Menonton Hewan di Layar Kaca

Kompas.com - 16/07/2011, 02:53 WIB
Editor

Oleh Roy Thaniago

Sebuah opini oleh Tri Satya Putri Naipospos di Kompas edisi 13 Juni lalu, ”Kekerasan pada Ternak”, menunjukkan bahwa memang ada soal tentang bagaimana hewan diperlakukan di republik ini.

Naipospos menulis, dalam hal kekerasan terhadap hewan, Indonesia tak mematuhi kaidah kesejahteraan hewan internasional. Ke depan, Indonesia tetap jadi sasaran kritik dunia internasional mengenai isu penyiksaan dan perlakuan tak semena-mena terhadap hewan.

Televisi sebagai media yang berdaya jangkau luas dan berdaya bujuk jitu termasuk pihak yang perlu dilibatkan dalam membangun pandangan masyarakat, terutama anak-anak, dalam perlakuan terhadap hewan.

Beberapa tayangan televisi yang melibatkan hewan dalam materi siarnya adalah Petualangan Panji, Gadis Petualang, dan Deny Manusia Ikan (ketiganya disiarkan Global TV); Dunia Air, Mancing Mania, dan Asal-Usul Fauna (ketiganya disiarkan Trans 7); serta Berburu (Trans TV) dan Mata Pancing (MNC TV). Dari judul-judul tersebut terciri dua pendekatan yang dipakai: (1) tayangan yang melibatkan hewan untuk tujuan pendidikan dan (2) tayangan yang melibatkan hewan sebagai ajang pemuas nafsu sesaat.

Pendekatan pertama jelas, dengan lebih mengenal makhluk hidup lain, penonton akan mengalami proses pembelajaran, mulai aspek ilmiah sampai religiositas. Pendekatan kedua pun sama jelasnya lewat aktivitas mempermainkan nyawa hewan demi kesenangan. Tayangan semacam ini seperti ingin memberi pernyataan bahwa manusia pusat kehidupan ini.

Mancing Mania, Berburu, dan Petualangan Panji adalah jenis tayangan yang menganut pendekatan kedua. Judul pertama adalah tayangan yang menampilkan pengalaman orang memancing ikan lengkap dengan ritualnya: pemancing ”bertarung” dengan ikan buruannya, mengangkat buruan ke atas kapal (kadang dengan ditombak), berpose gagah dengan buruan untuk difoto, kemudian melempar kembali buruan ke air. Soal kelangsungan hidup selanjutnya ikan buruan tersebut? Itu tampaknya urusan yang tak terlalu penting.

Senada dengan itu, Berburu adalah tayangan yang memperlihatkan kegagahan—juga keangkuhan—manusia atas kuasanya terhadap makhluk hidup. Muatannya berupa aksi perburuan sekelompok orang terhadap hewan-hewan yang dianggap ”eksotis”.

Salah satu episodenya, misalnya, mengusung misi berburu satu spesies babi hutan tertentu di suatu daerah. Tim menyusuri hutan dalam gelapnya malam. Seketika melihat seekor babi, mereka mengejarnya kemudian menembaknya. Babi itu terkapar. Dan, salah seorang berkabar kepada penonton, ”Pemirsa, ternyata ini bukan jenis babi yang kami cari. Perburuan akan kami lanjutkan.”

Anda ingin melihat aksi seseorang yang dengan sengaja mengusik habitat reptil? Maka, tengoklah Petualangan Panji. Pemuda ini menyusuri hutan, gunung, sungai, bukit, dan lembah dengan tujuan mencari ular atau buaya, meringkusnya, dan melepasnya kembali. Dalam tayangan ini kita ”diajari”: ternyata alam bebas mengancam manusia dan hewan bernaluri mendekati manusia, bukan menjauhi.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pendistribusian Bansos di Papua dan Papua Barat Dilakukan Melalui Himbara dan PT Pos

Pendistribusian Bansos di Papua dan Papua Barat Dilakukan Melalui Himbara dan PT Pos

Nasional
Setahun Usia Pemerintahan, Jokowi Dinilai Semakin Berjarak dengan Masyarakat

Setahun Usia Pemerintahan, Jokowi Dinilai Semakin Berjarak dengan Masyarakat

Nasional
Menhub: Penumpang Kereta dan Pesawat Tetap Harus Lampirkan Hasil Tes Covid-19

Menhub: Penumpang Kereta dan Pesawat Tetap Harus Lampirkan Hasil Tes Covid-19

Nasional
Satgas Covid-19: Jangan ke Tempat Wisata yang Tak Patuhi Protokol Kesehatan

Satgas Covid-19: Jangan ke Tempat Wisata yang Tak Patuhi Protokol Kesehatan

Nasional
Jokowi Belum Tanda Tangani UU Cipta Kerja, Moeldoko: Tinggal Tunggu Waktu

Jokowi Belum Tanda Tangani UU Cipta Kerja, Moeldoko: Tinggal Tunggu Waktu

Nasional
Perkuat Ketahanan Sosial KPM Selama Pandemi, Kemensos Kembali Salurkan BSB

Perkuat Ketahanan Sosial KPM Selama Pandemi, Kemensos Kembali Salurkan BSB

Nasional
Komnas HAM: Perlindungan Masyarakat Adat atas Konflik Agraria Dipinggirkan Pemerintah

Komnas HAM: Perlindungan Masyarakat Adat atas Konflik Agraria Dipinggirkan Pemerintah

Nasional
Sterilisasi, DPR Berlakukan WFH Dua Hari

Sterilisasi, DPR Berlakukan WFH Dua Hari

Nasional
Ketua Satgas Akui Pemerintah Lengah Awasi Libur Panjang pada Agustus

Ketua Satgas Akui Pemerintah Lengah Awasi Libur Panjang pada Agustus

Nasional
Komnas HAM: 12 Kasus Pelanggaran HAM Berat Belum Diselesaikan Pemerintah

Komnas HAM: 12 Kasus Pelanggaran HAM Berat Belum Diselesaikan Pemerintah

Nasional
6.375 Akun Medsos Didaftarkan untuk Kampanye Pilkada, Facebook Paling Banyak

6.375 Akun Medsos Didaftarkan untuk Kampanye Pilkada, Facebook Paling Banyak

Nasional
Ketua Komisi X Apresiasi Politik Anggaran Nadiem Makarim

Ketua Komisi X Apresiasi Politik Anggaran Nadiem Makarim

Nasional
Mahfud: Keliru Rakyat Minta TNI-Polri Ditarik dari Papua, yang Minta Itu KKB

Mahfud: Keliru Rakyat Minta TNI-Polri Ditarik dari Papua, yang Minta Itu KKB

Nasional
Resmikan Pameran UMKM Virtual, Gubernur Babel Minta Pelaku Usaha Terbiasa dengan Market Place

Resmikan Pameran UMKM Virtual, Gubernur Babel Minta Pelaku Usaha Terbiasa dengan Market Place

Nasional
Kampanye Daring Hanya Dilakukan 23 Persen Paslon Pilkada, KPU Akan Evaluasi Efektivitasnya

Kampanye Daring Hanya Dilakukan 23 Persen Paslon Pilkada, KPU Akan Evaluasi Efektivitasnya

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X