menyatakan parpol sejelek apa pun tetap penting. ”Kalau tidak ada parpol, birokrasi akan seenaknya karena itu jangan sampai ada keinginan untuk membubarkan parpol, sebab demokrasi itu menghendaki perimbangan kekuasaan,” kilahnya.
     
Ketua Dewan Kehormatan DPP ISNU itu mengatakan, gerakan politik yang dapat dipilih masyarakat, antara lain NU, Muhammadiyah, ISNU, LSM, media massa, dan sebagainya. ”Kalau tidak lewat parpol, kita ngomong lewat media massa saja dan hal itu sudah bisa mempengaruhi proses politik yang berlangsung. Kita pilih gerakan politik sambil menyehatkan partai politik yang ada,” tuturnya.
     
Alumnus UII Yogyakarta itu menilai, parpol dapat disehatkan dengan pola rekrutmen yang jauh dari politik uang. ”Saya setuju dengan Pak Marzuki Alie, UU Parpol perlu dibenahi dan politik juga perlu didekatkan dengan agama,” timpalnya.

Baginya, pola rekrutmen parpol harus disehatkan dengan UU yang baik dan menjiwai ajaran agama. ”Misalnya, meraih kekuasaan dengan suap itu masuk neraka,” ungkap pakar hukum tata negara itu.

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

[POPULER NASIONAL] PDI-P Harap Putusan PTUN Buat Prabowo-Gibran Tak Bisa Dilantik | Menteri 'Triumvirat' Prabowo Diprediksi Bukan dari Parpol

[POPULER NASIONAL] PDI-P Harap Putusan PTUN Buat Prabowo-Gibran Tak Bisa Dilantik | Menteri "Triumvirat" Prabowo Diprediksi Bukan dari Parpol

Nasional
Tanggal 5 Mei 2024 Memperingati Hari Apa?

Tanggal 5 Mei 2024 Memperingati Hari Apa?

Nasional
Sempat Berkelakar Hanif Dhakiri Jadi Menteri, Muhaimin Bilang Belum Ada Pembicaraan dengan Prabowo

Sempat Berkelakar Hanif Dhakiri Jadi Menteri, Muhaimin Bilang Belum Ada Pembicaraan dengan Prabowo

Nasional
PKS Janji Fokus Jika Gabung ke Prabowo atau Jadi Oposisi

PKS Janji Fokus Jika Gabung ke Prabowo atau Jadi Oposisi

Nasional
Gerindra Ungkap Ajakan Prabowo Buat Membangun Bangsa, Bukan Ramai-ramai Masuk Pemerintahan

Gerindra Ungkap Ajakan Prabowo Buat Membangun Bangsa, Bukan Ramai-ramai Masuk Pemerintahan

Nasional
PKB Terima Pendaftaran Bakal Calon Kepala Daerah Kalimantan, Salah Satunya Isran Noor

PKB Terima Pendaftaran Bakal Calon Kepala Daerah Kalimantan, Salah Satunya Isran Noor

Nasional
ICW Sebut Alasan Nurul Ghufron Absen di Sidang Etik Dewas KPK Tak Bisa Diterima

ICW Sebut Alasan Nurul Ghufron Absen di Sidang Etik Dewas KPK Tak Bisa Diterima

Nasional
Nasdem Kaji Duet Anies-Sahroni di Pilkada Jakarta

Nasdem Kaji Duet Anies-Sahroni di Pilkada Jakarta

Nasional
PDI-P Tuding KPU Gelembungkan Perolehan Suara PAN di Dapil Kalsel II

PDI-P Tuding KPU Gelembungkan Perolehan Suara PAN di Dapil Kalsel II

Nasional
Demokrat Tak Ingin Ada 'Musuh dalam Selimut' di Periode Prabowo-Gibran

Demokrat Tak Ingin Ada "Musuh dalam Selimut" di Periode Prabowo-Gibran

Nasional
Maju di Pilkada Jakarta atau Jabar, Ridwan Kamil: 1-2 Bulan Lagi Kepastiannya

Maju di Pilkada Jakarta atau Jabar, Ridwan Kamil: 1-2 Bulan Lagi Kepastiannya

Nasional
Demokrat Harap Tak Semua Parpol Merapat ke Prabowo Supaya Ada Oposisi

Demokrat Harap Tak Semua Parpol Merapat ke Prabowo Supaya Ada Oposisi

Nasional
Bingung dengan Objek Gugatan PDI-P di PTUN, KPU Belum Tahu Mau Jawab Apa

Bingung dengan Objek Gugatan PDI-P di PTUN, KPU Belum Tahu Mau Jawab Apa

Nasional
Gugat Dewas ke PTUN hingga 'Judicial Review' ke MA, Wakil Ketua KPK: Bukan Perlawanan, tapi Bela Diri

Gugat Dewas ke PTUN hingga "Judicial Review" ke MA, Wakil Ketua KPK: Bukan Perlawanan, tapi Bela Diri

Nasional
Sengketa Pileg, PPP Klaim Suara Pindah ke Partai Lain di 35 Dapil

Sengketa Pileg, PPP Klaim Suara Pindah ke Partai Lain di 35 Dapil

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com