Ini Tanggapan Fahri soal Hasil Komite Etik

Kompas.com - 05/10/2011, 18:22 WIB
Penulis Sandro Gatra
|
EditorLaksono Hari W

JAKARTA, KOMPAS.com — Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Fahri Hamzah, tengah disorot publik terkait sikapnya yang mendesak agar Komisi Pemberantasan Korupsi dibubarkan.

Dia menyampaikan desakan itu di hadapan unsur pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam rapat konsultasi dengan pimpinan DPR, Senin lalu. Rapat itu membahas polemik mengenai pemeriksaan empat pimpinan Badan Anggaran DPR (Banggar DPR).

Setelah menyatakan wacana pembubaran KPK itu, Fahri dikritik banyak pihak. Berbagai penilaian negatif diarahkan kepadanya. Bagaimana sikapnya terhadap hasil Komite Etik KPK yang menyimpulkan semua pimpinan KPK tidak melanggar etika pegawai KPK?

"Emang KPK bisa dikritik? Nanti kalau dikritik, kami dibilang pembela koruptor. KPK itu enggak mungkin salah. KPK, kan, penjelmaan malaikat di bumi," kata Fahri, Rabu (5/10/2011).

Jadi, Anda enggak mau komentar? "Bukan gitu, kan, katanya koruptor banyak. Biar yang lain saja yang komentar, masa saya mulu. Pembela koruptor yang lain sajalah," jawab Fahri.

Hasil Komite Etik menyimpulkan empat pimpinan KPK, yakni Busyro Muqoddas, Chandra M Hamzah, M Jasin, dan Haryono Umar terbebas dari pelanggaran kode etik pegawai. Namun, terjadi perbedaan pendapat anggota Komite Etik terhadap pemeriksaan Chandra dan Haryono.

Selain itu, hasil Komite Etik menyimpulkan bahwa mantan Deputi Penindakan KPK Ade Rahardja dan Sekretaris Jenderal KPK Bambang Praptono Sunu terbukti melakukan pelanggaran ringan kode etik pegawai KPK. Adapun Juru Bicara KPK Johan Budi dan penyidik KPK, Rony Samtana, bebas dari pelanggaran kode etik pegawai KPK.

Baca tentang


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Sejumlah Kendala Penyandang Tuli Saat Pandemi Covid-19...

    Sejumlah Kendala Penyandang Tuli Saat Pandemi Covid-19...

    Nasional
    Mahfud: Rancangan Perpres Pelibatan TNI Atasi Terorisme Sudah Disampaikan ke Menkumham

    Mahfud: Rancangan Perpres Pelibatan TNI Atasi Terorisme Sudah Disampaikan ke Menkumham

    Nasional
    Kelanjutan Nasib RUU Cipta Kerja, Mahfud: Pemerintah Sudah Punya Rumusan Baru

    Kelanjutan Nasib RUU Cipta Kerja, Mahfud: Pemerintah Sudah Punya Rumusan Baru

    Nasional
    Ada Permintaan Prabowo Capres 2024, Muzani Sebut Ditentukan Setahun Sebelumnya

    Ada Permintaan Prabowo Capres 2024, Muzani Sebut Ditentukan Setahun Sebelumnya

    Nasional
    Resmikan Program KiosMU, Airlangga: UMKM Prioritas Utama dalam Pemulihan Ekonomi Nasional

    Resmikan Program KiosMU, Airlangga: UMKM Prioritas Utama dalam Pemulihan Ekonomi Nasional

    Nasional
    Mahfud: Banyak Dokter Meninggal Dunia karena Lelah dan Stres Tangani Pasien Covid-19

    Mahfud: Banyak Dokter Meninggal Dunia karena Lelah dan Stres Tangani Pasien Covid-19

    Nasional
    Prabowo Kembali Tunjuk Ahmad Muzani Jadi Sekjen Partai Gerindra

    Prabowo Kembali Tunjuk Ahmad Muzani Jadi Sekjen Partai Gerindra

    Nasional
    Jokowi Ajak Kader Gerindra Bantu Negara Tangani Dampak Pandemi Covid-19

    Jokowi Ajak Kader Gerindra Bantu Negara Tangani Dampak Pandemi Covid-19

    Nasional
    Kongres Luar Biasa secara Virtual Saat Pandemi, Gerindra Siap Daftar ke Muri

    Kongres Luar Biasa secara Virtual Saat Pandemi, Gerindra Siap Daftar ke Muri

    Nasional
    KSAD Jadi Wakil Komite Penanganan Covid-19, Mahfud: Keterlibatan TNI Diperlukan

    KSAD Jadi Wakil Komite Penanganan Covid-19, Mahfud: Keterlibatan TNI Diperlukan

    Nasional
    UPDATE 8 Agustus: Kasus Covid-19 DKI Jakarta Kembali Lampaui Jawa Timur

    UPDATE 8 Agustus: Kasus Covid-19 DKI Jakarta Kembali Lampaui Jawa Timur

    Nasional
    Prabowo: Gerindra Besar Bukan karena Ketum, tetapi Berhasil Tangkap Keluhan Rakyat

    Prabowo: Gerindra Besar Bukan karena Ketum, tetapi Berhasil Tangkap Keluhan Rakyat

    Nasional
    Pemerintah Beri Bintang Jasa 22 Tenaga Medis yang Gugur Saat Rawat Pasien Covid-19

    Pemerintah Beri Bintang Jasa 22 Tenaga Medis yang Gugur Saat Rawat Pasien Covid-19

    Nasional
    Platform E-Learning ASN Unggul Jadi Solusi Pelatihan ASN di Tengah Pandemi

    Platform E-Learning ASN Unggul Jadi Solusi Pelatihan ASN di Tengah Pandemi

    Nasional
    Sebaran 2.277 Kasus Baru Covid-19 RI, DKI Jakarta Tertinggi dengan 686

    Sebaran 2.277 Kasus Baru Covid-19 RI, DKI Jakarta Tertinggi dengan 686

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X