Din Syamsuddin: Tolak Ormas Anarkis

Kompas.com - 12/02/2012, 12:40 WIB
Penulis Hindra Liu
|
EditorLatief

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin menegaskan, setiap kelompok memiliki hak untuk hidup. Meski demikian, setiap kelompok juga diminta agar jangan terjebak pada perilaku kekerasan yang merugikan kelompok atau anggota masyarakat lainnya.

”Kita harus menolak segala bentuk kekerasan,” kata Din kepada para wartawan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Minggu (12/2/2012).

Din menyampaikan hal tersebut ketika ditanya soal penolakan masyarakat Kalimantan Tengah terhadap kehadiran organisasi kemasyarakatan Front Pembela Islam (FPI) di daerah tersebut. Pada kesempatan tersebut, Din meminta masyarakat tak memandang negatif setiap ormas Islam. Sejarah menunjukkan, ormas-ormas Islam telah memberikan kebaikan bagi Indonesia.

Lebih lanjut, kata Din, saat ini masih banyak ormas Islam yang turut membantu pemerintah membangun bangsa, seperti Nadhlatul Ulama dan Muhammadiyah. Kedua ormas itu banyak melakukan kegiatan pemberdayaan masyarakat.

”NU, Muhammadiyah, telah ada sebelum negara ini lahir,” kata Din.

Baca tentang


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

     Amien Rais: Banyak Menteri yang Tidak Paham Kehidupan Rakyat

    Amien Rais: Banyak Menteri yang Tidak Paham Kehidupan Rakyat

    Nasional
    Amien Rais Nilai Jokowi Salah Besar Publikasikan Kemarahan

    Amien Rais Nilai Jokowi Salah Besar Publikasikan Kemarahan

    Nasional
    Hak Jawab Jubir PKS Terkait Pemberitaan 'Jokowi Ancam Reshuffle, PKS Tegaskan Tak Tertarik Kursi Menteri'

    Hak Jawab Jubir PKS Terkait Pemberitaan "Jokowi Ancam Reshuffle, PKS Tegaskan Tak Tertarik Kursi Menteri"

    Nasional
    OTT Bupati-Ketua DPRD Kutai Timur: Suami-Istri Tersangka Korupsi

    OTT Bupati-Ketua DPRD Kutai Timur: Suami-Istri Tersangka Korupsi

    Nasional
    Airlangga Paparkan Langkah Pemerintah untuk Cegah Perekonomian RI Minus pada Akhir Tahun

    Airlangga Paparkan Langkah Pemerintah untuk Cegah Perekonomian RI Minus pada Akhir Tahun

    Nasional
    Eksekusi Putusan Hakim, Jaksa Segera Rampas Aset Buronan Honggo Wendratno

    Eksekusi Putusan Hakim, Jaksa Segera Rampas Aset Buronan Honggo Wendratno

    Nasional
    KPK Minta Masyarakat Ambil Pelajaran dari Kasus Bupati-Ketua DPRD Kutai Timur

    KPK Minta Masyarakat Ambil Pelajaran dari Kasus Bupati-Ketua DPRD Kutai Timur

    Nasional
    Jadi Tersangka KPK, Berikut Perjalanan Karir Ketua DPRD Kutai Timur

    Jadi Tersangka KPK, Berikut Perjalanan Karir Ketua DPRD Kutai Timur

    Nasional
    Perjalanan Karir Bupati Kutai Timur, dari Birokrat hingga Tersangka KPK

    Perjalanan Karir Bupati Kutai Timur, dari Birokrat hingga Tersangka KPK

    Nasional
    KPK Sebut OTT Bupati Kutai Timur Hasil Penyadapan Perdana Pasca-revisi UU KPK

    KPK Sebut OTT Bupati Kutai Timur Hasil Penyadapan Perdana Pasca-revisi UU KPK

    Nasional
    KPK: Kami Ingatkan agar di Kaltim Jangan Terjadi OTT, tapi Nyatanya Seperti Ini

    KPK: Kami Ingatkan agar di Kaltim Jangan Terjadi OTT, tapi Nyatanya Seperti Ini

    Nasional
    Kembangkan Kasus Jiwasraya Jilid II, Kejagung Periksa 2 Staf OJK

    Kembangkan Kasus Jiwasraya Jilid II, Kejagung Periksa 2 Staf OJK

    Nasional
    Jadi Tersangka, Bupati dan Ketua DPRD Kutai Timur Ditahan KPK

    Jadi Tersangka, Bupati dan Ketua DPRD Kutai Timur Ditahan KPK

    Nasional
    KPK Temukan Uang Rp 170 Juta dan Buku Tabungan Bersaldo Rp 4,8 Miliar Saat Tangkap Bupati Kutai Timur

    KPK Temukan Uang Rp 170 Juta dan Buku Tabungan Bersaldo Rp 4,8 Miliar Saat Tangkap Bupati Kutai Timur

    Nasional
    Bupati Kutai Timur dan Istri Jadi Tersangka Kasus Suap, Ini Jumlah Kekayaannya

    Bupati Kutai Timur dan Istri Jadi Tersangka Kasus Suap, Ini Jumlah Kekayaannya

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X